
Bi Yati pun hanya geleng-geleng kepala melihat nona muda nya yang seperti nya sangat menginginkan makanan junkfood tersebut. Hingga di tidur nya saja ia langsung sadar begitu.
"Bibi kenapa, kok geleng-geleng kepala?" Vidya bertanya namun bersamaan dengan mulut nya yang menguap lalu Vidya menutup nya menggunakan tangan nya.
"Ada yang salah kah atau karena rambut Dy acak-acakan ya?" lanjut Vidya bertanya karena ia begitu heran.
"Tidak non Dy" bi Yati hanya menjawab begitu, lalu lanjut memperhatikan Vidya yang kembali menguap seperti nya kantuk nya tak mau hilang namun sang nona muda memaksakan untuk bangun.
"Lebih baik non Dy cuci muka dulu agar kantuk nya mereda atau mau bibi ambilkan air minum" bi Yati pun menyarankan kepada nona muda nya. Namun yang di ajak bicara justru mata nya kembali terpejam dalam posisi duduk hingga miring ke kiri dan hampir jatuh, beruntung nya bi Yati dengan cepat bisa menangkap nya hingga tak jadi terjatuh, Vidya sendiri pun terkejut karena tiba-tiba seperti ada yang menahan bahu nya tapi saat di lihat ternyata itu bi Yati.
"Dy ngantuk bi" ucap Vidya sembari menunjukkan deretan gigi nya.
"Yasudah kalau begitu lebih baik non Dy tidur dulu saja agar lebih segar nanti nya" lanjut bi Yati menyarankan namun Vidya menggeleng tanda bahwa ia tak mau.
"Aku mau nya makan itu" tunjuk Vidya pada bungkusan khas makanan junkfood dengan mata berbinar.
"Tapi alangkah lebih baik nya non Dy cuci muka dan cuci tangan dulu sana" kata bi Yati lalu menunjukkan arah kamar mandi.
"Baik lah bi" Vidya turun dari atas kasur nya lalu menuju kamar mandi karena kebetulan infusan nya sudah di lepas.
Saat Vidya masuk ke kamar mandi, bi Yati pun menyiapkan makanan untuk nona muda nya yang ia tata di meja tempat makan pasien.
"Woah junkfood" gumam Vidya keluar dari kamar mandi menatap ke arah meja yang sudah terhidang makanan.
__ADS_1
"Punya bibi mana" ucap Vidya saat ia sudah berada di kursi dan bersiap untuk makan.
"Bibi gak beli non, kan tadi non Dy yang pesan" sahut bi Yati.
"Kalau gitu lebih baik kita makan berdua saja bi" Vidya membagi makanan nya agar terpisah bagi 2 .
"Gak usah non, bibi gak lapar kok tadi kan sebelum keluar baru saja selesai makan" bi Yati mengingatkan Vidya, padahal itu pun sudah ada hampir 30 menit berlalu.
"Gak apa bi lebih baik bibi makan lagi temenin Dy makan" karena tak ada respon Vidya pun melanjutkan lagi.
"Ayolah bi, mau ya" Vidya pun meminta dengan mata nya yang memelas itu.
"Yaudah yuk" bi Yati mau tak mau menerima ajakan Vidya karena kalau ia tolak sang nona muda nya yang satu ini tak akan mau makan sekalipun itu makanan favorit nya.
Dan sekarang mereka bertiga berada di kantor polisi untuk pengintrogasian lebih lanjut karena Vidya dan Bella selalu berkelit jika di tanyain masalah yang terjadi. Hingga akhir nya polisi membawa serta Lexa ke kantor polisi terdekat dari mall itu yang berjarak sekitar 30 menit.
Setelah sampai di kantor polisi mereka pun di giring masuk ke dalam. Setelah 30 menit berlalu berbagai macam pertanyaan pun di sebutkan, karena Lexa menjawab dengan sejujur nya dan seada nya maka ia pun di bolehkan untuk pulang ke rumah duluan. Sedangkan 2 teman nya masih lanjut di interogasi dan akhir nya mereka pun mau tak mau mengakui kesalahan nya.
Setelah itu polisi pun meminta mereka berdua untuk menghubungi orang tua nya masing-masing dan untuk sementara sampai menunggu para orang tua mereka datang, Bella dan Lidya pun terpaksa harus mendekam di penjara dalam keadaan masih menggunakan seragam sekolah nya walaupun untuk atas nya tertutup oleh sweater namun rok nya tak bisa di sembunyikan sehingga membuat para narapidana yang berada di situ melihat mereka berdua.
Lidya pun langsung memberikan nomor sang ibu dan ayah nya pada polisi saat ia sudah berada di dalam dingin nya jeruji besi sedangkan untuk Bella ia sangat kebingungan bagaimana cara memberitahukan pada orang tua nya yang ada ia akan di marahin dan pasti ujung-ujung nya ibu dan bapak nya akan menyuruh nya menikah dengan juragan tua tetangga rumah mereka yang sudah punya istri 5 itu.
Tak bisa di bayangkan jika sampai hal itu terjadi, segera saja Bella langsung menggelengkan kepala nya dan berkata tidak dengan sangat kencang hingga membuat para polisi terkejut apalagi Lidya yang berada di samping nya itu.
__ADS_1
Lidya langsung menyenggol bahu Bella dengan sangat kencang hingga membuat Bella mengaduh.
"Sakit tau gak Li" gumam Bella sembari melirik Lidya, sedangkan para polisi pun langsung menanyakan nya.
"Maaf, ada apa ya ini kenapa dan tidak apa nya?" tanya salah satu polisi yang berada di dekat pintu sel.
"Eh, emang siapa yang bilang tidak pak?" ucap Bella yang justru menjawab nya dengan pertanyaan kembali hingga membuat 2 polisi yang berada di depan nya pun saling melirik aneh karena pikir nya Bella juga menggunakan narkoba hingga sikap nya aneh begitu.
"Nona yang ini, bisa ikut kita untuk tes urine tidak?" salah satu polisi pun menunjuk Bella sembari berucap.
"Lah, kenapa saya harus di tes urine segala ya pak, emang ada masalah apa ya pak?" Bella pun bingung sendiri.
"Kan masalah saya tentang penganiayaan loh pak" lanjut Bella lagi.
"Ikut saja dulu nona baru kita jelaskan" polisi yang satu nya pun menjawab.
"Lah, saya gimana pak?" celetuk tiba-tiba Lidya yang tak mau di tinggal sendirian.
"Untuk nona nya bisa tunggu di sini saja, lagian tidak akan lama mungkin hanya 30 menit nanti kalau kita sudah ada kabar dari orang tua nona baru kita keluarkan untuk sekarang silahkan di sini dulu" jelas polisi yang lebih tinggi pangkat nya itu.
"Tapi pak, saya tidak mau di tinggal sendirian apalagi di tempat seperti ini belum lagi lihat mereka seperti membicarakan saya" ucap Lidya sembari melirik para narapidana perempuan yang berada di dalam satu sel dengan nya itu.
"Mau ataupun tidak mau ini keharusan nona, dan untuk nona yang ini mari ikuti kita" polisi menunjuk Bella dan berucap tegas pada Lidya.
__ADS_1
Yang membuat Lidya pun hanya pasrah dan berdiri diam di dekat pintu sel setelah Bella di bawa oleh petugas untuk mengikuti nya yang entah ingin kemana ia pun tak tahu itu.