FOUND YOU

FOUND YOU
Bertemu


__ADS_3

Setelah Airin berbincang dengan Vidya, bi Yati dan bi Yuna, ia pun pulang karena tak terasa waktu sudah sore.


Saat Airin baru mencapai pintu ia pun berpapasan dengan Niyah yang baru saja pulang, Airin hanya tersenyum dan menunduk sopan setelah nya ia melanjutkan langkah nya untuk mencapai ke depan pintu gerbang rumah tersebut karena ke betulan sopir nya telah menunggu disana.


Airin pun langsung saja masuk ke dalam mobil nya, ia melambaikan tangan pada sahabat nya yang terlihat dari teras karena Vidya tak bisa mengantar nya hingga ke gerbang.


Airin pun paham itu melihat bagaimana cara ibu dari Lidya memandang ia dan sang sahabat pada saat berpapasan tadi dan Airin pun tak mempermasalahkan nya.


"Ayo jalan pak" Airin berkata pada sang sopir agar segera melajukan kendaraan nya.


...****************...


Tuan Luke telah sampai di restaurant tempat mereka ketemu dengan salah satu keluarga Lizama, ia pun langsung turun dan masuk ke dalam restaurant tersebut karena ongkos ojol sudah di bayar oleh sang asisten pribadi nya Carel.


Pelayan yang ada di bagian pintu masuk pun langsung menyambut nya kemudian setelah itu langsung mengantarkan menuju ke arah meja yang sudah di pesan atas nama sang asisten pribadi nya.


Saat di depan pintu dengan sigap pelayan yang bersama tuan Luke langsung membukakan pintu, setelah di rasa tuan Luke melangkah masuk pelayan menutup pintu nya kembali karena yang mereka pesan merupakan privat table atau meja VIP yang cukup kedap suara hingga orang lain tidak akan ada yang mendengar pembicaraan orang yang berada di dalam nya.


"Selamat siang pak Rhaka" sapa tuan Luke saat sudah berada di hadapan tamu yang di undang nya, ia pun mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan anak seorang pengusaha terkenal di kota ini.


Rhaka pun balik berjabat tangan dengan orang yang berada di hadapan nya.


"Siang juga pak" sahut Rhaka yang mencoba untuk membalas basa-basi dari orang yang ada di hadapan nya yang ia ketahui bernama Dallen Luke.

__ADS_1


Setelah berjabat tangan mereka berdua pun duduk berhadapan hanya di batasi meja yang berada di tengah mereka.


"Saya selaku orang tua dari Lidya meminta maaf dengan sangat atas perbuatan anak saya yang sudah keterlaluan terhadap anak kembar anda pak Rhaka" Luke pun langsung mengucapkan maksud dari pertemuan nya tanpa basa-basi lagi.


"Anda sudah tahu kan apa yang telah di perbuat anak anda kepada anak saya?" tanya Rhaka terhadap Luke di depan nya.


"Iya karena itu saya menemui anda untuk meminta maaf atas nama anak saya" ulang tuan Luke sekali lagi.


"Dan untuk itu juga saya mohon untuk anda sekeluarga untuk tidak menindak lanjuti kasus itu, kasian putri saya" lanjut tuan Luke berucap.


"Karena anda sudah berniat baik, akan saya pikirkan kembali, tapi anda sebagai ayah nya harus nya bisa mengajari anak anda agar tidak berbuat seperti itu kepada orang lain apalagi anak saya itu masih kecil. Jadi di sini siapa yang lebih kasihan pak" ucap Rhaka yang seperti nya masih kesal.


Tak lama kemudian Carel pun datang namun ia tidak di bolehkan masuk oleh seorang pelayan yang sedang berada di depan pintu privat table tersebut hingga Carel pun memilih menunggu di meja lain dekat dengan pintu ia kembali masuk tadi.


...****************...


Di rumah Niyah pun segera menghampiri Vidya yang sudah masuk ke dalam dan sedang berada di dapur.


"Heh darimana kamu, saya dengar kamu tidak pulang kemarin" ucap Niyah berada di belakang tubuh Vidya yang sedang merebus air di kompor.


"Ak.. aku kemarin sakit bu dan harus di rawat di rumah sakit" jawab Vidya yang mulai ketakutan pada sang ibu.


Karena sekali nya Niyah berucap pasti akan ada kekerasan itu sudah di rasakan Vidya dari kecil hingga menimbulkan sedikit trauma.

__ADS_1


Dan Vidya pun tidak tahu sang ibu dapat informasi dari mana tentang ia yang tidak pulang kemarin malam, padahal jelas yang tahu ia sakit hanya bi Yati dan bi Yuna saja.


Dan kata bi Yuna sang ibu pun kemarin malam tidak ada di rumah lantas mengapa ia bisa tahu, itu yang di pikirkan oleh otak kecil Vidya.


"Dasar anak tidak tahu di untung malah bengong lagi" lanjut Niyah pun berbicara dengan nada yang membuat Vidya sakit hati tetapi walaupun begitu ia tetap menyayangi sang ibu yang sudah melahirkan nya.


"Lebih baik kamu itu bersihkan kamar saya setelah itu kamu bersihkan taman depan rumah" Niyah pun berujung menyuruh Vidya layak nya pembantu.


"Dan ingat kalian berdua awas kalau ketahuan membantu anak tidak tahu di untung ini" Niyah lanjut berucap sembari melirik ke arah ke dua pembantu yang masih berdiri di depan kompor dekat Vidya.


Entah kenapa hari ini ia begitu emosi karena memikirkan bagaimana cara nya agar ia bisa membeli rumah atau pun apartemen untuk sang kekasih gelap nya itu namun Niyah belum menemukan ide untuk meminta pada sang suami.


Hingga ia pun meluapkan kekesalan beban pikiran nya pada anak yang menurut nya tidak berguna itu, karena setiap melihat dalam mata Vidya, Niyah akan selalu mengingat hari itu yang membuat nya begitu benci dan murka hingga detik ini.


Namun rahasia itu ia pendam seorang diri termasuk sang suami pun tidak mengetahui nya sudah bertahun-tahun lama nya.


Sedangkan Vidya pun hanya bisa terus menundukkan kepala nya karena ia begitu takut melihat tatapan sang ibu nya itu. Saat sesekali Vidya mencoba beranikan menengok wajah sang ibu itu pun tidak berlangsung lama.


"Dengar tidak, kamu itu tuli atau budeg dasar anak tidak guna" Niyah makin memaki Vidya karena Vidya hanya terdiam tanpa berkata sepatah kata apapun dari mulut nya itu.


"Kalau punya mulut di pakai bukan diam saja" lagi kekesalan makin menjadi saat ia melihat dua pembantu nya itu seperti nya ingin membela Vidya.


"Awas jangan coba-coba untuk membantu, kalau tidak saya pastikan kalian berdua akan segera di pecat di hari ini juga" ucap Niyah mengancam.

__ADS_1


"Iya bu, Vidya akan lakukan apa pun yang ibu suruh" ucap Vidya pada akhir nya dengan masih kepala yang ia tundukkan ke bawah dengan tangan yang saling meremas satu sama lain di belakang tubuh nya itu.


__ADS_2