
Waktu terus berjalan tak terasa 3 sudah Lala menjadi istri seorang Daniel Adipati Mahessa , pria tampan dengan sejuta pesona dan dingin sekaligus CEO dari DAM GROUP yang kini mampu bertekuk lutut pada gadis tengil berstatus karyawan.
Lala mondar mandir di dalam rumah yang berukuran besar, entahlah akhir-akhir ini ia sedikit sensitif ,mudah marah mudah merajuk bahkan terkadang ia menangis tanpa sebab.
Seperti kejadian 3 hari yang lalu di mana ia sedang menghadiri sebuah acara di mana dirinya kini harus ikut serta , saat Lala melihat bagaimana para teman sesama pembisnis saling menyapa , matanya mengarah pada q wanita cantik bertubuh tinggi melambai , jarinya yang lentik seolah begitu sangat menggoda .
" Heii". Ucapnya dari arah samping meja bulat.
" Heii ,. kau ada di sini?". Ucap Daniel mengulurkan tangannya.
Lala yang sejak tadi diam merasa di abaikan menyelinap pergi di balik kerumunan .
Ia berdiri di sudut ruangan membelakangi acara , Lala memandang ke arah kaca besar yang menampakkan pemandangan deretan gedung berjejer dengan lampu yang menyala .
" Lala". Panggil pria berstelan jas lengkap dengan dasi yang menggantung di lehernya.
Lala menoneh namun sayang matanya sudah terlanjur menumpahkan cairan dengan sedikit terisak .
" Kamu kenapa? apa ada yang menyakiti mu?".
" Kakak , huhuhuuu". Ucap Lala semakin kencang.
" Kemana Daniel ". Tanya Alex sembari memeluk tubuh kecil Lala .
" Daniel jahat kak , dia sibuk menggoda para gadis dan mengabaikan ku padahal aku ada di sampingnya". Ujar Lala merengek bak anak kecil di tinggal ibunya .
" Sssttt, sudah sudah , kau jangan menangis seperti ini , nanti apa kata orang urusan Daniel biar kakak yang bicara". Ucap Alex menenangkan.
Di sisi lain Daniel nampak kalang kabut menyadari sudah tidak melihat istri kecilnya yang sedari tadi mengekor .
" Astaga sayang , kau dimana". Ucapnya sembari mengelilingi ruangan.
Daniel berjalan mendekat ke arah toilet , mencari keberadaan istrinya .
" Andini, apa kau melihat istri ku?". Tanya Daniel begitu ia berpapasan dengan Andini yang baru saja keluar dari toilet.
Andini menoleh kiri kanan mencari sosok yang di maksud .
" Aku tidak melihatnya , bagaimana bisa dia hilang?". Ucap Andini keheranan.
" Tunggu , biar aku cek ke dalam". Ucapnya lagi .
Daniel mengangguk sembari menunggu Andini kembali ia merogoh gantung celananya menekan tombol angka lalu di tempelkan tepat pada daun telinganya .
" Dini , aku sudah menemukan nya". Ucap Daniel tergesa .
" Ayok". Ucap Andini lalu sedikit berlari menyesuaikan langkah Daniel.
" Sudah , kau tenang dulu ya ". Ucap Alex sembari menepuk pundak Lala yang kini tengah duduk di bangku taman belakang
________
Daniel membuka pintu kamarnya perlahan , lampu masih menyala namun tidak ada Lala di dalam.
" Sayang , kamu dimana?". Teriak Daniel mencari istrinya .
__ADS_1
" Tidak ada". Ucapnya lagi membuka pintu kamar mandi .
" Kemana dia". Ucap Daniel lalu merenggangkan dasi yang melilit lehernya lalu beranjak masuk segera membersihkan diri.
Guyuran air shower mengalir membasahi tubuh Daniel , dingin terasa sangat sejuk saat tubuhnya terbilas , tubuh lengketnya kini jauh lebih segar , di singkapnya rambut yang begitu basah bergidik seolah mengusir basah di kepalanya.
Daniel beranjak , di liriknya ranjang tidur yang masih kosong , tak ada sedikitpun tanda Lala di sana .
" Kemana dia". Ucap Daniel lagi.
Daniel berbalik menuju walkin closet miliknya , jejeran rak lemari bertingkat , beberapa lemari kaca yang terpampang , deretan baju-baju bermerk juga lemari khusus sepatu berhak juga tak luput dari perhatian.
Daniel membuka pintu lemari kayu yang menjulang , deretan baju-baju tidur miliknya juga sang istri nampak begitu rapih.
Ceklek.
" Ddduuuaarrr ". Ucap Lala mengejutkan Daniel.
'' Ahhhhh". Teriak nyaring Daniel mundur beberapa langkah lalu terduduk sembari memegangi dadanya seolah jantungnya ingin meloncat keluar dari tubuhnya.
" Haii, terkejut sayang?". Ucap Lala menggoda sembari menaik turunkan alisnya.
" Kau membuat ku ingin mati". Ucap Daniel masih dengan posisi sama .
Lala berjalan mendekat , berjongkok menyamakan tinggi dengan posisi Daniel.
" Jangan , maaf kan aku". Ucap Lala mulai menggenang air di pelupuk matanya.
" Tidak apa-apa , sudah jangan menangis". Ucap Daniel sedikit merasa bersalah .
" Iya iya , aku tidak apa ".
" Kenapa akhir-akhir ini kau sensitif sekali hmmm". Ucap Daniel dalam hati .
Cup
Ucap Daniel lalu mengecup mesra bibir ranum Lala yang entah kenapa semakin membuatnya menggila .
Di lumatnya semakin dalam bibir Lala sedikit menekan tengkuk leher jenjang mulus istrinya , suara decapan demi decapan memenuhi seluruh ruangan.
Daniel menyunggingkan senyumnya , masih dengan saling ******* Daniel mengangkat tubuh mungil Lala membawanya ke tempat yang lebih nyaman.
Lala membuka matanya , kini matanya seolah sedang mendamba meminta sentuhan lebih pada suaminya, tangannya terulur merasa setiap inci pada tubuh Daniel dan meremang lah seluruh tubuh sang empu.
" Aku menginginkan nya". Ucap Lala tanpa malu.
" Semua ini milik mu sayang, lakukan lah sesuka mu ". Ucap Daniel lalu melepas handuk yang melilit di tubuhnya.
Dan silahkan kalian merangkai kata , Mak author enggak mau ikutan 🤭🤭
Pagi menyingsing cahaya matahari menerobos masuk melalui sela jendela kaca yang tertutup gorden tipis berwarna putih , Lala mengerjapkan mata nya perlahan , mengumpulkan nyawa yang tercecer di atas ranjang.
Ingatannya kembali pada malam panjang , di singkapnya sedikit selimut tebal yang membelit tubuh polosnya wajahnya merona menengok ke arah belakang pria bertubuh tegap, mata biru menyala yang kini masih tertidur pulas sembari memeluk erat tubuhnya.
Lala meraba , melukis abstrak pada dada bidang Daniel , seolah mengukir kata-kata manis sembari tersenyum.
__ADS_1
" I love you to". Ucap Daniel sembari menutup mata , membaca setiap huruf yang di goreskan Lala di atas dada bidangnya.
" Kau sudah bangun? sejak kapan?". Ucap Lala malu-malu.
" Sejak kau memandang wajah tampan ku dan melukis di atas dada ku". Ucap Daniel gemas lalu mengecup mesra bibir Lala .
" Jangan , aku belum sikat gigi , aku juga belum mandi ". Ucap Lala melepas paksa kecupan Daniel.
" Aku akan memandikan mu". Ucap Daniel lalu mengangkat tubuh polos Lala yang kini sudah sama seperti bayi tanpa sehelai kain .
Lala memberontak namun sayang Daniel tidak memperdulikan ucapan Lala , di tutupnya pintu kamar mandi menggunakan kaki kanan nya , lalu meletakkan tubuh polos istrinya dalam bathtub lalu menyalakan air hangat untuk melepas rasa lelah dengan pergulatan semalam.
Air semakin meninggi , menenggelamkan tubuh Lala yang setengah terduduk , dengan punggung bersandar pada Daniel , bisa melimpah menutup permukaan air , Daniel menggosok tubuh Lala dengan perlahan.
" Hanya mandi bukan?".Ucap Lala menengok kebelakang.
" Aku tidak janji". Ucap Daniel jahil lalu menggerayangi punggung polos Lala .
Sstttt
Desisi Lala begitu Daniel menempelkan bibirnya tepat di belakang telinga .
" Da... Niel". Ucap Lala terbata.
" Bersuara lah , aku suka suara **** mu sayang". Ucap Daniel lagi kini tak hanya bibirnya tangannya ikut menjelajah nakal.
...Dah kalian lanjutin sendiri ya 🤭 , Mak author cuma nganter nyampe sini aja 🤭🤭....
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
Salam manis dari Mama kecil ❤️🥰
Mmmuuuaahhh 😘😘😘😘
S2 bakal nyusul ya sayangnya emak kalau banyak yang suka 🤗.
Maafkan emak baru bisa kasih kalian segini dulu 🤗🤗🤗.
Sayang Kalian semua 🤗😘😘😘🥰
_________________
Season 2 sudah di up ya .
..." **Asisten Tuan Daniel" sudah bisa mulai di baca...
Di usahakan author update setiap hari, namun untuk Minggu ini mohon maaf sebesar-besarnya mungkin tidak terlalu sering up di karenakan author masih dalam tahap pemulihan setelah beberapa hari yang lalu di rawat.
Pantau terus ya novel terbaru author
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
Salam kenal dari Mama_kecil017 🥰🥰🥰
Sayang kalian semua 🥰🥰😘**
__ADS_1