FOUND YOU

FOUND YOU
Main


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa menit kemudian Carel mendapat balasan email dari sang asisten Rhaka Lizama, yang ia ketahui bernama Arzan saat mencari tahu lewat teman semasa kuliah nya dulu yang kebetulan juga bekerja sebagai staf di perusahaan Lizama grup itu.


Carel memberitahu kepada sang atasan nya yaitu tuan Luke bahwa pertemuan mereka kali ini hanya di beri waktu sekitar 10 menit jika mereka tidak datang maka tidak akan ada kesempatan selanjut nya begitu kira-kira yang ia bacakan dari email balasan tersebut.


Tuan Luke pun menjadi panik dan bimbang sendiri sedangkan jalanan masih cukup macet walaupun sudah mulai berjalan kendaraan mereka namun begitu lambat.


"Pak Darto bisa lebih cepat tidak bawa mobil nya, atau kalau gak mending saya turun saja di sini" ucap tuan Luke yang melampiaskan kekesalan nya pada sang sopir.


"Maaf tuan, tapi di depan sana seperti nya masih sangat macet dan kalau seandai nya kita ingin putar balik pun tidak bisa tuan karena mobil ini berada di tengah-tengah kendaraan lain" Pak Darto berucap begitu hati-hati karena tak ingin kena omelan sang tuan majikan nya lagi.


"Atau begini saja lebih baik tuan Luke naik ojol untuk sampai ke restaurant itu lagian sudah tidak jauh dari sini kok, nanti biar saya dan pak Darto segera menyusul ke sana, bagaimana tuan?" Carel sebagai sang asisten pribadi dari tuan Dallen Luke memberi saran agar pekerjaan ia tak sia-sia sudah mencoba mempertemukan sang atasan dengan anak dari pemilik perusahaan raksasa itu.


Terlihat tuan Luke menimbang saran dari Carel namun mau tak mau tidak ada pilihan lain karena kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali menurut nya.


"Baik lah kau pesankan ojol untuk saya rel" ucap tuan Luke pada akhir nya menerima usulan dari sang asisten nya itu.


Carel segera merogoh kembali saku di dalam jas yang ia kenakan guna mengambil hp nya, kemudian Carel membuka aplikasi hijau tempat ia memesan ojol yang di gunakan sejuta umat di indonesia ini.


Carel langsung saja mengetik alamat tempat tujuan kemudian di lanjutkan mengetik alamat ia sekarang berada, setelah menunggu beberapa detik akhir nya orderan nya di terima dan driver ojol pun sedang menuju ke arah titik alamat nya sekarang.

__ADS_1


"Sudah tuan, anda bisa menunggu nya nanti di depan minimarket sana" ucap Carel memberitahu dengan tangan nya menunjuk ke arah minimarket di depan setelah lampu merah ini.


"Kenapa tidak di sini saja rel, masa saya harus jalan dulu ke sana. Itu kan cukup jauh di udara yang sedang terik seperti ini" seperti nya tuan Luke pun tak ingin keluar mobil dan berjalan kaki ke arah minimarket itu yang padahal jarak nya dapat ia tempuh kurang dari 5 menit, tapi emang dasar nya orang kaya jadi seperti itu lah.


Sedangkan Carel hanya berusaha bersabar menghadapi sikap atasan nya yang semau nya itu.


"Maaf tuan, tapi jika driver ojol yang ke sini sama saja anda akan terjebak macet juga lantas untuk apa guna nya kita memesan ojol tuan" Carel yang kesal dan tak bisa menahan nya kembali pun mengeluarkan nya di hadapan sang atasan ia sudah pasrah jika memang harus di mutasi atau turun pangkat ia sudah tidak peduli toh agar sang atasan nya pun sadar.


Tuan Luke turun dari mobil nya saat ia di beritahu Carel kalau driver ojol yang ia pesan sudah dekat dengan minimarket di depan itu, dan tuan Luke pun berjalan kaki bersama asisten nya menuju ke arah titik alamat sesuai di aplikasi.


Karena Carel pun tak mungkin menunggu di mobil sedangkan sang atasan harus berjalan seorang diri, Carel cukup tahu diri sebagai bawahan hingga ia pun menunggu pak Darto nanti di minimarket depan.


Tak lama kemudian pak Darto berhasil lepas dari kemacetan dan Carel segera saja naik ke mobil. Mereka berdua menyusul sang atasan ke restaurant yang sebelum nya sudah Carel bagi tahu pada pak Darto.


...****************...


Di sisi lain Airin telah sampai di kediaman keluarga Luke, ia langsung turun dan membayar ongkos pada driver ojol tersebut kemudian langsung masuk karena kebetulan gerbang tidak di kunci dan seperti nya satpam entah tak tau sedang kemana.


Saat berada di depan pintu rumah Airin langsung saja berteriak dengan nada khas suara.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Dy, sahabatmu yang paling bawel ini datang" Airin dengan mengucapkan salam dan ia begitu percaya diri mengakui kalau ia memang bawel.


Dari arah dapur bi Yati yang mendengar suara sahabat dari nona muda nya pun langsung menuju ke arah pintu untuk membukakan nya karena kebetulan pintu di depan itu di kunci dari dalam.


"Waalaikumsalam, ayo masuk non Ai" bi Yati pun segera menjawab salam dari sang sahabat nona muda nya sembari membukakan pintu rumah nya.


"Loh bi, Dy nya mana?" Airin terkejut karena ia kira yang membukakan pintu rumah adalah Vidya sang sahabat nya yang sedikit kalem.


"Non Dy sedang istirahat di kamar nya" beritahu bi Yati. Sedangkan Airin tidak tahu dimana kamar Vidya karena kalau ia main ke sini pun hanya sekedar duduk di taman belakang tempat berkumpul para pembantu melepas lelah nya usai bekerja.


"Tunggu sebentar ya, non Ai mau langsung ke belakang saja atau mau duduk dulu di sini" ucap bi Yati menawarkan pada tamu nona muda nya.


"Aku mau langsung ke belakang saja bi kalau begitu" Airin pun langsung menuju ke belakang tempat ia biasa ngobrol bersama Vidya di kala Airin main ke rumah ini.


"Baik lah kalau gitu bibi mau ke kamar non Dy dulu, tunggu sebentar ya non Ai" bi Yati langsung menuju ke arah lantai dua di rumah ini saat sudah tidak melihat Airin berada di bagian ruang tamu.


Saat berada di depan kamar sang nona muda segera saja bi Yati mengetuk pintu.


"Tok tok tok" kala tangan bi Yati mengetuk pintu kamar nona muda nya.

__ADS_1


Sedangkan yang berada di dalam kamar sudah tertidur begitu pulas nya entah ia kelelahan ataupun memang sangat begitu ngantuk hingga ketukan pintu pun tak mengganggu tidur nya sama sekali.


__ADS_2