FOUND YOU

FOUND YOU
Hotel


__ADS_3

"Iya loe tahu sendiri kan Bel, kalau ruangan sel ini terlalu banyak debu dan gue sangat tidak terbiasa sekali" lanjut Lidya sebelum Bella berbicara.


"Masa sih" sahut Bella kemudian ia mencoba menempelkan telapak tangan nya pada tembok sel penjara tempat mereka di tahan sekarang dan kebetulan ternyata alibi Lidya itu benar hingga membuat Bella percaya saja.


Saat Bella mencoba mengajak bicara Lidya, ia pun hanya mengangguk atau menggeleng seperti malas untuk menanggapi.


Hari pun makin larut Bella dan Lidya akhir nya tertidur dengan posisi duduk di dalam sel penjara tanpa alas tikar atau apapun itu, mereka begitu merasakan yang nama nya kedinginan.


Sementara berbeda pula dengan tuan Luke yang sudah berada di rumah nya, ia pun berusaha menghubungi sang istri yang masih tetap tak di angkat juga entah kemana itu.


Nama nya Dallen Luke berumur 47tahun, ayah dari 3 orang anak dan ia seorang pengusaha yang bersifat dingin, gila hormat serta apapun perintah nya bagi nya mutlak. Tapi walaupun demikian ia selalu menganggap hanya punya 2 orang anak saja, entah karena alasan apa 1 anak yang lain tersisihkan.


Ia pun punya seorang istri yang bernama Yusrina Zaniyah, ia berumur 45 tahun hanya selisih 2 tahun dari sang suami. Saat Niyah menikah dengan Dallen ia masih begitu muda. Ia adalah warga negara asli indonesia sedangkan sang suami sendiri merupakan dari negara irlandia yang kebetulan pada saat itu mereka bertemu di sebuah hotel karena Niyah yang bekerja di sana sebagai seorang resepsionis sedangkan Dallen saat ke sini ia sedang mencoba merintis usaha nya di indonesia hingga terjadilah mereka seperti sekarang.


Akhir nya tuan Luke pun kembali menelpon sang istri entah sudah ke berapa kali, sementara yang di telpon sedang asik memadu kasih di sebuah hotel masih di kota C juga dan itu pun terhitung jarak yang dekat dengan rumah, mungkin Niyah begitu pandai untuk menutupi aib nya itu hingga sampai sekarang tak tercium sama sekali oleh sang suami yang sangat percaya pada nya.

__ADS_1


"Ahhh,,, ayo terus baby" ucap Niyah meracau tak jelas di bawah kungkungan sang brondong nya. Namun hp nya terus berdering dan ia lupa mensilent nya hingga sangat mengganggu kegiatan nya sekarang.


"Love lebih baik kau angkat dulu panggilan itu atau kau matikan saja agar tak mengganggu waktu kita" ucap brondong tersebut yang masih terus merayap di tubuh tante-tante di bawah nya yang seperti sangat haus akan belaian dari laki-laki dan bagi nya ini sangat menguntungkan di pihak laki-laki walaupun wanita di bawah nya ini tergolong sudah cukup umur alias tua.


Brondong tersebut pun semakin gencar kala tante-tante yang di panggil dengan nama love itu begitu kepanasan hingga seperti cacing kepanasan begitu sangat tak sabaran sekali.


Saat brondong tersebut berhenti dari kegiatan nya, Niyah pun seakan tak rela dan ia sendiri yang memancing dengan menggesekkan kulit mereka berdua yang sudah setengah naked agar brondong melanjutkan acara nya.


Niyah dengan terpaksa bangun meraih hp nya yang berada di atas sofa kamar hotel nya, ia meraih nya bukan untuk mengangkat panggilan yang entah dari siapa karena ia pun tak peduli, setelah itu Niyah langsung saja mematikan hp nya menjadi non aktif agar tak ada yang mengganggu kegiatan nya sekarang yang sedang mengarungi lautan cinta kedua menurut nya karena bagi nya hanya sang brondong yang bisa memuaskan dahaga nya akan belaian. Maka dari itu ia berani membayar berapa pun itu tanpa berpikir panjang.


...****************...


Di rumah kediaman Lizama pun, mereka semua segera masuk karena bagi nya angin malam sangat tidak baik untuk kesehatan.


Dan untuk masalah kasus putri atau pun cucu mereka ia serahkan pada pihak kepolisian saja sesusai hukum yang berlaku.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke kamar masing-masing namun sebelum Rara menyusul sang suami, ia lebih dulu menghampiri ke kamar anak kembar nya hanya ingin mengecek saja.


Setelah dari kamar si kembar Rara pun langsung ke kamar nya dan ternyata sang suami sedang tidak ada di kamar, mungkin di ruang kerja pikir nya.


...****************...


Berbeda pula dengan keadaan di rumah sakit yang damai sekali karena sang nona muda sudah tertidur pulas saat ia sudah selesai makan junkfood kemudian meminum obat nya kembali.


Untuk keadaan nya pun sudah semakin membaik, Vidya sudah di rawat di rumah sakit P itu selama semalam namun bagi nya itu sangat lah lama karena ia begitu sangat tak menyukai bau obat di tambah lagi suasana rumah sakit yang menurut nya sangat ramai setiap hari nya, entah ada yang menangis karena kehilangan, entah ada ngamuk karena tak terima harus di amputasi kaki nya, atau pun hanya ada yang merenung saja di kursi panjang yang di depan kamar pasien itu bisa Vidya lihat karena ia tak menyewa ruang kamar rawat inap VIP seperti yang ada di drama atau pun novel.


Vidya hanya bisa menyewa ruang rawat inap yang tak berkelas sesuai dengan keuangan nya, itu pun sebagian uang nya bantuan dari bi Yati dan bi Yuna menggunakan tabungan mereka yang ingin di kirim ke kampung halaman untuk lebaran nanti. Namun ke dua nya tak pernah sekali pun ada ucapan yang membuat sang nona muda tak enak hati atau pun sungkan.


Bi Yati pun ikut tertidur setelah memastikan tidur sang nona muda yang sudah cukup nyaman. Walaupun ia tidur dalam ke adaan duduk namun bi Yati tak pernah sedikit pun mengeluh karena ia sangat menyayangi sang nona muda nya. Padahal nona muda sudah menyuruh nya untuk pulang saja tapi bi Yati sendiri yang tak mau dan tetap kekeh ingin menjaga nona muda nya hingga di perbolehkan pulang oleh dokter.


Pagi hari pun tiba, sinar matahari belum muncul dan masih bersembunyi. Hari juga masih begitu gelap sedangkan tuan Luke sendiri dari semalam tak bisa tertidur karena istri dan anak nya tak berada di rumah. Tuan Luke sendiri berencana akan menemui pengacara nya untuk mengurus masalah Lidya. Sementara ia sendiri akan menemui keluarga Lizama sesuai dengan perjanjian kemarin dan ini juga ia jadikan ajang agar tau mana saja bagian dari keluarga Lizama.

__ADS_1


__ADS_2