GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Pertanyaan tidak masuk akal


__ADS_3

Masih dengan situasi yang sama , masih dengan tatapan tajam Daniel yang tidak berubah.


Tidak lama setelah itu Daniel membuka suara.


" Claudia Ayunda , bisa anda sebutkan dengan jelas data diri anda dengan lengkap ''. Tanya Daniel .


" Baik pak". Ucap Lala.


" Maaf pak saya harus berdiri atau sambil duduk saja" . Tanya Lala dengan polos.


Alex yang melihat tidak sanggup menyembunyikan tawanya.


"Sungguh menggemaskan ". Katanya.


Daniel yang mendengar pertanyaan konyol itu pun sontak membelalakkan matanya.


" Terserah, kau mau sambil berlari pun aku tidak perduli". Ucap Daniel dengan mengerutkan keningnya.


Lala menciut lalu berdiri , saat hendak melangkah.


" Ada apa Nona ?". Tanya Alex yang merasa bingung .


" Bapak ini galak sekali ". Ucap Lala dengan wajah ketakutan.


Alex pun semakin dibuat gemas oleh tingkahnya.


" Sudah , biarkan saja Tuan Daniel memang seperti itu, tapi sebenarnya dia orang baik". Ucap Alex meyakinkan Lala. Lala mengangguk lalu maju dua langkah ke depan.


" Tidak jadi keluar". Tanya Daniel pada Lala.


Lala hanya mampu menunduk lalu menatap Alex memohon.


Alex lalu menyikut Daniel pelan sebagai kode untuk tidak keterlaluan.


" Ok Lala, perkenalkan diri mu". Alex berucap.


Dengan posisi berdiri Lala memperkenalkan dirinya dengan menggoyangkan tubuhnya persis seperti anak kecil yang sedang memperkenalkan diri di depan teman barunya.


" Nama saya Claudia Ayunda saya berumur 18 Tahun jalan 9 bulan lebih 2 hari . Saya baru lulus SMA Beberapa bulan yang lalu, saya belum pernah bekerja , tapi". Lala menjeda ucapannya.


" Tapi ". Tanya Alex bingung.


" Tapi saya membantu Ayah dan Ibu di toko sembako" . ucap Lala lagi .


Cocok seperti data yang ia baca kemarin, Alex bicara dalam hati.


Etsss. tapi suara hati Alex tidak bisa didengar orang lain ya 🤭


Selesai Lala memperkenalkan dirinya Alex melihat jam yang melingkar di tangan kirinya . Jam menunjuk ke arah angka 12 kurang 10 menit yang berarti jam istirahat segera tiba ia pun menjeda untuk beristirahat makan siang.


" Ok , baik lah Claudia Ayunda ". Kata Alex lalu di sela oleh Lala.


" Panggil Lala saja pak". Ucapnya , Alex mengangguk lalu tersenyum.


" Baik lah Lala sekarang hampir jam makan siang, kamu beristirahat lah dulu , selepas makan siang kamu datang lagi ". Ucap Alex dengan ramah.


" Baik pak, permisi". Lala berpamitan lalu keluar sambil berlari kecil.


Setelah Lala menghilang dari pendangan nya Alex tersenyum lalu berkata .

__ADS_1


"Gadis menarik".


Daniel pun melempar pena ke arahnya.


" Lex yang benar aja dia bekerja disini, cara memperkenalkan diri aja masih gemetaran". protes Daniel.


" Sudahlah kita sedang meminta maaf Nil". Alex menjawab.


Sebenarnya disini siapa bos nya . Daniel menjawab lalu bangkit dari posisi duduknya , Alex pun ikut beranjak.


_________


Nanda sedang menunggu Lala di yang masih berada di dalam ruangan . Nanda yang sedang asik dengan gadget nya mengutak-atik layar dengan senyum menghiasi bibirnya.


" Duarr,, .


Suara dan tepukan tangan Lala di pundak Nanda dengan lantang.


" Kodok lu". Teriak Nanda saking terkejutnya.


Tarik nafas huff buang.


Lala memberi instruksi sembari terkekeh.


" Astaga Lala , jantung gue mau copot La". Keluh Nanda.


" Sorry Ndut , Entar kalau copot gue pasang lagi deh " . jawab Lala sembari memamerkan senyum manis.


" Abisnya chattingan sama embeb nyampe ga inget gue". Jawab Lala yang di buat-buat seolah merajuk.


" Cekk ..


" Makanya cari gebetan, kelamaan ngejomblo sih, jadi baperan kan". Ejek Nanda menggoda .


" Ya udah yok, gue laper ni".ucap Nanda sembari memegangi perutnya.


Mereka berdua keluar dari area gedung perkantoran. Tidak terlalu jauh sih hanya 10 menit berjalan kaki.


" Bakso atau mie ayam neng". Tanya Abang penjual.


" Lu apa La, kalau gue mie ayam ". Nanda bertanya pada Lala.


" Gue bakso dong". Jawab Lala dengan alis naik turun.


" Bakso satu mie ayam satu pak, baksonya yang pedes ya pak". Ucap Nanda pada si penjual.


" Siap neng".


Nanda hafal betul dengan kebiasaan buruk Lala . Makan bakso dengan level gila, ga pernah kapok walaupun udah ngerasain tidur di ranjang rumah sakit.


Selesai acara makan siang , mereka kembali kedalam gedung.


" Nda gue masuk dulu ya , soalnya tadi belum kelar". Ucap Lala.


" Ok, gue pulang duluan gapapa ya". Pamit Nanda. Lala pun mengangguk setuju.


Nanda memang sudah selesai terlebih dahulu , jadi mau tidak mau Lala harus masuk sendiri.


______

__ADS_1


Tok tok tokk .


" Masuk".


" Permisi pak ". Ucap Lala setelah membuka pintu.


" Duduk La" . Alex memberi instruksi.


Setelah ketiganya sudah di posisi masing-masing , Alex membuka suara.


" Apa sudah bisa kita lanjutkan ". Tanya Alex , Lala pun mengangguk.


Daniel mengambil alih , dengan pandangan masih terlihat tajam , suara bariton Daniel terdengar lebih serius.


Deg deg deg deg.


Jantung Lala kembali meronta.


" Astaga astaga , jantung gue". Teriak Lala dalam diam.


sesi tanya jawab di mulai.


*


" Apa kamu tidak melanjutkan kuliah ? " . Taanya Tuan Daniel.


" Tidak pak, eh belum maksudnya".


" Kenapa? beri saya alasan yang masuk akal".


Hah apa ini termasuk pertanyaan yang masuk akal ya, jaman sekarang kalau mau kerja apa seribet ini , batin Lala bertanya.


Eehmm..


Lala menetralkan suaranya.


" Keluarga saya memang cukup mampu pak untuk membiayai sekolah saya , bahkan sampai jenjang sarjana pun masih mampu . Hanya saja saya ingin membiayai pendidikan saya sendiri dengan hasil jerih payah saya sendiri tanpa bantuan orang tua saya . Meraka sudah tua pak sudah sewajarnya saya membantu mereka , dengan cara bekerja untuk kuliah saya sendiri mungkin sedikit mewakili ". Jawab Lala tak kalah serius juga.


Daniel diam sejenak , dengan memperhatikan gaya berpakaian Lala lalu pertanyaan kedua datang.


" Apa gaya mu ini sudah pantas menjadi wanita karir" .Tanya Daniel.


Lala mengernyitkan dahinya.


Apa-apaan ini, pertanyaan macam apa lagi ini , makin ga jelas ni orang , gaya pakaian pun harus di perjelas.


Ya memang sih gaya Lala terlihat seperti anak SMA yang sedang masa orientasi.


Kemeja putih , dengan bawahan rok span setinggi lutut lebih kebawah sedikit 1 senti , dengan sepatu kets sebagian alas kakinya , tidak lupa rambut yang ia gulung tinggi bak Atlelit balerina.


Lalu ia menengok ke arah luar jendela dimana para calon pelamar menggunakan hils sedikit tinggi khas calon wanita penghuni kantor.


" Menurut saya , jika saya nyaman dengan pakaian saya kenapa tidak pak , toh yang merasa nyaman saya sendiri , jadi tidak perlu meniru selera orang lain ". Jawab Lala dengan tenang..


Setelah sesi tanya jawab yang sedikit aneh, akhirnya selesai . Lala berjalan dengan perasaan gembira.


Hhuufff, akhirnya kelar juga .


seru Lala setelah keluar dari gedung berlogo DAM GROUP .

__ADS_1


_______


Salam sayang buat teman-teman reading.


__ADS_2