FOUND YOU

FOUND YOU
Sore


__ADS_3

Akhir nya karena Bella tak ingin terlalu terlena ia pun memilih segera mengenakan baju yang lain yang di rasa nya cocok untuk jalan ke taman.


"Ini aja deh, lebih baik aku ke bawah siapa tahu emang Lidya sudah ke bawah duluan" ucap Bella namun ia melupakan kalau belum menyisir rambut nya beruntung nya melewati kaca lemari yang besar. "Haduh kenapa gue lupa belum nyisir lagi lebih baik sekarang gue sekalian dandan aja dulu pasti make up Lidya itu kan mahal-mahal dan tentu kualitas nya bagus tidak ada yang kw, tak seperti punya aku ini" lagi dan lagi Bella membandingkan kehidupan nya dan Lidya yang bagaikan langit juga bumi sangat jauh sekali.


Setelah menyelesaikan acara make up bermake up, ia pun langsung meraih sendal dan segera mengenakan nya kemudian keluar kamar dan menuruni tangga.


"Bi lihat Lidya tidak?" kala bertemu di dua pijakan akhir anak tangga.


"Ada di ruang tamu non" ujar bi Yati lalu melanjutkan langkah nya kembali.


Bella pun melanjutkan menuju ruang tamu tanpa mengucapkan rasa terima kasih nya karena sudah di beritahu.


"Li. Woy kenapa gue di tinggalin" sembari tangan nya tak lupa menepuk pundak Lidya yang tak menyadari kedatangan nya karena terlalu sibuk bermain dengan gadget nya tersebut.


"Loe nya aja lama banget, kayak mau ketemu presiden aja mandi sampai berjam-jam gitu" tak kalah dari Bella, Lidya pun balas mendebat nya dengan tangan yang masih sibuk akan gadget nya yang entah sedang ngapain.


"Jadi gak ayo, gue lumutan nungguin loe doang. Numpang kok gak tahu diri loe Bell" ucap Lidya dengan mulut nya yang sangat tajam itu. Tanpa memikirkan akan perasaan Bella yang terluka akan kata-kata nya barusan yang terucap.


Bella pun seketika diam mematung tak jadi berucap.

__ADS_1


"Terserah loe" ucap Bella dengan singkat.


"Yaudah ayo kalau gitu" Lidya pun bangun dari duduk santai dan jalan tanpa melihat Bella yang masih diam di tempat. Namun seakan tersadar Lidya pun teriak ketika ia sudah di luar rumah.


"Bell. Bella buruan woy. Lama deh kebiasaan banget" sembari menengok ke belakang tapi Bella yang tak terlihat.


Bella pun melangkah gontai menuju Lidya.


"Bukain dong pintu nya, gimana gue bisa masuk. Lelet jangan di pelihara Bell".


Mereka ke taman akan naik mobil yang sebelum nya sudah di panas kan dan di siap kan oleh sang sopir.


" Cepetan Bell masuk yang ada nanti kita terjebak macet" lagi Lidya menggunakan nada teriak.


Ingin rasa nya Bella pulang ke rumah orang tua nya tapi apa lah daya, jika ia nekat yang ada orang tua nya akan semakin gencar untuk menjodohkan nya dengan juragan yang doyan daun muda seperti nya.


Bella pun masuk kemudian langsung mengenakan sabuk pengaman nya dan ia hanya duduk diam. Sementara Lidya fokus mengemudikan nya, walaupun ia tak punya SIM namun ke dua orang tua nya tak pernah melarang nya untuk membawa kendaraan roda empat atau roda dua.


Tak perlu waktu lama mereka berdua pun sampai di taman yang mereka maksud, terlihat sudah mulai ramai para pedagang dan muda mudi juga anak kecil serta para orang tua nya yang baru saja datang.

__ADS_1


"Bell kita parkir dimana nih, gue bingung. Coba loe turun dulu sana"


"Bener nih gue turun, tar loe bingung lagi kalau tiba-tiba gue lama" ucap Bella yang kali ini membalas apa yang Lidya katakan.


Setelah menimbang-nimbang serta berfikir diam.


"Eeeee gak usah deh biar gue liat dari kaca spion saja" Lidya mulai menengok kanan dan kiri nya.


"Nah di sana saja" seru Lidya kala menemukan dimana ia akan parkirkan mobil nya.


"Sekarang loe turun arahain gue ke sana, cepet Bell"


"Iya" hanya itu kata yang Bella ucapkan.


"Terus mundur, mundur sedikit lagi. Ok" berhasil juga Bella membawa Lidya untuk ke tempat parkir. Setelah itu Lidya turun kemudian ia serahkan mobil nya pada juru parkir untuk memarkirkan mobil nya dengan benar.


Setelah mendapatkan bukti tanda parkir, mereka berdua pun melanjutkan langkah nya untuk mulai mengelilingi pedagang makanan karena kebetulan waktu telah menunjukkan pukul 17.00 sore, dimana lapak para pedagang mulai ramai.


"Bell beli itu yuk, tapi loe yang antri ya gue tunggu di situ" tunjuk Lidya pada kursi samping sang pedagang yang sedang di kerumuni oleh para pembeli.

__ADS_1


"Ta.. tapi Li".


__ADS_2