FOUND YOU

FOUND YOU
Hijau


__ADS_3

Dan akhir Vidya pun memesan nya sekarang juga melalui aplikasi hijau tersebut yang bagi nya cukup murah ketimbang aplikasi ojol lain nya. Lalu setelah nya ia dan bi Yati pun segera keluar menuju ke arah parkir rumah sakit karena saat di lihat ternyata sang driver sudah dekat dengan rumah sakit nya.


Vidya pun langsung mengajak bi Yati untuk segera keluar.


"Bi, mobil nya sudah dekat. Ayo kita ke parkiran" beritahu Vidya pada bi Yati.


"Yaudah ayo non, bibi juga sudah selesai semua nya ini tinggal bawa saja" tunjuk bi Yati pada tas Vidya yang ia isi dengan barang-barang yang ia bawa dari rumah kemarin saat ingin menjaga sang nona muda nya.


"Sini bi biar Dy saja yang bawa tas nya" ucap Vidya saat melihat tas yang di bawa oleh bi Yati karena ia pun merasa kasihan seperti nya tas tersebut begitu berat.


"Tidak usah non, biar bibi saja. Lebih baik non jalan saja lebih dulu, siapa tahu driver nya bingung mencari kita" bi Yati tak ingin merepotkan sang nona muda yang baru saja sembuh dari sakit nya tak sampai hati ia menyuruh untuk membawa tas yang berat ini.


"Tidak apa bi biar Dy saja kan bibi sudah bagian membereskan tadi" Vidya tetap tak ingin melihat sang bibi yang seperti nya sangat lelah itu karena kemarin bi Yati tidur hanya beberapa jam saja dan tidur nya pun harus duduk.


"Baiklah bibi mengalah tapi jika sudah di pintu depan rumah sakit biarkan bibi saja yang bawa, kita bisa membawa nya bergantian non Dy" akhir nya bi Yati pun mengalah karena sifat sang nona muda begitu keras kepala dan kekeh jadi ia pun membiarkan nya saja.


Nanti saat di rasa sudah cukup pasti ia akan meminta nya kembali agar ia saja yang membawa nya.


Vidya dan bi Yati berjalan keluar menuju Driver ojol yang sudah menunggu nya, mereka gegas menuju pintu depan karena driver nya sudah menunggu di sana.

__ADS_1


Saat sudah bertemu dengan driver nya bi Yati dan sang nona muda nya pun langsung saja masuk ke dalam taxi online yang sudah di pesan nya itu dan mobil pun langsung melaju ke arah titik alamat yang sesuai pesanan di aplikasi hijau tersebut.


...****************...


Sementara di kantor polisi tuan Luke pun sedang berbicara dengan petugas polisi yang ia mintai tolong tentang bagaimana bertemu dengan keluarga Lizama walaupun salah satu nya juga tak apa.


"Jadi bagaimana pak Alka, apakah mereka sudah bisa di temui?" tanya tuan Luke memulai pembicaraan nya sebelum ia berlanjut menemui sang putri ke dalam sel tahanan.


"Maaf tuan, saya baru akan menghubungi keluarga mereka sekarang karena rasa nya tak pantas saja jika saya menghubungi keluarga Lizama di malam hari" ucap polisi Alka pada tuan Luke dengan nada agak sungkan.


"Baiklah, kalau begitu saya tunggu kabar baik nya dari anda pak Alka" ucap tuan Luke yang kemudian lanjut berbicara kembali.


Tuan Luke dan seorang polisi itu pun berjalan menyusuri jalan dari satu sel ke sel tahanan lain hingga akhir nya mereka sampai di tempat Lidya di tahan saat ini.


Tuan Luke yang melihat sang putri tertidur dalam posisi duduk serta tak ada alas apa pun seketika saja langsung merasakan sedih di hati nya karena sesalah apa pun Lidya, ia tetap lah putri kesayangan nya yang orang lain tak bisa menyakiti nya apalagi menindas nya.


"Sudah sampai tuan, kalau begitu saya permisi dulu untuk bertugas kembali" ucap seorang polisi teman Alka itu sedangkan tuan Luke tak merespon nya tatapan nya hanya berfokus pada sang putri yang seperti nya begitu menderita walaupun hanya semalam di penjara.


"Lidya, sayang ini ayah nak" ucap tuan Luke memanggil sang putri dari luar jeruji besi dan seperti nya sang putri masih tertidur dengan pulas hingga tak mendengar panggilan nya.

__ADS_1


Bella yang mendengar panggilan ayah dari sang sahabat pun langsung bangun membuka mata nya kemudian ia pun mencari arah sumber suara itu setelah yakin memang itu suara sang ayah dari sahabat nya, Bella pun segera membangunkan Lidya dengan menggoyangkan lengan nya serta memanggil nya.


"Li bangun, bokap loe udah datang tuh" beritahu Bella sambil masih menggoyangkan lengan Lidya namun karena Lidya terlalu lelah ia pun masih asik berada di alam mimpi nya.


Sekali lagi Bella mencoba membangunkan sang sahabat dengan menepuk bahu nya mungkin ia pikir cara itu bisa membuat Lidya sadar dari alam mimpi nya.


"Lidya bangun, bokap loe itu udah nungguin dari tadi" lagi Bella membangunkan dengan cara menepuk juga mengguncang bahu Lidya yang tidur nya macam orang pingsan.


Tak lama dari itu Lidya pun bangun karena tidur nya merasa terusik juga terganggu dengan ke berisikan sang sahabat. Saat bangun Lidya pun langsung memicingkan mata nya ke arah Bella.


"Ngapain sih Bell ini masih pagi tau, gue itu masih ngantuk ganggu aja deh" Lidya pun mengomel karena ia belum sadar sepenuh nya dari tidur nya itu.


"Li loe liat ke sana deh, siapa tuh?" ucap Bella menunjukkan dimana ada tuan Luke yang masih berdiri di luar jeruji besi yang menahan sang putri kesayangan nya dan memperhatikan tingkah mereka berdua antara sang putri dan sahabat nya.


"Ayah" Lidya pun antara percaya tak percaya jika yang ia lihat sekarang ayah nya bukan halusinasi seperti semalam, iya Lidya semalam begitu sangat berhalusinasi ia kira Bella adalah ayah tapi saat sadar ternyata itu bukan mungkin itu juga karena ia ingin sangat bebas dari dingin nya jeruji besi ini.


Sedangkan para senior tahanan yang satu sel bersama mereka hanya bisa menatap dengan pandangan sinis, karena dari semalam bagi para senior Lidya dan Bella sangat berisik sekali. Namun mereka pun tak bisa berbuat apa-apa setelah tau jika orang yang berada di luar jeruji besi itu salah satu ayah dari mereka. Para senior pun tau jika orang itu bukan orang sembarangan yang membuat para senior hanya bisa diam tak ingin mencari masalah dengan mereka.


Lidya pun bangun kemudian segera beranjak menghampiri sang ayah yang begitu ia tunggu kedatangan nya dari semalam.

__ADS_1


__ADS_2