FOUND YOU

FOUND YOU
Memasak


__ADS_3

Vidya segera naik ke lantai atas menuju ke kamar nya. Setelah itu ia langsung mandi dan berganti pakaian, saat semua kegiatan rutin nya sudah ia lakukan. Vidya langsung turun kembali ke bawah menuju dapur untuk membantu para art yang sedang bersiap menyiapkan untuk makan malam, nyonya dan nona muda nya.


Walaupun Vidya merasakan kaki nya sangat sakit ketika di ajak untuk berjalan, apalagi naik dan turun tangga. Tapi tetap ia paksa kan.


Saat sudah berada di bawah, ia pun langsung menuju ke arah dapur. Dan dapat di lihat kalau semua orang di situ sedang sibuk bekerja untuk menyiapkan makan malam yang spesial, apalagi dari yang Vidya dengar kalau malam ini sang ayah akan pulang. Setelah seminggu ayah nya sibuk mengurus bisnis di kantor cabang yang ada di luar kota.


"Tap tap tap" suara Vidya yang mulai mendekati para art.


"Bi, ada yang bisa Vidya bantu gak? " tanya nya pada bi Yati yang sedang sibuk mengupas wortel, sedangkan bi Yuna sibuk menyiapkan air untuk merebus telur. Entah lah Vidya juga tak tahu mereka ingin memasak apa.


Dan untuk sang nyonya dan nona muda mereka sedang sibuk memakan salad sembari menonton televisi di ruang keluarga.


"Gak usah non Dy, lebih baik non makan dulu aja kan baru pulang juga" ucap bi Yati tanpa melihat ke arah Vidya.


"Dy gak lapar kok bi, boleh ya Dy bantu? " ucap seperti memohon. Karena kalau sampai ia ketahuan tak membantu para art tersebut ia tak akan dapat jatah untuk makan malam. Sekejam itu kah mereka? .


So, memang mereka itu kejam apalagi Lidya dan sang ayah yang tak pernah sekali pun memikirkan perasaan Vidya seperti apa selalu di perlakukan seperti babu di rumah nya sendiri.


"Yaudah kalau begitu mending non Dy kupas ini kentang setelah itu cuci bersih lalu potong membentuk kotak ya" ucap bi Yati memberikan instruksi kepada Vidya.


"Oke bi, siap Dy akan melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin" ucap nya semangat.


"Non Dy ini ada-ada saja" ucap bi Yuna yang ikut mendengarkan sembari geleng-geleng kepala.


Akhirnya mereka bertiga pun sibuk membagi tugas memasak sembari bercanda tawa dan mengobrol tentang kegiatan yang di lakukan dan di kerjakan Vidya pada saat berada di sekolah.


Bi Yati dan bi Yuna pun dengan senang hati mendengar curhatan dari Vidya, sembari sesekali mereka saling lirik pada saat tanpa sengaja Vidya menceritakan kakel nya yang suka ia perhatikan diam-diam lewat jendela.


Akhirnya setelah hampir satu jam mereka berkutat di dapur semua masakan pun jadi dan siap untuk di hidangkan di meja makan.


Diantara nya ada telur balado, capcay,ayam kecap, sambal, tempe, dan tahu pun tak ketinggalan.

__ADS_1


Hanya tinggal menunggu para majikan datang ke meja makan. Dy yang melihat itu pun hanya bisa menelan air liur nya saja, karena sebenarnya ia sangat lapar dan di tambah lagi ia harus minum obat agar rasa sakit nya bisa berkurang dan cepat sembuh.


"Sabar Dy, nanti juga pasti kamu makan walaupun tidak sekarang setidaknya tunggu beberapa jam lagi. Tidak akan lama kok" ucap nya menghibur diri sendiri.


"Non Dy mau makan sekarang? " tanya bi Yati.


"Gak kok, nanti aja aku makan bareng sama bibi" ucap nya menahan lapar.


"Bi, Dy mau kembali ke kamar dulu ya. Nanti kalau ada sesuatu panggil aja"


"Siap non".


Saat Dy berlalu dari hadapan bi Yati, barulah kelihatan kalau ia berjalan dengan agak terseok-seok.


" Non Dy" panggil nya saat melihat cara jalan nya yang pincang. Bibi pun seketika khawatir karena tadi terlalu fokus memasak jadi bibi kurang memperhatikan Vidya.


"Iya bi" jawab nya. Berbalik arah menghadap bibi kembali.


" Gak apa kok bi" jawab Vidya menunduk.


"Gak apa gimana toh, orang itu jalan nya pincang. Ayo jawab jujur pertanyaan bibi" desak nya.


"Tadi Dy jatuh dari motor bi" ucap nya pelan.


"Astaghfirullah terus gimana?, coba lihat bagian mana aja yang terluka" ucap nya semakin khawatir.


"Bibi lihat sendiri kan, Dy gak apa kok. Lagian tadi itu di tolongin sama laki-laki bi, dia itu orang nya baik banget deh"


"Mungkin kalau di perkirakan seumuran sama kakak deh bi"


"Berarti laki-laki dewasa ya" tebak bibi.

__ADS_1


"Mungkin, tapi Dy juga hanya tau nama nya saja bi"


" Yaudah coba bibi lihat dulu luka nya, habis itu coba bibi urut aja ya"


"Mau kan? "


" Iya deh bi, dari pada jalan aku begini "


Bibi dan Vidya pun menuju ke belakang. Tujuan nya yaitu kamar bibi untuk mengecek kondisi kaki Vidya yang sakit.


Setelah di periksa ternyata benar dugaan bibi, kalau kaki nona nya patah tulang dan itu harus segera di urut agar tidak terjadi bengkak.


"Yaampun non Dy sampai separah ini, gak mungkin juga kalau ini jatuh sendiri dari motor kan " interogasi bibi saat melihat luka-luka di bagian kaki Vidya yang lumayan banyak goresan hingga sangat jelas terlihat dengan kulit Vidya yang berwarna putih.


"Ayo ngaku, pasti ini karena srempetan atau tabrak lari kan " ucap sang bibi tegas.


"Iya bi, tadi itu di srempet sama mobil kak Lidya" ucap nya sangat pelan.


"Tega nya non Lidya berbuat seperti itu sama non Dy, biar bibi tegur sekarang mumpung ada nyonya dan tuan" ucap nya ingin melangkah keluar meninggalkan Vidya di kamar nya. Tapi untung saja Vidya dapat langsung mencegah nya agar tak terjadi keributan.


"Bi, gak usah ya. Nanti yang ada bibi yang di tuduh fitnah lagi" ucap Vidya.


"Tapi non, ini nama nya sudah membahayakan nyawa orang, untung saja non Dy hanya luka lecet dan patah tulang" ucap bibi yang masih merasa kesal.


"Sudah bi, gak usah di perpanjang ya. InsyaAllah Dy baik-baik saja kok" ucap nya menenangkan sang bibi.


"Yaudah untuk kali ini bibi ikutin mau nya non Dy, tapi kalau sampai kejadian yang serupa terjadi lagi. Bibi gak akan tinggal diam" ucap bi Yati yang masih merasa dongkol.


Setelah perdebatan itu Vidya dan bi Yati pun hanya duduk di kamar belakang tempat bi Yati biasa istirahat. Karena bi Yati merupakan art yang tinggal di rumah mereka sama seperti bi Yuna.


Dan untuk 2 art lain nya mereka akan pulang ketika hari sudah menunjukkan pukul 20.00 wib.

__ADS_1


"Non Dy, mau bibi buatkan bubur tidak? " ucap sang bi Yati perhatian.


__ADS_2