
"Jadi maksud bapak menyuruh saya ke sini kenapa ya?" langsung saja pertanyaan yang ada di dalam kepala kecil nya itu ia utarakan pada yang bersangkutan.
"Apa kamu sudah punya pacar?" tanya Rhayi to the poin.
"Hah (kaget Vidya dengan muka cengo nya), gimana maksud bapak coba ulangi sekali lagi" pinta Vidya dengan berani nya pada guru baru tersebut.
"Ya begitu maksud saya" ucap Rhayi yang mendadak jadi bingung sendiri.
"Aaaa... gak jadi lah lupakan saja pertanyaan saya tadi. Sekarang kamu boleh keluar". Dan akhirnya Vidya pun keluar dari kantor Rhayi.
" Dasar guru aneh" gumam Vidya sembari menutup pintu. Samar-samar Rhayi mendengar gumaman Vidya namun ia tak mau menegur nya karena sedang terfokuskan pada pertanyaan nya yang mendadak keluar begitu saja dari mulut nya itu.
"S*** tadi gue nanya apaan lagi sama itu orang?" tanya nya pada diri sendiri.
__ADS_1
"Duh malu nya gue kalau ketemu itu murid" Jeda nya bermonolog seorang diri.
"Eee tapi ngapain juga gue malu, lah secara gue kan guru yang paling muda dan paling ganteng lagi di sekolah ini. Kan harus nya itu murid yang malu sama gue" gumam Rhayi tidak jelas .
"Udah lah mending gue keluar dari pada di dalam kantor mulu begini. Lagian kan ini tugas bisa gue bawa ke rumah buat di koreksi nanti"
Sementara itu di luar Vidya pun segera saja menghampiri sahabat nya yang sudah lama menunggu tidak jauh dari ruang guru.
Airin yang melihat Vidya sedang berjalan menghampiri nya pun ia langsung saja mendekat.
"Tunggu sampai kantin aja ya baru nanti aku jelasin" sembari tangan nya pun membawa Airin menuju ke arah kantin yang kebetulan harus melewati ruang guru kembali.
"Sekarang aja napa" Airin sedikit memaksa dengan nada merajuk.
__ADS_1
"Gak enak lah Ai takut ada yang dengar nanti" elak Vidya memberi alasan. Karena ia pun bingung ingin menjelaskan dari mana dulu.
"Iya deh, ayo jalan nya buruan nanti keburu habis lagi waktu istirahat nya. Mana ini perut demo dari tadi pula" Airin pun sedikit menggerutu sebab apapun yang menyangkut Vidya ia selalu penasaran.
Setelah melalui perdebatan di jalan akhirnya mereka berdua pun sampai di kantin, Kali ini Airin langsung menuju memesan 2 mangkok bakso dan 2 es jeruk.
"Bu bakso mercon nya 2 dan es jeruknya juga 2" kata Airin pada ibu kantin.
" Di tunggu ya neng" sahut ibu kantin. Mereka berdua pun langsung menuju ke arah meja yang ada di pojok dekat jendela.
"Ai kok gak tanya aku, main langsung pesan saja" ucap Vidya melihat Airin setelah keduanya duduk.
"Kelamaan tau kalau tanya kamu mah, pasti ujung-ujungnya gak mau juga. Lagian kalau udah begitu kan gak bisa nolak lagi" Airin pun memasang wajah tak bersalah nya.
__ADS_1
"Jadi gimana itu soal guru baru itu, kamu ada masalah apa sama dia". Vidya hanya mengedikkan bahu nya saja karena di rasa cukup malas juga membahas orang aneh itu. Mungkin itu akan jadi julukan Vidya untuk guru barunya yang kata murid lain cakep. Tapi emang menurut nya di dalam hati juga cakep namun Vidya tak mau mengakui nya.
"Sudah lah Ai tak usah bahas guru aneh itu, yang ada membuat mood aku buruk tau" ucap Vidya yang tak ingin ada pembahasan tentang guru baru.