FOUND YOU

FOUND YOU
Hari Libur II


__ADS_3

"Tok.tok.tok, permisi bu" ucap Vidya yang kini sedang beralih mengetuk pintu kamar sangat ibu.


"Siapa?" ucap Niyah dari dalam karena ia tak mendengar suara ke dua art nya.


"Ini Vidya" Ia tak pernah menyebutkan nama panggilan nya pada sang ibu. "Mau antarkan sarapan pagi" lanjut nya sebelum di tanya kembali.


"Letakkan saja di meja samping pintu, nanti saya akan ambil sendiri"


"Baik, selamat menikmati bu"


Mereka berkomunikasi masih lewat penghalang pintu karena Niyah tak ingin jika Vidya tahu ada orang lain di dalam kamar nya apalagi sampai mengadukan nya pada suami nya.


Kalau untuk ke dua art nya masih aman, mereka masih bisa dengan nada ancaman, nah sedangkan Vidya ia pasti tetap saja akan mengadukan nya biar bagaimana pun tuan Luke tak peduli pada nya ia tetap begitu menyayangi beliau.


Setelah nya Vidya pun langkahkan kaki nya berbalik kembali menuruni tangga saat sudah melaksanakan apa yang ibu nya perintahkan.


"Gimana non?"


"Beres dong bi, bibi tenang saja tidak terjadi apa pun pada Dy kok" kala melihat wajah ke dua art nya menjadi khawatir seperti itu.


"Alhamdulillah" ucap ke dua nya bersamaan.


"Kalau begitu Dy naik ke atas lagi ya. Mau lanjut bebenah di kamar" ujar Vidya memecah keheningan karena setelah itu ke dua bibi nya pun sibuk kembali dengan pekerjaan mereka masing-masing.


***


Siang hari. Pukul 12.45.

__ADS_1


Jendra dan Niyah pun baru saja selesai mandi.


"Beb habis ini kita jalan ya" ajak Niyah yang seperti nya mulai merasa bosan terus berdiam di dalam kamar.


Hujan pun telah mereda.


Lidya dan Bella baru saja bangun. Tadi pagi setelah menyelesaikan acara sarapan nya mereka memutuskan untuk lanjut tidur kembali hingga siang baru saja sadar saat matahari menembus gorden di jendela kamar.


"Bell, kita ke mall yuk. Gabut nih gue". Mereka berbincang masih di kondisi bergelung selimut. " Atau kemana gitu, loe ada saran gak?"


"Taman aja yuk Li, siapa tau dapat gebetan cogan gue" usul Bella, ia sudah tak betah untuk menjomblo karena ia mulai bosan berteman dengan Lidya yang suka menyuruh serta mengatur ini dan itu semau nya.


"Boleh deh kali aja ada yang menarik di mata gue" ucap Lidya dengan nada semangat dan centil.


Taman biasa nya tempat untuk para muda dan mudi untuk sekedar nongkrong, olahraga atau pun main.


Karena tak hanya itu di taman juga tentu nya banyak penjual makanan dan itu sangat beraneka ragam.


Lagi dan lagi Bella pun hanya bisa menggerutu dan menghembuskan nafas nya. Tapi akhir nya dengan sangat terpaksa Bella pun membereskan kekacauan, mulai dari tempat tidur kemudian sisa sampah makanan semalam dan piring-piring sarapan pagi mulai ia tumpuk setelah semua selesai segera saja ia menyalakan ac agar keringat di tubuh nya hilang.


Tak lama kemudian Lidya pun keluar dari kamar mandi masih dengan menggunakan handuk di tubuh dan kepala nya, mungkin Lidya habis keramas.


"Sana mandi, ngapain rebahan lagi loe Bell" Bella pun terkejut karena ia baru saja memejamkan mata nya lagi. Namun tiba-tiba Lidya sudah berada tepat di hadapan nya.


"Hemmm, iya gue mandi sekarang" Bella langsung langkahkan kaki nya ke kamar mandi.


Lidya pun berganti pakaian, lalu mengeringkan rambut nya kemudian merias wajah nya agar terlihat lebih segar.

__ADS_1


Sementara Bella mandi, tapi tak lama kamar mandi pun di ketuk oleh Lidya saat di rasa ia telah menyelesaikan ritual dandan nya itu.


"Bell.. tok. tok. Bell ih lama deh, gue tinggal juga nih" ucap Lidya dengan mengetuk pintu kamar mandi dari yang halus hingga kasar seperti seorang penagih hutang.


Bella pun begitu merasa terganggu kenyamanan nya baru saja ia akan kembali terlelap di bathtub. Namun harus segera sadar kalau ia tak ingin di tinggalkan sendiri, sementara Lidya akan bersenang-senang tentu nya.


"Tunggu sepuluh menit lagi Li, gue masih mau bilas dulu" ucap Bella buru-buru lalu menuju ke shower untuk segera membilas tubuh nya yang masih penuh dengan busa sabun.


Maklum saja di rumah nya hanya ada bak mandi jadi ia tak pernah merasakan mandi di bathtub kalau bukan berteman dengan Lidya yang menurut nya begitu b**** itu.


"Cepet ih lama banget deh ngapain sih loe di dalam sana" teriak Lidya sambil duduk di kursi meja rias nya yang ia hadapkan ke pintu kamar mandi.


10 menit kemudian, Bella akhir nya keluar dari kamar mandi tapi ia sedikit terkejut ketika melihat ke arah sekeliling kamar nya yang kembali berantakan dan tak ia temukan keberadaan Lidya di kamar padahal dari tadi Lidya begitu berisik nya hingga ia pun hanya asal mandi saja.


"Mana nih anak, jangan-jangan... " pikiran Bella sudah mulai panik " Gue tinggalin lagi" lanjut nya. Tapi Bella berusaha tenang, ia pun langsung langkahkan kaki nya menuju walk in closet untuk mencari baju Lidya sekira nya cocok berada di tubuh nya itu yang menurut diri sendiri mah sudah termasuk body goals tapi tidak tahu menurut pandangan yang lain.


"Li, loe dimana" panggil Bella dengan tangan memegang knop pintu walk in closet.


"Li, please deh gak lucu masa gue di tinggal" ucap Bella lagi yang mulai manyun bibir nya itu.


"Tenang lebih baik gue ganti baju" Bella mencoba menenangkan diri nya setelah itu membuka lemari baju yang kebanyakan isi nya adalah dress pendek dan tanpa lengan karena itu favorit Lidya.


"Hah baju si Lidya banyak juga ya" Bella terkagum-kagum akan isi lemari baju yang baru ia ketahui karena selama ia menginap 2 hari ini hanya lemari baju pendek dan hotpants saja yang ia ketahui isi nya.


"Bisa kali ya gue minta satu, tapi di kasih gak ya. Kan tahu sendiri Lidya mah begitu" Bella pun menjadi bergumam-gumam seorang diri.


"Apa gue curi aja ya, mana yang ini bagus banget lagi. Gue suka banget" ucap Bella pada baju yang sedang di ambil nya dari dalam lemari tersebut.

__ADS_1


Ia selalu berandai-andai menjadi Lidya yang begitu beruntung di sayangi ayah dan juga ibu nya. Yang mau apapun tinggal minta dan menunggu sekejap langsung tersedia.


Tapi ia harus sadar siapa Bella dan siapa Lidya.


__ADS_2