FOUND YOU

FOUND YOU
Bertemu


__ADS_3

Mereka berdua pun sampai di pasar malam, Airin langsung mencari tempat parkir untuk motor kesayangan nya itu dengan Vidya yang masih setia di boncengan.


"Ai itu di sana saja" tunjuk Vidya kalau melihat ada tempat parkir yang kosong karena kebanyakan tempat sudah terisi penuh mungkin itu bagi yang datang dari sore sedangkan mereka datang nya malam hingga bingung mencari tempat beruntung nya Vidya melihat tentu saja Airin pun gegas langsung ke sana.


Setelah parkir mereka berdua langsung saja masuk dan yang pertama kali di tuju adalah arena permainan, Mereka berdua pun selalu bergandengan tangan agar tidak hilang salah satu nya karena begitu sangat ramai nya.


Di mulai dari naik biang lala, kemudian komedi putar, kora-kora dan masih banyak lagi yang lain nya, tak ketinggalan juga rumah hantu.


Mereka berdua begitu sangat menikmati nya, setelah lelah dari arena permainan di lanjutkan dengan ke tempat makanan untuk mengisi perut mereka yang sudah lapar, dan itu tentu saja semua Airin yang membayar nya walaupun tadi Vidya sudah menyodorkan uang yang ia punya namun Airin menolak nya.


Airin pun tahu Vidya lebih butuh uang itu karena setahu nya Airin Vidya hanya lah seorang anak pembantu yang bekerja di rumah itu dan sudah di anggap anak oleh majikan nya, ia tak tahu yang sesungguh nya.


Mereka menuju ke arah penjual jagung bakar, tentu Airin yang membeli nya.


"Dy mau makan apa?" tanya Airin sembari mata nya melihat ke sekeliling, banyak sekali penjual makanan berbagai macam.


Tiba-tiba Vidya pun menunjuk ke arah soto lamongan "Itu saja bagimana? seperti nya cocok untuk malam yang dingin seperti ini" ucap Vidya.

__ADS_1


"Yuk, let's go" Airin pun segera menarik tangan Vidya setelah sebelum nya menerima jagung bakar mereka yang telah matang dan membayar nya.


Saat sampai ternyata antrian di situ begitu ramai pembeli termasuk juga untuk yang di bungkus. "Dy gimana dong?" ujar Airin memanyunkan bibir nya.


"Lebih baik kamu cari tempat duduk dulu saja Ai, biar aku yang mengantri" ujar Vidya memberi usul.


"Tapi..." Airin menjeda ucapan sembari tatapan berkeliling "Apa kamu tidak apa-apa mengantri sendirian" lanjut nya kembali.


"Tidak apa, sudah lah dari pada nanti saat tiba giliran kita pesan tak ada tempat duduk, kita mau makan dimana?"


"Iya juga sih, oke lah kalau begitu. Aku masuk ke dalam dulu ya" pamit Airin yang akan masuk ke dalam tenda untuk duduk makan pembeli makanan di tempat itu.


Setelah itu Vidya pun mengantri seorang diri namun tiba-tiba dari arah belakang nya ia seperti terdorong oleh seseorang hingga ia pun menabrak punggung orang yang di depan nya yang sama-sama sedang mengantri juga.


" Maaf saya tidak sengaja, tadi ada anak kecil lari-larian" ujar seorang pria yang dari arah belakang nya.


"Iya tidak apa-a... " tiba-tiba Vidya menggantung ucapan nya saat melihat ke belakang orang yang sudah mendorong nya adalah guru nya yang menurut ia tidak jelas itu.

__ADS_1


"Bapak"


"Kamu" ucap mereka secara bersamaan.


"Ngapain kamu berkeliaran di sini? mana sudah malam lagi" ucap Rhayi tiba-tiba.


"Terserah saya dong" jawab Vidya santai "Bapak juga ngapain malam-malam di sini?" tanya Vidya "Mana sendirian lagi keliatan banget sih kalau bapak itu jomblo" ucap Vidya secara frontal.


"Kamu ya berani ngatain saya jomblo, kayak kamu gak sendirian aja" ujar Rhayi membalas ucapan murid nya.


Ia pun langsung sudah tak berselera untuk makan soto lamongan lagi gara-gara murid nya yang sangat menyebalkan ini salah nya juga sih kenapa langsung bertanya dia sudah punya pacar belum, emang mulut nya tidak bisa di kondisikan.


"Maaf ya pak Rhayi yang terhormat, saya di sini itu sama teman saya Airin, tuh orang lagi duduk di sana" tunjuk Vidya pada Airin yang sudah duduk manis mendapatkan kursi, tak lupa Airin pun melambaikan tangan nya pada Vidya.


"Terserah kalian lah, gara-gara ketemu kamu nih saya sudah tidak mood lagi makan soto ini" ujar Rhayi yang langsung berbalik lagi pergi.


"Aneh bener-bener aneh deh itu guru, kenapa jadi aku yang di salahin" gumam lirih Vidya seorang diri.

__ADS_1


Kemudian giliran antrian Vidya yang maju, ia pun segera saja memesan nya 2 porsi soto lamongan, 1 dengan nasi dan 1 lagi dengan lontong.


__ADS_2