FOUND YOU

FOUND YOU
Curiga


__ADS_3

Niyah pun baru saja terbangun dari tidur lelap di dalam pelukan Jendra, saat Niyah mendengar hp Jendra yang bergetar di nakas samping tempat tidur mereka. Di lihat Jendra pun masih tertidur dengan memeluk tubuh nya yang masih polos tanpa sehelai benang pun kecuali selimut.


Niyah berusaha untuk menggapai hp Jendra tanpa menimbulkan suara yang nanti nya akan mengusik tidur pacar brondong nya itu, setelah berhasil ia pun segera saja melihat nya yang ternyata terdapat panggilan dari orang yang bernama my cute bear, namun saat Niyah ingin mengangkat nya justru panggilan itu telah mati hingga Niyah menjadi penasaran sendiri karena setahu nya Jendra itu laki-laki lajang yang tak terikat hubungan percintaan dengan siapa pun juga, Niyah sendiri pernah menyelidiki langsung di mana kampus Jendra berada.


Namun kenapa di kontak pacar nya ini tiba-tiba ada nama pemanggil yang membuat diri nya merasa terusik, Niyah pun mulai menaruh kecurigaan tapi ketika berpikir kembali tak mungkin pacar brondong nya yang sebaik Jendra tega menghianati nya dengan perempuan lain.


Karena hp Jendra yang memang di kunci menggunakan pola, Niyah pun tak bisa membuka nya hingga Niyah mau tak mau harus meletakkan kembali hp tersebut pada tempat nya semula yaitu nakas samping tempat tidur nya.


Niyah lebih memilih melepaskan pelukan pacar nya itu kemudian ia mengambil air putih yang berada di meja dekat ranjang mereka. Niyah menuangkan ke dalam gelas kemudian ia segera saja menenggak nya hingga tersisa separuh nya.


Kemudian Niyah pun kembali ke tempat tidur nya meringsek masuk kembali dalam pelukan Jendra meskipun hari sudah siang terlihat dengan matahari yang telah muncul ke permukaan.


Niyah tak ada niat sedikit pun untuk membuka hp nya yang sengaja ia silent dari semalam, biarlah kali ini ia menentang sang suami demi hasrat nya terpenuhi bersama pacar brondong nya, tak ada sedikit pun niat Niyah untuk selingkuh kalau saja suami nya bisa lebih memuaskan diri nya ini.

__ADS_1


Tapi semua sudah terlanjur apa mau di kata dan ia sendiri pun sudah nyaman dengan keberadaan Jendra yang sudah menemani nya beberapa bulan belakangan ini. Niyah pun lebih semangat saat sang suami ingin ke luar kota, tak ada lagi acara ngambek ataupun marah-marah tak jelas karena diri nya yang tak pernah sekali pun di ajak oleh suami nya itu.


Namun justru ia kini sangat bahagia karena apa yang tak bisa suami nya berikan sang pacar brondong nya dapat memberi walaupun ia sadar harus menukar nya dengan materi tapi bagi nya itu tak masalah toh yang bekerja mencari uang kan suami nya, ia hanya tinggal meminta namun harus dengan alasan yang jelas dan masuk akal ketika ia butuh uang tambahan maka dengan itu pasti suami nya langsung akan memberi nya.


Jendra yang terganggu dengan ulah Niyah pun langsung seketika terbangun, karena tangan Niyah yang begitu jail di bawah sana hingga membangunkan ia dan sesuatu di bawah yang mana langsung di sambut semangat oleh Niyah yang memang sengaja.


"Pagi Love" ujar Jendra dengan suara serak nya karena menahan sesuatu yang sengaja tangan jahil Niyah lakukan di bawah sana.


"Pagi juga beb" sahut Niyah yang langsung mencium bibir Jendra, memang Niyah tipe perempuan yang begitu agresif di sini.


Niyah kini justru malah bertengger di dada Jendra tangan nya yang halus itu dan Jendra pun memegang tengkuk leher Niyah agar semakin dalam dan tak lama kemudian setelah itu hp Jendra bergetar kembali yang mana membuat Jendra segera menyudahi nya walaupun ia sudah turn on namun lebih memilih untuk menggapai hp nya terlebih dahulu seperti nya itu sangat penting bagi nya di bandingkan Niyah yang sudah siap dengan muka sayu dan merah nya itu.


Niyah yang di tinggal begitu saja terkejut atas tindakan Jendra yang menurut nya aneh karena tak biasa nya begitu, Niyah pun melirik Jendra yang mengangkat telepon dengan menjauh dari ranjang menuju ke arah balkon yang ada di dalam kamar hotel tersebut.

__ADS_1


Jendra pun sesekali melihat ke arah Niyah yang masih terbaring di ranjang dengan posisi yang tak berubah dan juga tubuh nya masih tak tertutup oleh selimut.


Ingin Niyah menghampiri Jendra dan menyelidiki secara langsung namun ia takut kalau pacar brondong nya akan marah dan tak mau bersama nya lagi, Sekarang yang Niyah harap Jendra akan menyudahi acara teleponan nya itu yang entah dengan siapa karena melihat ekspresi nya Jendra begitu bahagia bahkan sesekali tawa nya terdengar.


Dengan masih posisi seperti itu namun Jendra seperti nya tak minat untuk menyentuh nya hingga Niyah pun mulai berpikir apakah ada yang salah dari tubuh nya atau ia melupakan perawatan nya hingga Jendra lebih memilih untuk teleponan.


Niyah pun memutuskan untuk bangun, ia akan menuju ke arah kamar mandi. Seperti berendam di bathtub akan lebih baik untuk merilekskan pikiran nya yang semrawut memikirkan pacar brondong nya itu dengan teka-teki baru sekarang.


Tanpa malu Niyah pun tak mengenakan sehelai benang pun di tubuh nya dan melenggang begitu saja walau Jendra melihat nya justru Niyah berharap Jendra akan segera menyusul nya dan mereka berdua melakukan hal yang panas di dalam kamar mandi seperti sebelum nya.


Tapi saat Niyah sudah di dalam kamar mandi pun Jendra tak juga muncul hingga Niyah mempercepat acara mandi nya itu dan langsung saja menyambar handuk yang berada di dalam kamar mandi tersebut.


Niyah begitu marah pada Jendra yang telah mengabaikan nya hingga ia pun langsung saja berganti baju setelah itu mengeringkan rambut nya sembari memoles wajah nya dengan make up tebal seperti biasa nya khas ala ibu-ibu sosialita.

__ADS_1


Setelah selesai semua Niyah pun mengambil tas beserta hp nya yang masih tergeletak di sofa tempat mereka semalam duduk kemudian ia langsung memakai high hils dengan mulut yang komat-kamit karena kesal terhadap Jendra.


Saat telah selesai dan mencapai pintu justru Jendra pun memeluk nya dari belakang, menahan diri nya untuk melanjutkan kegiatan yang tertunda tadi namun Niyah yang sudah terlanjur kecewa memilih untuk melepaskan pelukan tersebut dan melanjutkan langkah nya membuka pintu meninggalkan Jendra yang mematung di tempat karena ia telah melupakan keberadaan Niyah.


__ADS_2