FOUND YOU

FOUND YOU
Jeruji Besi


__ADS_3

Setelah mendapatkan nomor orang tua Lidya, segera saja menghubungi nya namun justru yang mengangkat sang asisten rumah tangga nya yaitu bi Yuna karena kebetulan di rumah tidak ada orang hanya ia dan satpam juga tukang kebun di rumah tersebut.


Akhir nya polisi pun hanya menyampaikan jika orang tua dari Lidya sudah datang, di suruh ke kantor polisi untuk mengurus sang anak yang sedang terkena kasus.


"Baiklah kalau begitu terima kasih" ucap polisi mengakhiri telepon nya, setelah itu telepon pun terputus dan terpaksa Lidya harus mendekam di dalam jeruji besi hingga orang tua nya datang memberikan jaminan entah itu ayah atau pun ibu nya.


Dan berbeda nasib dengan Bella, ia di haruskan menjalani berbagai macam tes yang ia sendiri pun bingung untuk apa, karena setahu nya jika kasus penganiayaan tak sampai seperti ini namun jika di pikirkan ini seperti kasus untuk pemakai barang haram itu yang hinggap di otak kecil Bella.


Bella sudah sangat lelah karena proses nya belum selesai juga, ia pun memberanikan bertanya pada salah satu polisi wanita yang mendampingi nya.


"Permisi bu ini harus berapa lama lagi ya, saya menjalani tes yang begitu banyak nya?" ucap Bella bertanya. Sedangkan si polisi wanita pun hanya melirik doang karena seperti nya ia tipe orang yang jutek namun tak lama kemudian pun ia menjawab pertanyaan Bella tadi.


"Kurang lebih sekitar 25 menit lagi, kenapa?" tanya balik polisi wanita itu setelah menjawab nya.


"Capek kan, maka nya kalau masih jadi pelajar itu tak usah coba untuk memakai barang yang tak di perbolehkan" lanjut nya jutek.


Bella yang tak terima pun langsung balik menyahut polisi wanita itu, bagi nya sekali pun ia masih pelajar bukan berarti ia bisa di tindas walaupun polisi wanita itu lebih tua dari nya.


"Maaf ya bu, maksud nya saya pengguna narkoba gitu" sahut Bella to the point.

__ADS_1


"Iya lah memang apa lagi" Polwan itu pun nyolot karena seperti nya ia tak suka dengan cara bicara Bella barusan yang tidak ada sopan nya sama sekali.


"Saya ini bukan pemakai apalagi pengedar, untuk bentuk dan rupa nya pun saya tidak pernah tahu loh bu"


"Ibu polwan yang terhormat ini tolong ya jangan menuduh saya sembarangan tanpa bukti, bukan berarti karena saya ada di kantor polisi dan jadi tersangka, saya juga pemakai" ucap Bella panjang dan lebar meluapkan kekesalan nya.


Saat polisi wanita itu ingin menjawab kembali, tiba-tiba nama Bella pun di panggil dan ia langsung saja meninggalkan polisi wanita itu yang entah bernama siapa ia pun tak peduli karena bagi nya itu tak penting.


Bella pun masuk ke dalam untuk melakukan tes selanjut nya karena sebelum nya ia sudah tes urine maka sekarang tiba giliran untuk tes darah lalu di lanjutkan keringat dan air liur memang serangkaian tes itu memakan waktu yang tidak sebentar.


Belum lagi Bella belum memberikan nomor hp orang tua nya atau pun telepon rumah nya. Maka dari itu polisi yang bagian menghubungi masih menunggu hingga Bella selesai di tes, Bella terlalu banyak alasan di saat para polisi yang bertugas itu meminta nomor hp orang rumah yang bisa di hubungi dan seperti nya ia menyembunyikan sesuatu seperti tak ingin bebas dan ada jaminan.


...****************...


Vidya sangat puas dengan semua makanan yang ia makan hari ini dan Vidya juga sangat bersyukur ia masih bisa memakan makanan seperti ini karena walaupun ia anak seorang pengusaha ternama yang bermarga Luke namun tak setiap hari ia bisa memakan nya atau pun tak setiap saat ia inginkan dapat membeli nya langsung karena uang jajan yang di dapat oleh Vidya tidak ada setengah dari uang jajan Lidya sangat jauh sekali bukan.


"Alhamdulillah akhir nya kenyang juga" ucap Vidya setelah menghabiskan makanan nya ia pun tak lupa mencuci tangan setelah itu lanjut mengelus perut nya yang kekenyangan.


Sedangkan bi Yati masih menghabiskan bagian nya karena cara makan orang tua dan anak muda sudah jelas berbeda, orang tua makan secukup nya dan itu sudah cepat sekali membuat nya kenyang. Sedangkan Vidya tipe yang cepat menghabiskan makanan nya.

__ADS_1


"Non Dy seperti nya bibi sudah tak kuat untuk menghabiskan nya, bagaimana kalau di simpan saja dulu nanti akan bibi habiskan kembali" ucap bi Yati yang sangat kekenyangan.


"Yasudah tak apa bi, jangan terlalu di paksakan. Tak baik juga untuk lambung bibi" Vidya pun memaklumi nya dan ia bukan tipe orang yang memaksakan tapi kembali lagi melihat kondisi .


Bi Yati beranjak bangun membereskan makanan nya dan membungkus nya kembali lalu menyimpan nya di meja setelah itu ia ke kamar mandi untuk mencuci tangan nya.


Setelah kembali dari kamar mandi bi Yati pun menghampiri nona muda nya dan duduk di samping nya, sedangkan sang nona muda setelah makan selesai ia langsung melihat ke arah hp dan membuka nya entah sedang apa bi Yati pun tak tahu.


Sementara itu di rumah keluarga Luke pun sedang terjadi keributan karena saat sang tuan rumah pulang justru sang istri belum berada di rumah, tidak biasa begitu.


Dan saat mencari Lidya pun, anak tersayang nya itu tak terlihat dimana pun padahal ia sudah menghampiri ke arah kamar nya. Bi Yuna yang mendengar sang majikan memanggil nama anak nya pun langsung menghampiri dan bersiap untuk menyampaikan pesan polisi tadi walaupun ia agak takut ketika melihat wajah majikan laki-laki nya itu.


"Maaf tuan kalau mencari nona muda Lidya ia belum pulang sedangkan nyonya baru saja tadi sore keluar seperti nya terburu-buru" ucap bi Yuna sebelum sang tuan rumah bertanya seolah ia sudah paham.


"Dan tadi tuan" bi Yuna menjeda ucapan nya.


"Tadi kenapa bi, jawab cepat saya sudah lelah ingin istirahat jangan bertele-tele gitu" ucap sang majikan dengan tegas.


"Tadi ada yang menghubungi kemari kata nya kalau non Lidya sekarang berada di kantor polisi yang dekat dengan mall G" jelas bi Yuna dengan tangan yang saling bertaut dan bergetar tubuh nya saat ia melapor.

__ADS_1


"Apa, terus kenapa baru sekarang kamu kasih tahu saya. Kan seharus nya bisa kamu telepon saya" ucap tuan Luke terkejut.


"Maaf tuan saya terlalu panik hingga lupa menghubungi, saya kira itu hanya orang iseng tapi saat di cek nomor nya ternyata itu benar dari kantor polisi tuan" lanjut bi Yuna menjelaskan.


__ADS_2