FOUND YOU

FOUND YOU
Pisang goreng


__ADS_3

Bella yang melihat Lidya pun tak mau ketinggalan. "Bell, ambil air geh ke bawah itu minum gue udah habis" ucap Lidya dengan mulut yang penuh masih mengunyah.


"Kenapa harus gue sih kan bisa panggil lagi itu pembantu nya" gerutu Bella dalam hati.


"Oke gue ke bawah dulu ya" ucap Bella dengan nada yang di tekankan.


"Gue mau es jeruk Bell, bilangin ke bi Yati" ucap Lidya kala Bella sudah hendak mencapai pintu.


"Ok, ada lagi gak biar sekalian" lagi Bella pun sudah ingin sekali mengomeli Lidya yang seenak nya saja.


"Udah itu aja, buruan jangan lama Bell" teriak Lidya padahal jelas sekali kalau Bella baru saja keluar dari kamar.


Bella pun tak menyahut walaupun ia mendengar nya, makin lama berteman dengan Lidya justru makin seenak nya saja.


Bella pun menuruni tangga dan mencari letak dapur, namun berhubung di pertengahan jalan ia bertemu dengan bi Yuna akhir nya Bella pun tidak jadi turun.

__ADS_1


"Bi.. bibi tunggu" panggil Bella saat melihat bi Yuna yang di bawah, segera saja bi Yuna mencari asal suara itu dan ternyata ada di atas " Iya non, kenapa?" tanya bi Yuna balas teriak dari bawah.


"Sini" ucap Bella dengan gerakan tangan menyuruh bi Yuna naik menghampiri nya.


"Kenapa non?" tanya bi Yuna lagi saat sudah naik dan berhadapan dengan art itu.


"Bi bikinin es jeruk 2 ya buat Lidya sama sekalian nih" Bella pun menyerahkan botol minum yang ia bawa dari kamar.


"Ada lagi, kenapa gak non Bella turun saja sekalian" bi Yuna pun menerima botol minum itu.


"Tamu kok gak ada sopan santun nya sama orang tua, walaupun aku ini yo cuma pembantu juga harus nya punya tata krama, emang anak jaman sekarang seperti itu" dalam hati bi Yuna pun ngedumel tapi tetap juga melangkah menuju ke dapur membuatkan sesuai apa yang di minta barusan.


"Dari mana saja bi, saya panggil dari tadi gak ada yang nyaut, percuma punya art banyak. Apa kalian ini b**** semua hah" teriak Niyah tiba-tiba yang berada di dapur.


Entah kapan wanita itu bangun tiba-tiba saja ia sudah marah-marah begitu.

__ADS_1


"Maaf nyah tadi saya dari tempat non Li" ucap bi Yuna takut-takut.


"Terus kamu bi dari mana?" tanya Niyah bertanya pada bi Yati.


"Saya dari belakang nyah bersihin kolam renang" ujar bi Yati yang tak tahu apa-apa itu.


"Hah yasudah lah cepat kalian siapkan es teh dan cemilan nya. Bawakan ke kamar saya segera jangan lama" ujar Niyah masih dengan nada yang kesal.


"Nyonya mau pisang goreng atau brownies?" tanya bi Yati sebelum ia di salahkan kembali.


"Bawa saja dua-dua nya, begitu saja masih bertanya kamu ini". Setelah itu Niyah kembali lagi ke kamar untuk menemui kekasih nya yang masih tertidur pulas.


" Bahagia nya aku ketika tidak ada suami, kenapa ayah gak sering-sering pergi ke luar kota saja sih" gumam Niyah kala sambil berjalan.


"Semoga saja ayah pulang nya lebih lama agar aku juga bisa berduaan terus dengan nya dan tak takut ketahuan juga" lanjut Niyah.

__ADS_1


Entah harapan Niyah terkabul atau tidak tapi yang jelas momen berduaan nya dengan Jendra tak ingin ada gangguan dari suami nya yang sudah tua itu siapa lagi jika bukan tuan Luke.


__ADS_2