FOUND YOU

FOUND YOU
Ngambek


__ADS_3

Jendra memikirkan cara nya untuk membujuk Niyah yang telah pergi meninggalkan diri nya itu, ingin Jendra langsung mengejar nya namun sekarang ini Jendra tak mengenakan baju nya dan ia pun hanya mengenakan boxer nya saja hingga ia urungkan niat itu.


Jendra sendiri hanya bisa memukul udara karena ia tak berhasil mencegah Niyah untuk pergi hingga memilih untuk masuk kembali ke dalam kamar nya.


Sekarang Jendra pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk hanya sekedar membasahi tubuh nya, tak lama kemudian keluar untuk mengenakan pakaian nya setelah itu Jendra pun pergi untuk mengejar Niyah tak lupa ia sudah mengecek semua nya takut ada yang tertinggal di kamar setelah semua di rasa sudah di bawah Jendra pun terus menghubungi Niyah namun seperti nya Niyah sengaja tak mau mengangkat panggilan ny itu.


Baru sekarang ini Jendra melihat Niyah yang marah seperti itu, Jendra tak mau kehilangan Niyah yang sebagai atm berjalan nya itu bagaimana kalau sampai Niyah memutuskan diri nya yang ada ia harus bekerja keras kembali untuk kebutuhan hidup nya apalagi dengan kehidupan nya yang sekarang tak mungkin cukup kalau ia hanya sebagai karyawan saja.


"Please Love akan telepon nya" tulis pesan chat Jendra pada Niyah.


"Love jangan marah ya, beb minta maaf" lagi Jendra mengirim pesan chat pada Niyah namun seperti nya Niyah tak ada niatan untuk membuka pesan nya apalagi membaca nya.


Jendra bingung harus kemana untuk mencari keberadaan Niyah karena tiap mereka bertemu selalu di restaurant ataupun di mall, Jendra tak tahu sama sekali dimana alamat rumah Niyah.


Kini Jendra pun memutuskan untuk pulang saja ke kontrakan nya, memang ini kesalahan nya karena Jendra yang begitu merindukan kekasih nya itu pun lupa akan keberadaan Niyah karena semalam kekasih nya tidak bisa ia hubungi sama sekali.


Jendra pun memilih untuk naik ojol menuju ke arah kontrakan nya karena kebetulan hari ini Jendra tak ada kelas hingga ia bisa sejenak bersantai dan memikirkan cara untuk membujuk Niyah.


Setelah perjalanan kurang lebih 30 menit pun Jendra sampai di rumah kontrakan nya yang begitu sempit untuk diri nya walaupun Jendra tinggal sendiri.

__ADS_1


Setelah Jendra membayar ongkos dan memberikan helm nya ia pun langsung masuk ke dalam lalu segera saja merebahkan tubuh nya di ranjang kecil nya itu.


Tiba-tiba di pikiran Jendra pun terlintas satu nama yang bisa memberitahukan keberadaan Niyah, namun karena mata nya yang mengantuk ia pun mengurungkan nya lebih baik nanti saja sore Jendra akan temui orang itu.


Tanpa melepaskan pakaian juga sepatu yang masih ia kenakan, Jendra pun terlelap begitu saja. Sedangkan Niyah sendiri memilih untuk tidak langsung pulang ia butuh menenangkan diri nya akhir nya Niyah pergi ke restaurant teman sosialita nya itu berada yang sekaligus merangkap dengan club walaupun ini masih siang dan tentu saja club itu belum buka namun karena Niyah kenal dengan pemilik nya pun ia bebas untuk keluar masuk.


Setelah sampai Niyah segera saja turun dari taxi yang mengantarkan nya tadi, bisa saja Niyah meminta sopir nya untuk menjemput namun bukan nya ia di antarkan ke tempat tujuan justru Niyah akan di antarkan ke rumah yang langsung akan berhadapan dengan suami nya karena Niyah sadar ia telah melanggar pesan suami nya semalam dan untuk itu Niyah harus mencari alasan yang tepat agar suami nya percaya pada diri nya.


Niyah langsung masuk saja melalui pintu akses VVIP karena untuk para pelayan di situ pun sudah tahu siapa diri nya. Setelah itu Niyah pun langsung mencari keberadaan pemilik restaurant tersebut.


"Da dimana bu Asha? tanya Niyah pada asisten Asha teman nya itu.


"Yasudah tolong nanti sampaikan pada Asha kalau saya menunggu di tempat biasa nya" Niyah berucap dengan muka datar nya.


"Baik bu" sahut Daia masih dengan kesopanan nya.


...****************...


"Ai gawat" heboh salah satu teman nya di kelas .

__ADS_1


"Kenapa sih?" tanya Airin penasaran


"Gawat Ai, i.. itu.. " lagi teman Airin pun mencoba mengatur nafas nya yang tersengal-sengal karena mungkin ia habis berlari menuju kelas kebetulan juga kelas mereka belum kedatangan guru jadi semua murid masih sibuk mengobrol masing-masing bahkan ada yang duduk-duduk di luar kelas.


"Ish ngomong yang bener" Airin pun menjadi geregetan sendiri karena teman nya itu tak langsung menjelaskan nya.


"I.. tu temen loe, pingsan dan di gendong sama guru baru itu" akhir nya dengan penuh perjuangan teman sekelas mereka itu dapat menjelaskan nya yang mana langsung saja membuat Airin begitu terkejut.


"Temen gue yang mana dulu ini elah" Airin masih bertanya dengan tingkat ke kepoan nya yang mendadak tinggi namun entah mengapa Airin tak ada berpikir sama sekali bahwa yang di maksud oleh teman satu kelas nya itu adalah sahabat nya yang sedari tadi ia tunggu kehadiran nya tapi tak kunjung muncul juga.


"Coba jelasin pelan-pelan aja atau kalau gak loe mending duduk dulu sini" Airin pun berdiri dan membawa teman nya itu untuk duduk di kursi sebelah yang sedang ia duduki sekarang, setelah teman nya itu sudah lebih tenang Airin pun mencoba bertanya kembali.


"Jadi sebenar nya temen gue yang mana yang pingsan?" teman yang di tanyai pun mendadak bingung karena ia mulai berpikir emang sebenar nya Airin mempunyai berapa teman di sekolah ini karena setahu nya teman Airin hanya satu dan itu cuma Vidya seorang tak ada lagi yang lain.


Yah meskipun mungkin di sekolah nya ini banyak siswa maupun siswi yang ingin berteman dengan nya namun Airin tetap Airin, ia tak menggubris sedikit pun dan ia hanya cuek saja.


Airin yang melihat orang yang sedang ia tanyai bengong pun seketika saja langsung menepak bahu nya hingga mengakibatkan teman nya itu terkejut dengan ulah Airin.


"Woy loe ngapain, gue tanyain malah bengong lagi" Airin menjeda ucapan nya kemudian Airin pun melanjutkan lagi. "Siang-siang begini kesambet kan gak lucu loe mana ini di dekat gue lagi, awas aja loe" Airin pun agak bergidik sendiri karena Airin itu sebenar nya paling takut dengan hal mistis hingga ia

__ADS_1


__ADS_2