GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Kau harus bertanggung jawab


__ADS_3

Waktu terus berputar , rembulan pun ikut berganti dengan cahaya mentari pagi .


Tenaga yang terkuras habis pun seketika kembali terisi penuh saat tubuh mendapat istirahat yang cukup .


Lala nampak menggeliat kecil , matanya masih terasa begitu berat namun alarm yang terpasang di ponselnya memaksa Lala untuk membuka mata .


Terasa begitu berat tubuh Lala seperti ada sesuatu yang menindihnya . Lala memutarkan kepalanya sedikit mendongak , dengan mata yang masih terasa berat Lala memicingkan matanya.


Aaaaaaa..


Teriak Lala lalu cepat menutup mulut sendiri.


" Astaga , pak Daniel". Ucap Lala pelan.


Masih belum percaya dengan apa yang ia lihat di kucek kedua mata Lala lalu menatap lekat-lekat yang ada di hadapannya. Di raba rahang kerah milik Daniel lalu menurunkan lagi tangannya yang terulur.


" Kenapa gue bisa di sini ". Ucap Lala bingung.


Sempat berdebat dengan pikirannya sendiri lalu disingkirkan nya tangan kekar yang memeluk tubuhnya.


Nampak Daniel sedikit terganggu dengan pergerakan Lala sehingga membuatnya terbangun .


" Mau kemana kamu?". Tanya Daniel tepat di belakang telinga.


Hembusan nafas hangat milik Daniel jelas terasa di leher mulusnya , sedikit menegang tubuh Lala di buatnya.


" Emm, apa bapak lupa , hari ini Lala sudah bisa bekerja lagi kan".Ucap Lala memberi alasan .


" Lala harus ke apartemen dulu mengambil pakaian kerjanya". Ucap Lala pada Daniel.


" Diam disini tunggu sampai orang Alex mengantarkan nya ke sini ". Ucap Daniel lalu mengeratkan pelukannya.


Lala berusaha melepas pelukan yang semakin kencang.


" Diam lah , jika kamu bergerak terus , kau bisa membangunkan sesuatu milik ku". Ucap Daniel serius.


Glekk.


Lala menelan ludahnya susah, bukan anak kecil lagi yang harus di beri tahu secara detail . Sudah faham dengan ucapan Daniel , Lala diam tak berani bergerak . Benar saja saat Lala tak sengaja menggeser posisinya ada sesuatu keras yang mengganjal bagian belakangnya.


" Pak". Ucap Lala takut .


" Hmmm". Ucap Daniel lalu menyusupkan kepalanya di leher mulus milik Lala.


" Gee ,, geli pak". Ucap Lala sembari menahan suaranya.


Suara tertahan Lala terdengar biasa namun lain hal dengan Daniel , suara yang Lala keluarkan semakin membuatnya mabuk .

__ADS_1


" Sudah saya bilang diam , kenapa kau masih bergerak". Ucap Daniel dengan suara serak khas bangun tidur bersatu dengan suara yang menahan sesuatu.


" Tapi pak".


" Ini mengganjal ". Ucap Lala lalu memegang benda keras untuk di singkirkan.


Daniel nampak semakin menahan sesuatu yang baru saja di pegang oleh Lala.


" Apa yang kau lakukan bocah". Ucap Daniel sembari memundurkan tubuhnya namun masih dengan memeluk erat.


" Aduhh, mmm mmmaaf pak , Lala tidak sengaja". Ucap Lala bersungguh-sungguh.


" Kauu". Ucap Daniel.


Lala bingung harus berbuat apa namun tiba-tiba.


" eemmmm".


Suara Lala terbungkam saat Daniel ******* rakus bibir ranum milik Lala.


" Kau harus bertanggung jawab". Ucap Daniel lalu melanjutkan kegiatannya.


Sedikit di tekan tengkuk leher Lala agar tidak terlepas dalam ******* nya , dengan keadaan kaget Lala melongo dan membuka mulutnya.


Tanpa pikir panjang Daniel mengekspos seluruh isi yang ada di rongga mulut milik gadis kecil di hadapannya.


" Tunggulah disini sebelum mereka datang membawa pakaian mu". Ucap Daniel lalu meninggalkan Lala menuju kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu yang dibangunkan Lala.


Hhhuuuffff.


Ucap Lala lega saat Daniel berlalu .


" Astaga , apa itu tadi ?".


" Tangan gue , tangan gue ternoda". Ucap Lala sembari memegang erat tangannya. Sedetik kemudian wajah cantiknya nampak berubah sedikit merona .


Bangkit Lala dari atas ranjang milik Daniel , meloncat cepat lalu berlari menuju kamarnya, sembari menunggu pakaiannya datang , Lala memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


______


Daniel masih mengguyur tubuhnya dengan air dingin, lama dia didalam kamar mandi sekedar untuk menuntaskan sesuatu yang bangun dari dalam dirinya .


Di pejamkan matanya sembari menikmati guyuran air yang membasahi seluruh tubuhnya .


" Lihat saja nanti gadis kecil, saya tidak akan melepaskan mu" . Ucap Daniel lalu tersenyum. Menertawai kebodohannya kerena memilih untuk membawa Lala tidur di atas ranjangnya.


Beranjak menuju walkin closet miliknya , begitu semua sudah terpasang rapih di lihatnya dari atas sampai bawah tubuhnya melalui cermin yang memantulkan tubuh yang sempura.

__ADS_1


Daniel melangkah keluar menuju ruang tamu , terlihat sudah tertata rapih makanan untuk mereka santap sebelum berangkat.


" Kenapa memasak , bukankah sudah saya bilang orang Alex akan mengantarnya". Tanya Daniel dari belakang Lala.


Lala menoleh lalu menundukkan kepalanya.


" Tidak apa-apa pak ,sembari menunggu ,Lala juga sudah selesai semua hanya mengganti pakaian saja". Ucapnya.


Daniel hanya mengangguk lalu menyantap makanan yang Lala siapkan.


Demikian dengan Lala , di masukan nya sendok dengan nasi penuh di dalamnya. Tida berselang lama bel terdengar.


Ting tong ting tong.


" Lanjutkan saja makan mu , biar saya yang membukanya". Ucap Daniel yang memang sudah selesai terlebih dahulu.


Lala hanya mengangguk mengiyakan, takut jika salah lagi .


Selesai dengan sarapannya Lala membereskan seluruh peralatan makannya lalu beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian yang sudah Daniel siapkan.


" Baju apa ini?". Ucap Lala sembari mengangkat tinggi-tinggi baju yang tersimpan di paper bag.


Baju dengan merk mahal berwarna pink beserta alas kaki yang senada dengan baju yang Daniel berikan ,nampak ragu untuk Lala kenakan.


" Kenapa dres begini sih". Ucap Lala lesu.


" Apa kau masih lama". Teriak Daniel dari luar pintu.


" sebentar pak". Ucap Lala sembari berteriak .


" ya udah lah , dari pada engga ganti". Ucapnya lalu mengganti pakaiannya.


Diputar-putar tubuh nya di depan cermin yang menampakan seluruh tubuhnya.


Dres pink setinggi lutut dengan lengan pendek berpadu dengan hils yang tidak terlalu tinggi memperlihatkan kaki kecilnya ,,. Terlihat sangat pas di tubuh mungil Lala.


" Tidak terlalu buruk". Ucap Lala lalu berlahan menuju ruang tamu dimana Daniel sudah menunggu.


_______


Salam sayang buat semua 🤍


Jangan lupa jejak likenya ❤️


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰


Tertanda : Mama kecil ❤️

__ADS_1


__ADS_2