
Austin benar benar pria yang sangat gila bagaimana tidak dia seenaknya saja memutuskan 2 hari lagi acara lamarannya dengan alle,setidaknya austin mengajak alle untuk mendiskusikan bersama tentang acara lamaran tersebut,alle tidak tau apa yang akan dia katakan kepada keluarganya nanti,sebenarnya untuk masalah persetujuan alle yakin bahwa keluarganya mungkin akan menyetujuinya,meskipun nantinya akan menimbulkan kecurigaan karena terlalu mendadak,tetapi masalah yang sebenarnya adalah alle tidak terima jika ia harus mengatakan kalau dia akan menikah dengan austin,alle tidak suka dengan austin ralat sangat sangat tidak menyukai pria itu.
alle memutuskan dia akan menemui austin di apartemen laki laki itu,dia tau alamat austin ,alle ingin berbicara langsung dengan austin.
Dan dengan modal nekat sampailah alle di depan gedung apartemen yang di tinggali austin sekarang,alle ingat kamar apartemen austin,bersyukurlah dia karena mempunyai ingatan yang bagus.
Sesampainya di depan kamar apartemen austin
Allea menekan bel
Tingg
Tingg
Setelah menekan bel 3 kali akhirnya pintu kamar itu terbuka memperlihatkan austin yang memakai kaos yang pas ditubuhnya beserta celana pendek santai,dan juga rambut austin yang sedikit acak acakan,alle sedikit kagum dengan penampilan austin yang seperti itu,oh no,tapi alle langsung ingat dibalik wajah rupawan seorang austin tersimpan sifat buruk bak iblis,alle mengusir jauh jauh rasa kagumnya itu.
"Kamu?ngapain kesini"
Austin memang tidak melihat siapa yang datang dari lubang kecil yang ada di pintu kamarnya,karena austin hendak tidur ia sangat mengantuk sekarang dan tiba tiba malam malam begini alle datang ke apartemennya,sungguh wanita aneh
"Pak saya mau bicara dengan bapak"
Austin menatap alle malas ,ia tau apa yang akan dibicarakan oleh alle,sungguh wanita keras kepala
"Yaudah masuk,jangan lama lama,saya mau tidur,kamu menganggu saya,lagipula malam malam wanita seperti kamu apa tidak takut keluar sendirian??"
Alle melihat jam di hp nya jam 10
dia tidak tau kenapa dia seberani ini keluar malam malam,biasanya alle akan mengajak gina jika akan keluar,itupun keluarnya hanya disekitar komplex kontrakan mereka,bicara gina ,sahabatnya itu pasti lagi sibuk nonton drakor di kamar alle memang sengaja tidak mengajak gina karena ini memang urusannya.
"So,kamu mau ngomong apa alle"
"Pak..em sebelumnya saya minta maaf jika dari awal bertemu sampai sekarang saya ada salah sama pak austin"
__ADS_1
Austin mendengarkan ,dia tidak mengerti apa yang sebenarnya alle akan bicarakan karena tiba tiba meminta maaf kepadanya.
"Saya sadar saya salah karena sudah terlalu banyak melawan pak austin sehingga menyebabkan pak austin melakukan hal seperti ini kepada saya"
Austin mengerutkan kening nya,alle sekarang lebih terlihat seperti anak kecil yang lagi merayu ibunya untuk dibelikan es krim.
Ada maunya
Alle melihat austin yang tampak diam ,ia berfikir apakah diamnya austin karena dia marah,tapi alle akan tetap melanjutkan bicaranya.
"Jadi jika semisal saya menurut dengan pak austin,apa pak austin akan memaafkan saya?dan ..tidak jadi menikahi saya,?"
Austin tersenyum mengejek,sudah austin duga jika alle akan mengatakan itu.
"Alle alle,jadi itu alasan kamu malam malam begini datang menemui saya?"
Alle diam dia merasa sedikit malu karena austin seperti mengejeknya.
"Oke oke saya maafkan kamu,dan ..bagus kalau kamu menurut dan tidak lagi melawan saya"
"jadi bapak tidak jadi menikahi saya?"
"Wait,saya belum selesai bicara,saya sudah memaafkan kamu,so kamu harus menurut dengan saya,dan juga ..
Austin menggantung kata katannya
"Kita tetap akan menikah"
Senyuman alle hilang
Alle tidak habis pikir,dia sudah menghilangkan rasa malunya untuk berbicara seperti itu kepada austin,meskipun alle merasa tidak pernah bersalah kepada austin,tapi austin tetap saja dengan pendiriannya untuk menikah dengannya.
Alle merasa sia sia datang kemari ,alle mengerutkan kening dia kessal dengan austin
__ADS_1
"Pak saya sudah minta maaf sama bapak,tapi kenapa bapak tetap mempersulit saya"
Terdengar nada pasrah dari alle
"Kamu mungkin tidak tau saya alle,saya tidak suka merubah apa yang saya telah putuskan dari awal"
"Memang mudah buat bapak katakan,tapi tidak buat saya!
Saya tidak mau membohongi keluarga saya dengan pernikahan ini pak"
"Siapa bilang ini bohong,kita menikah sungguhan alle,kamu tinggal bilang ke orang tua kamu tentang acara lamaran dan juga rencana pernikahan kita"
"Saya tidak bisa bohong dalam urusan pernikahan pak austin"
"Ini tidak bo..
"Perasaannn!!,ini tentang perasaan kita yang bohong pak"
Suara alle melirih
"Saya tidak mencintai bapak,dan juga sebaliknya,saya tidak mau menikah dengan orang yang tidak saya cintai"
Setetes air mata keluar dari pelupuk mata alle,ia sadar sekeras apapun dia memohon kepada austin,pria di depannya ini tidak akan pernah membatalkan pernikahan itu.
Alle merasa lelah,percuma dia datang kemari dia ingin pulang tetapi ketika dia berdiri hendak pergi,tangannya ditarik oleh austin yang menyebabkan menabrak tubuh austin,alle mendongak melihat wajah austin dan saat ini posisi mereka sangat dekat,alle bisa melihat wajah austin dari dekat dan melihat mata pria itu,setelah sadar dengan kondisinya yang sangat intim ini,alle berusaha menjauh tetapi tangan austin lebih cepat menahan pinggangnya yang menjadikan dia tetap berada diposisi tadi.
"Apa yang bapak lakukan,saya mau pulang"
Alle melihat tatapan austin ,pria itu melihatnya dengan sorot dingin dan juga seperti berharap sesuatu alle tidak tau berhadapan dengan austin yang bagaimana sekarang.
Kemudian austin mengatakan sesuatu yang membuat alle tidak bisa mengatakan apapun.
"Bagaimana caranya agar kamu bisa mencintai saya?"
__ADS_1
Austin yang bagaimana lagi ini?