
"Love, dimana kamu" Jendra pun baru saja bangun tapi di samping nya Niyah sudah tidak ada, ia mulai berpikir "Apakah suami nya yang tua bangka itu sudah datang?" gumam Jendra sembari celingukan. Jendra pun memilih beranjak dari kasur yang menurut nya sangat nyaman.
Pertama Jendra mengecek di kamar mandi dan balkon pun tapi tetap tak di temukan keberadaan Niyah, akhir nya ia memilih keluar dari kamar namun saat ia akan membuka pintu justru Niyah muncul hingga mereka pun hampir saja bertabrakan.
"Loh beb sudah bangun kah?" Niyah pun menjadi terkejut.
"Kamu dari mana saja?" bukan nya menjawab pertanyaan Niyah, Jendra justru balik bertanya lagi.
"Tadi aku ke dapur bikin cemilan buat kamu, aku kira bangun nya masih lama" ucap Niyah dengan nada yang amat sangat manis.
Padahal yang terjadi sesungguh nya, ke dua art nya yang ia suruh membuat cemilan itu.
"Love kok kamu pintar sekali masak, kan kalau begini aku makin cinta dan sayang sama kamu deh" ucap Jendra tak kalah manis nya sembari memeluk tubuh Niyah.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam kamar kembali, tak lupa pula Jendra menutup pintu nya.
__ADS_1
...****************...
Rhayi memilih untuk ke tempat nongkrong sendiri, ia sangat perlu untuk menenangkan diri atas ucapan sang ayah. Rhayi pun melajukan mobil nya dengan di temani lagu-lagu melow yang ia sukai.
"Ini kenapa macet segala sih" ketika Rhayi berhenti di lampu merah yang cukup lama.
"Apa mending gue puter balik ya" lagi ia pun mulai berpikir namun menurut nya sudah kepalang tanggung tinggal nunggu satu belokan lagi dan tinggal lurus doang.
"Bi, Dy berangkat sekarang ya" pamit Vidya menghampiri ke dua bibi nya yang ada di dapur sedang menggoreng.
"Bentar lagi bi, yaudah kalau gitu Vidya ke rumah Airin dulu ya bi. Assalamu'alaikum" sekali lagi Vidya pun berpamitan pada ke dua bibi nya dengan mencium punggung tangan kedua nya.
"Waalaikumsalam, hati-hati non Dy" ucap ke dua nya dengan bersamaan.
Setelah Vidya tak terlihat lagi mereka berdua pun melanjutkan membuat pesanan nyonya dan nona muda nya kembali. Tak lupa mereka juga berbagi tugas untuk masalah mengantar nya.
__ADS_1
Rhayi baru saja terbebas dari kemacetan setelah menunggu kurang lebih hampir 30 menitan, ia pun menjadi malas untuk melanjutkan acara nongkrong nya yang seorang diri itu.
"Gimana ya, gue udah terlanjur malas buat ke tempat biasa nya, apa gue coba keliling aja ya" Rhayi mulai berpikir ingin kemana ia melanjutkan acara nongkrong nya.
"Gimana rel, udah ada info apa?" tulis pesan tuan Luke di aplikasi hijau nya.
"Sebentar lagi pak, ketika bapak pulang akan saya jelaskan semua nya" balas Carel dengan cepat.
"Baiklah saya akan segera, tinggal 3 hari lagi" beritahu tuan Luke
"Jangan lupa kamu kumpulkan sebanyak- banyak nya itu bukti agar kita mudah untuk membongkar nya" lagi tuan Luke menambahkan
"tolong jangan sampai berita ini menyebar kemana-mana rel, kamu paham kan maksud saya" lagi tuan Luke.
"Baik Pak, akan saya jaga betul-betul sesuai keinginan bapak"
__ADS_1