FOUND YOU

FOUND YOU
Sifat yang bertolak belakang


__ADS_3

"Sini biar papah gendong kalian berdua" ucap Rhaka kepada si kembar.


" Tapi pah Rhe kan kakak, jadi mau di gendong duluan dong" ucap Rheana.


"Aku aja pah" ucap si bungsu Rhyana.


Nama nya Rheana Lizama dan Rhyana Lizama, umur nya masih 4,5 tahun. Sekali pun mereka kembar tapi sifat mereka sangat bertolak belakang walaupun muka mereka identik hanya berbeda tahi lalat di hidung saja yang hanya di miliki oleh sang adik yaitu Rhyana sedangkan Rheana tak mempunyai nya, tapi ia lebih tinggi dari sang adik.


Sifat Rheana lebih kalem tapi tegas, sedangkan Rhyana lebih manja dan cengeng. Hanya satu sifat yang sama mereka miliki yaitu cerewet tapi walaupun begitu mereka termasuk anak cerdas dan mudah tangkap ketika mendengar nasihat orang tua nya.


Dan mereka berdua masih di sekolah taman kanak-kanak kelas A sekali pun umur nya lebih muda setengah tahun dari teman-teman yang lain. Itu semua menurun dari sang papah. Entah salah apa sang mamah ketika hamil si kembar sampai tak menemukan satu pun kemiripan dengan nya.


Nama nya Rhaka Lizama, anak pertama dari 2 bersaudara. Berumur 28 tahun, sifat nya yang dingin namun di balik itu ia memiliki sisi yang lembut ketika melihat orang lain kesusahan apalagi terutama keluarga nya. Ia sudah menikah kisaran 5 tahun, dan di karunia 2 orang anak sekaligus kembar pula.


Mempunyai paras yang tampan, hidung mancung, dimple di kedua pipi nya yang semakin membuat para kaum wanita meleleh, tak lantas membuat nya menjadi laki-laki playboy. Justru ia tipe laki-laki yang sangat setia terhadap pasangan nya, sekali pun ketika di kantor banyak pegawai nya yang berusaha menggoda. Tak terbesit sedikit pun untuk nya selingkuh.


Sedangkan sang istri bernama Ranayra, yang biasa di panggil Rara. Umur 27 tahun berbeda setahun dengan nya. Dan awal mula mereka bertemu pun cukup unik, karena mereka atasan dan bawahan yang sama sekali tak kenal. Karena dulu sang istri hanya bagian staff biasa yang tak memiliki jabatan yang penting. Tapi entah karena memang sudah jodoh mereka pun bertemu di pesta yang kebetulan saat itu di adakan oleh rekan sang istri yang sedang berulang tahun. Dan dari situ kedekatan mereka terjalin hingga sampai saat ini.


Dengan kepribadian sang istri yang lemah lembut, penyayang dan paras yang cantik sekali pun kelihatan dari wajah nya ia termasuk perempuan tomboy menurut orang yang baru saja melihat nya tapi itu semua hanya cover nya saja.


"Yasudah kalian mau papah gendong bersamaan atau tidak dua-dua nya" ucap Rhaka mencoba tegas kepada sang ke dua buah hati nya agar tak ada yang merasa di bedakan.


Ia sebagai sang papah mencoba untuk selalu bersikap adil dalam segala suatu hal apapun itu.


"Yasudah kita berdua mau di gendong pah" ucap sang kakak mewakili.


"Nah gitu dong, sini anak-anak papah" sembari merentangkan tangan nya untuk bersiap menggendong ke dua nya.


Setelah ke dua nya berada di gendongan nya, ia pun menuju sofa yang berada di ruang tamu. Tempat biasa ia duduk ketika baru pulang dari kantor.


Sang istri pun baru saja tiba sembari membawa nampan yang berisi secangkir teh yang di buatnya tadi.

__ADS_1


"Ini pah, teh nya di minum dulu sebelum dingin" sembari menyodorkan cangkir tersebut.


"Anak-anak, kalian turun ya. Kasihan loh papah nya kan baru pulang kerja" ucap sang istri kepada anak-anak nya.


"Iya mah" ucap ke dua nya. Seketika saat sang mamah sudah bicara, si kembar pun tak bisa melawan apalagi membantah.


Setelah si kembar turun dari gendongan nya Rhaka pun segera saja menerima teh yang di sodorkan sang istri kepada nya. Setelah itu ia pun segera saja menyeruput nya secara perlahan sembari menghirup wangi nya aroma daun teh yang berada di dalam cangkir.


"Pah, kok tumben pulang nya agak malam. Lembur di kantor kah? " tanya sang istri.


"Gak kok mah, sebenarnya papah pulang dari kantor itu justru masih siang karena ingin mengajak kalian berdua makan di luar rencana nya, tapi... " ucap nya menggantung.


"Ayo pah" ucap si kembar yang kebetulan mendengar nya.


"Gak sekarang juga, kan ini udah malam" ucap sang papah.


"Yah, terus kapan?" ucap si kembar yang seketika memanyunkan bibir nya.


"Tapi betul kan mah" ucap nya memastikan. Ia tak ingin sang mamah membohongi nya.


"Iya, sekarang kalian main lagi sana" ucap Rara kembali. Itu sapaan dari sang suami maupun teman-teman nya dulu.


"Oke mah" jawab si sulung.


"Yuk dek, kita main ke kamar saja" ajak nya kepada sang adik.


"Ayo kak Rhe, tapi pinjam boneka beruang kakak ya" ucap sang adik yang sangat ingin meminjam boneka sang kakak.


"Ih gak ah, kan kamu juga udah punya sendiri. Sama lagi" ucap nya tak ingin meminjamkan.


"Tapi kan beda warna nya, Rhy hanya ingin boneka yang warna nya sama seperti punya kakak" ucap nya merajuk.

__ADS_1


Rhyana pun segera berlari menuju ke arah mamah dan papah nya yang sedang duduk sembari memperhatikan mereka berdua.


" Mah, tuh liat kak Rhe gak mau meminjamkan boneka yang di belikan uncle Ayi itu sama aku" ucap nya mengadu, saat sudah berada di hadapan ke dua orang tua nya.


Sang papah pun segera saja bertindak. Dan berbicara dengan nada lembut kepada sang anak bungsu nya itu.


"Kan Rhy juga sudah di belikan boneka yang sama oleh uncle Ayi kemarin. Emang boneka Rhy kemana? " tanya sang papah. Sedangkan Rhyana hanya diam saja sembari menundukkan kepala nya.


"Coba papah tanya yang tadi di jawab" ucap nya lagi.


"Ada pah, hanya saja boneka yang punya Rhy warna nya beda dengan punya kakak" ucap nya menunduk.


"Lalu, kenapa? " lanjut sang papah.


"Rhy suka warna coklat pah, seperti boneka kakak. Rhy hanya ingin pinjam sebentar saja kok" ucap nya menjelaskan.


"Yasudah, coba tanya kak Rhe lagi. Boleh tidak Rhy pinjam" masih sang papah yang berucap. Sedangkan mamah dan Rheana hanya menyimak.


"Tapi kalau seandainya tidak boleh, Rhy pun tak boleh memaksa"


"Paham kan, yang barusan papah ucapkan" ucap nya masih dengan nada yang lembut.


"Iya pah" ucap Rhyana.


Rhyana pun kembali mencoba berbicara kepada sang kakak.


"Kak Rhe, boleh ya Rhy pinjam boneka nya untuk hari ini saja" ucap nya.


"Boleh saja, asalkan kau pun mau meminjamkan aku gaun merah kesayangan mu itu" ucap Rheana.


"Ah kak Rhe" ucap nya. Seperti nya ia tidak rela.

__ADS_1


__ADS_2