FOUND YOU

FOUND YOU
Siuman


__ADS_3

Sementara di rumah sakit bi Yati pun masih setia menunggu sang nona muda nya yang masih betah memejamkan mata dengan damai. Bi Yati duduk di samping bed Vidya yang tadi di duduki oleh Rhayi. Lama kelamaan bi Yati seperti nya mengantuk, ia terus menerus menguap hingga mata nya seperti berair.


"Hoam, kok jadi ngantuk" gumam bi Yati.


"Tapi jangan sampai tertidur, bagaimana kalau tiba-tiba non Dy sudah sadar dan butuh sesuatu" lanjut gumaman bi Yati.


Tapi karena sang kantuk tak bisa tertahankan lagi, ia pun akhir nya tertidur juga.


Tak lama setelah bi Yati tertidur, Vidya pun mulai menujukkan kesadaran nya.


Mata Vidya pun mulai berkedip ringan untuk menyesuaikan dengan sinar cahaya yang di ruangan tersebut.


"Dimana aku sekarang?".


" Kok ruangan nya putih" gumam Vidya dalam hati sembari mengamati sekitar nya. Tiba-tiba saja tanpa sengaja tangan nya menyenggol sesuatu.


Dan Vidya pun segera melihat ke arah samping yang ternyata itu adalah bi Yati.


"Loh, kok ada bi Yati di sini" gumam Vidya pelan. Tak terasa ia pun merasakan tenggorokan nya kering dan sangat ingin minum namun ia tak bisa menggapai air yang berada di samping bed nya itu.


Vidya pun mau tak mau mencoba untuk duduk agar memudahkan nya mengambil air putih tersebut. Namun yang terjadi justru pergerakan nya itu mengganggu tidur pulas sang bibi.


"Non Dy, sudah sadar kah?" kaget sang bibi yang baru saja membuka mata nya ketika melihat Vidya yang sedang berusaha untuk duduk.


"Sini biar bibi bantu non" ucap bi Yati sembari membantu Vidya untuk duduk dan segera saja mengatur bed nya agar Vidya nyaman.


"Non Dy mau minum" ketika melihat Vidya yang fokus berusaha mengambil air putih di samping bed nya.


"Tunggu sebentar ya non, bibi ambilkan dulu" lanjut bi Yati yang langsung mengerti dengan anggukan kepala Vidya.


Setelah itu bi Yati pun segera membantu Vidya untuk meminum air putih nya.


"Makasih ya bi" ucap Vidya sembari mengangsurkan gelas nya kepada bi Yati.

__ADS_1


"Sama-sama non" ucap bibi.


"Oya bi, kenapa aku bisa ada di sini ya?" tanya Vidya.


"Bibi juga gak tau kejadian nya non, tapi yang jelas tadi pihak sekolah memberi kabar lewat telepon ke rumah yang mengabarkan kalau non Dy pingsan saat pelajaran matematika" ucap bi Yati menjelaskan.


"Terus yang bawa aku ke sini siapa bi?" Vidya lanjut bertanya.


"Yang bibi lihat tadi mah kata nya guru non Dy, tapi masih muda cakep lagi" ucap bi Yati.


"Siapa bi?, setahuku guru matematika aku itu pak Broto. Dan itu pun gendut sudah tua pula" entah kenapa Vidya tak mengingat saat kejadian sebelum ia pingsan, yang ia ingat hanya pada saat kepala nya mendadak pusing sekali setelah itu ia tak mengingat apapun lagi.


"Bibi juga kurang tau non" ucap bi Yati yang sama-sama bingung.


"Yasudah lah nanti biar aku tanyakan pada Airin saja" ucap Vidya pada akhir nya.


"Owh yaampun pasti Airin sangat khawatir sekali dengan keadaan aku sekarang" saat tiba-tiba saja Vidya mengingat Airin.


"Bibi pinjem hp nya boleh gak? " tanya Vidya.


"Yah, tidak bawa non. Gimana dong?" ucap bi Yati setelah mencari di saku baju sekaligus celana yang ia pakai.


"Yasudah tidak apa bi, nanti saja lah. Mungkin sebentar lagi juga Airin ke sini" ucap Vidya.


"Lah emang hp non Dy kemana" ucap bi Yati, karena biasa hp Vidya selalu berada di saku baju seragam sekolah nya.


"Gak tau bi, mungkin jatuh di kelas pada saat aku pingsan" ucap Vidya mencoba mengingat nya. Tapi tetap saja tak ada di ingatan nya.


"Perlu bibi pinjamkan kepada suster kah? " usul sang bibi.


"Tidak usah lah bi" ujar Vidya.


Setelah itu, tak berapa lama kemudian seorang suster pun masuk ke dalam ruangan dimana Vidya sekarang.

__ADS_1


"Gimana keadaan nya?" tanya suster tersebut kepada Vidya.


"Ada yang sakit atau keluhan pusing" lanjut sang suster sembari mengecek infusan Vidya.


"Sudah lebih baik sus, hanya saja masih sedikit pusing dan kaki aku masih sakit kenapa ya sus?" ucap Vidya sekaligus bertanya.


"Owh itu tidak apa, kalau pusing mungkin efek dari tidur nona yang kelamaan dan kalau kaki, itu karena terjadi ada nya pembengkakan" jelas suster.


"Gitu ya sus, kalau seandainya aku pulang ke rumah saja bisa tidak?" tanya Vidya ragu karena pasti ayah dan ibu nya tak mau membayar untuk biaya rumah sakit nya ini.


"Untuk itu mohon maaf, nona bisa tanyakan langsung kepada dokter nya" lanjut sang suster.


"Mungkin nanti sore dokter nya akan memeriksa lagi ke sini" kembali sang suster pun berucap.


"Kalau begitu saya permisi dulu non" pamit sang suster.


"Semoga cepat sembuh dan pulih kembali" lanjut sang suster sembari membereskan kotak peralatan nya.


"Makasih sus" ucap Vidya.


"Sama-sama, mari" setelah itu sang suster pun berlalu dari kamar Vidya. Sedangkan bi Yati hanya menyimak dari tempat duduk yang masih berada di dalam ruangan tersebut juga.


...****************...


Sementara di sekolah, Airin pun langsung saja bergegas ketika bel istirahat berbunyi ia menuju ke kantor guru untuk meminta ijin pulang, karena pikiran nya yang selalu tertuju pada keadaan Vidya.


Saat sudah sampai depan kantor guru, ia pun langsung masuk dan menemui guru piket, lalu segera saja meminta ijin dengan alasan keadaan darurat orang tua nya.


Dan sang guru pun langsung percaya begitu saja karena Airin tipe murid yang jarang sekali meminta ijin kalau tidak penting dan Airin juga bukan tipe murid yang suka bolos.


Setelah mendapatkan surat nya, Airin pun kembali lagi ke kelas nya untuk mengambil tas nya dan tas Vidya. Tak lupa juga ia memasukkan buku pelajaran Vidya yang masih berada di kolong meja nya, saat ingin beranjak tak sengaja kaki nya seperti hampir saja menginjak sesuatu, Airin segera melihat ke bawah yang ternyata itu hp Vidya yang kemungkinan jatuh tanpa sengaja.


Airin pun mengambil dan memasukkan ke dalam tas nya, setelah memastikan semua nya tak ada yang tertinggal ia segera bersiap untuk keluar dari kelas nya. Namun sial nya di depan pintu Airin di cegat oleh Lidya cs dan mau tak mau ia harus berurusan dengan mereka dulu.

__ADS_1


"Awas minggir kalian" ucap Airin yang mulai kesal.


"Kita gak akan minggir sebelum loe jawab pertanyaan kita dulu" ujar Bella. Sedangkan Lidya hanya melihat dan Lexa pun langsung masuk ke dalam kelas untuk mencari info dari adik kelas nya yang masih berada di dalam kelas.


__ADS_2