
Sementara tuan Luke di kamar pun sedang mencemaskan keadaan istri nya yang tak kunjung pulang, sudah beberapa pesan ia kirimkan dan telpon juga sudah namun tak ada tanda dari istri nya itu untuk menghubungi balik. Padahal waktu sekarang telah menunjukkan pukul setengah satu pagi namun seperti nya sekarang sang istri mulai mengabaikan pesan dari suami nya ini hingga tuan Luke menaruh kecurigaan karena tak mungkin jika menengok anak teman nya hingga pagi dini hari seperti ini.
Tuan Luke pun mencoba untuk menghubungi asisten nya walaupun mungkin akan menggangu istirahat nya namun ia tak peduli karena hati nya begitu tak tenang.
"Halo tuan, selamat pagi" jawab Carel di seberang sana masih bergelung di bawah selimut hangat nya itu namun sepagi ini ia di haruskan bangun karena mungkin atasan nya ini perlu untuk sesuatu hal yang serius.
Dan tanpa basa-basi tuan Luke pun langsung saja mengucapkan tugas untuk asisten nya. Untuk menjadi asisten pribadi sekaligus merangkap sekretaris seorang Dallen Luke tak seenak yang di lihat orang lain karena nyata nya mereka harus selalu siap sedia saat sang atasan nya itu membutuhkan nya entah di jam berapa pun atau juga di mana pun mereka berada harus selalu standby.
"Rel, coba kamu selidiki keberadaan istri saya sekaligus pantau dia mulai hari ini, saya mau tiap hari kamu laporkan apa saja yang di lakukan nya selama saya di luar kota" perintah tegas tuan Luke pada bawahan nya itu. Sedangkan Carel mendadak menjadi bingung bukan nya rumah tangga atasan nya itu terlihat baik-baik saja tapi kenapa sekarang ia harus menyelidiki istri nya.
Namun kembali lagi sebagai seorang bawahan Carel pun hanya bisa mengiyakan sekaligus melaksanakan apapun perintah dari atasan nya itu.
"Baik Pak, ada lagi?" Carel pun beranikan bertanya pada atasan nya karena ia tak ingin mengulangi pekerjaan nya itu.
Tapi tuan Luke pun tak menjawab nya melainkan langsung mematikan panggilan nya secara sepihak, hingga Carel yang masih terbaring di tempat tidur nya pun hanya bisa menarik nafas lalu kemudian ia buang secara kasar.
__ADS_1
"Nasib jadi bawahan nih, gini banget emang" oceh Carel seorang diri di tempat tidur nya lalu kemudian ia pun memilih untuk kembali memejamkan mata nya yang masih terasa berat itu.
Sedangkan bi Yati pun langsung mengantarkan makanan dan minuman yang di minta oleh nona muda nya itu menuju ke lantai atas dimana kamar nya berada. Setelah sampai bi Yati menyimpan nampan yang ada di tangan nya ke meja yang ada di samping pintu kamar tersebut.
"Tok tok tok" setelah mengetuk pintu bi Yati pun masuk karena dari dalam ada yang menyuruh nya langsung masuk saja hingga ia pun menuruti nya.
Kemudian bi Yati meletakkan makanan itu di meja yang ada di kamar Lidya lalu kembali langsung keluar karena seperti nya Lidya sedang mandi hanya terlihat Bella saja yang sedang duduk di sofa.
...****************...
Keesokan pagi nya Lidya dan Bella pun telah berangkat ke sekolah saat telah selesai sarapan sedangkan Vidya lebih memilih untuk di bekal saja sarapan nya agar ia bisa sarapan bersama Airin di kelas nanti.
"Aduhh" tiba-tiba Vidya terjatuh karena tersandung oleh tali sepatu nya sendiri yang tidak ia ikat dengan benar.
Sedangkan di belakang nya pun ada mobil yang akan masuk gerbang yang sama juga untung saja mobil tersebut tepat mengerem hanya beda sedikit lagi saja maka Vidya akan terserempet mobil nya.
__ADS_1
Mereka berdua pun sama-sama terkejut dengan apa yang hampir terjadi antara Vidya dan orang yang di dalam mobil warna merah itu.
Orang yang ada di dalam mobil itu langsung saja turun menghampiri Vidya dan mengulurkan tangan nya tanpa melihat siapa karena Vidya masih membenarkan tali sepatu nya hingga muka nya tak terlihat karena tertutup oleh rambut nya itu.
Seketika saja Vidya menengok ke arah tangan tersebut namun lagi-lagi saat ia melihat muka itu terasa begitu familiar tapi jika ia mencoba mengingat nya justru kepala nya yang mendadak pusing hingga keringat pun tiba-tiba membanjiri dahi nya itu yang mana membuat orang di depan nya menjadi panik sendiri karena kedua kali nya ia bertemu namun dengan kondisi Vidya yang seperti nya sedang sakit.
"Are you okay?" tanya orang tersebut yang sekarang ikut berjongkok di samping Vidya. Ia biarkan mobil nya di tengah-tengah gerbang karena kebetulan tak ada kendaraan yang mengantri juga di belakang nya.
Sedangkan Vidya pun tak mendengar ucapan orang tersebut, yang ia pikirkan siapa orang ini, mengapa muka nya sangat tidak asing bagi nya. Namun pertanyaan-pertanyaan itu hanya ada di dalam kepala nya tanpa menemukan jawaban nya.
Tiba-tiba saja pandangan Vidya kembali mengabur dan menjadi gelap seketika, iya Vidya sekarang pingsan untung lagi-lagi orang yang ada di samping nya sangat tepat ketika menangkap tubuh Vidya yang akan jatuh ke lantai gerbang sekolah tersebut. Kemudian orang itu pun langsung saja menggendong tubuh Vidya ala bridal style sembari menyuruh seorang security untuk memarkirkan mobil nya di parkiran sekolah karena kebetulan kunci nya pun masih berada di dalam mobil tersebut.
Orang tersebut pun terus berjalan menuju ke arah uks berada, sepanjang perjalanan banyak anak murid perempuan yang mencuri pandang pada nya dan terang-terangan untuk sekedar menatap nya tapi tak membuat langkah nya terhambat karena sekarang sekolah telah masuk bel jam pertama hingga tak ada murid yang berkeliaran di luar kelas.
Dan tentu saja ada beberapa guru wanita yang berpapasan dengan nya dan menghentikan langkah hanya sekedar untuk menatap nya tanpa berkedip namun sekali pun ia tahu ia tak peduli.
__ADS_1
Mungkin dalam hati mereka yang melihat pasti akan bilang seperti ini " Andai kalau itu aku yang di gendong oleh nya pasti akan bahagia sekali biar pun pingsan berkali-kali juga rela" kurang lebih pasti seperti itu dapat terlihat dari tatapan mata mereka ketika memandang nya.
Setelah melewati beberapa kelas akhir nya ia telah sampai di uks untuk yang kedua kali nya.