
"Terima kasih pak". Ucap Lala lalu berbalik , berjalan dengan langkah riang .
Begitu bersemangat untuk menyambut pagi hari yang indah walupun sempat sedikit lesu saat handak menuju ruangannya.
Senandung Lala lirih dengan senyum penuh yang menghiasi wajah cantiknya.
" Lala". Seru seseorang dari belakang.
Lala menoleh cepat lalu berlari menjemput wanita cantik yang memanggilnya.
" Kangen". Seru Lala masih memeluk rekan kerjanya.
" Iya, kamu kemana aja?". Tanya Ayu sembari melepas pelukannya.
" Eh , tunggu tunggu". Ucap Ayu lalu memutar tubuh Lala ,nampak sedikit tidak percaya melihat gadis pecicilan di depannya.
" Ciee, gaya baru, kemana celana jins sama kemeja berpita mu?". Tanya Ayu sedikit menggoda.
" Lala".
" Mas Doni , pak Heru". Sahut Lala melihat dua orang yang memanggilnya.
" Kamu sudah baikan ?".
" Sudah pak, maaf tidak bisa bergabung bersama kalian kemarin". Ucap Lala sedih.
" Udah ga usah sedih gitu dong , mana Lala yang ceria ". Ucap Doni menambahi.
Nampak mereka bercengkrama sebentar sebelum datang pria berkaca mata bulat , dengan tubuh sedikit gendut . Ralat ( sedikit berisi ).
" Selamat pagi semua". Ucap pria muda tersebut.
" Pagi". Ucap mereka serentak tapi tidak untuk Lala.
Nampak asing dengan siapa yang sedang berbicara , Lala menyenggol lengan Ayu mencari jawaban.
" Oh iya , kenalin La ini Arya yang gantiin kamu".Ayu memperkenalkan teman baru nya.
" Hah , gantiin gue?". Tanya Lala sekali lagi.
Lala nampak terkejut binar matanya erubah mendung , pasalnya tidak ada satupun yang memberi tahu jika dirinya sudah di mendapat pengganti .
" Gue di pecat ? kok engga ada yang kasih tahu gue sih ".
Huuaaaaa..
Lala menangis sebelum menerima jawaban. Semua yang ada di dalam ruangan nampak panik melihat Lala tiba-tiba menangis.
" Aduh , salah ngomong kayaknya ni". Ucap Ayu panik .
" Bu bukan La , Lo engga di pecat kok ". Ucap Ayu terbatah.
" Iya , Lo engga di pecat kok , cuma kita udah engga satu divisi aja". Ucap Doni menerangkan.
" Iya , kita masih bisa bertemu , tenang saja". Pak Heru menambahkan .
Sudah seperti anaknya sendiri , sikap ke ayahannya pun tidak luput dari dirinya.
Pria berumur empat puluh tahun itu terkesan lebih pengertian , tidak hanya pada Lala pada semua rekan kerjanya pun begitu.
__ADS_1
Sempat membuat kehebohan akhirnya Lala berhenti menangis dan faham jika dirinya hanya di pindah tugaskan dan ruangannya berada di lantai dua puluh delapan.
___________
Berjalan Lala menuju lift , pikirannya masih menerawang pada lantai dua puluh delapan.
" Perasaan lantai dua puluh delapan cuma ada satu deh , ehh salah dua , satu pak Alex satu lagi pak Daniel ". Ucap Lala sembari menekan angka pada lift.
Ting
Lift terbuka Lala keluar , namun bingung pintu mana yang harus ia masuki .
" Kiri kanan. Yang mana ini ". Ucap Lala frustasi.
" Dah lah gue masuk satu-satu dulu ".
Ekkhhemm.
Lala menetralkan suara dan detak jantung nya yang tiba-tiba merasa lebih Cepat.
Huff ,
" Slow La". Ucap Lala. lalu mengetuk pintu dengan hati-hati.
Tok tok tok.
Ketukan pintu membuyarkan gerakan tangan Daniel yang sedang membolak-balik undangan yang sempat ia taruh di dalam laci.
" Masuk".
" Pak ".
" Kenapa lama sekali?". Ucap Daniel lalu menatap tajam ke arah Lala.
" Apanya pak?". Tanya Lala bingung.
Daniel geram lalu tidak melanjutkan ucapannya , bisa-bisa tidak selesai menjelang sore nanti.
" Duduk , disana meja mu , dan mulai sekarang kamu bekerja di ruangan yang sama dengan saya". Ucap Daniel tegas.
Nampak Lala mengikuti perintah, ia duduk dengan perlahan . Baru saja hendak menyandarkan kepalanya di atas sandaran kursi namun sayang danii sudah dahulu memberi instruksi.
" Kita jalan sekarang''. Ucapnya lalu beranjak dari kursi putar miliknya.
" Ayo , semua jadwal ada di tablet yang ada di depan mu , nanti Alex akan mengajari secara detail".
" Keman pak?" Tanya Lala lagi .
Daniel nampak memutar tubuhnya lalu mendekat ke arah Lala, Lala mundur beberapa langkah lalu .
" Ayok pak". Ucap Lala.
" Kemana ?".
" Ya kan bapak yang ngajak, gimana sih". Ucap Lala dengan bibir sedikit maju.
Daniel menarik bibir mungil Lala dengan gemas . Lala menepis tangan Daniel dengan kasar .
" Jangan membantah jika di beri tahu ". Ucap Daniel lalu berjalan keluar.
__ADS_1
Lala tak menjawab hanya saja bibirnya bergerak komat-kamit bak membaca mantra.
Entah merutuki kesalahannya atau sedang mengumpat atasannya.
" Belum satu jam saja dia sudah berulah". Ucap Daniel dalam hati sembari menggelengkan kepalanya.
Lala hanya bisa mengekor di belakang punggung Daniel , sampai di depan lift Daniel berhenti namun sayang Lala yang masih asik dengan kekesalannya tidak melihat Daniel yang berhenti tepat di hadapannya.
Brruukk..
" Aduhh, pak kalau berhenti jangan mendadak dong". Keluh Lala sembari mengusap dahinya.
Daniel berbalik lalu menyentil dahi Lala sedikit kencang.
Tuk.
Eh gimana sih suara nya , pokoknya begitulah ya 🤭
" Kalau jalan jangan sambil menggerutu ". Ucap Daniel lalu berbalik menghadap ke depan.
Di lihat sekelilingnya Lala pun membenarkan perkataan Daniel.
Di tekannya tombol di sisi pintu , lalu Daniel masuk begitu pintu terbuka. Lala ikut masuk namun tangannya masih mengusap dahinya.
" Lain kali berjalanlah dengan benar , ini saya yang kamu tabrak , jika kamu menabrak sesuatu yang berbahaya bagaimana". Ucap Daniel lebih pelan .
" Iya pak , maaf ". Dengan sungguh-sungguh Lala berucap .
Dengan posisi tegap , Daniel bisa melihat dengan jelas wajah cantik Lala yang , hidung mancung dengan bibir kecil seperti boneka.
Daniel sedikit berfikir apa memang seharusnya dia mengutarakan.
" Sebenarnya pak Daniel ni gimana sih orangnya , kadang galak , kadang juga perhatian, ganteng sih tapi sayang belum bisa move on". Ucap Lala dalam hati nampak mengagumi sosok Presdir yang sedang berdiri bersebelahan dengan dirinya.
" Apa lagi pas dia senyum , aaaa makin nambah auranya". Lala berbicara dengan dirinya sendiri sembari tersenyum.
Mata Lala nampak fokus pada pantulan kaca yang terpampang di sisi kiri dan kanan di dalam lift , tidak sengaja matanya beradu pandang bersamaan dengan Daniel yang sedang menoleh ke arahnya.
Deg deg deg deg.
Jantung mereka berdetak seolah ada sesuatu yang membuat mereka salah tingkah.
Dengan cepat Lala menunduk setelah beberapa detik tatap matanya beradu dengan Daniel.
" Kenapa, saya ganteng ya". Ucap Daniel
Entah bagaimana bak di hipnotis Lala mengangguk membenarkan.
Daniel tersenyum melihat tingkah asisten pribadi nampak malu-malu , tidak bisa dipungkiri perasaannya pun nampak senang dengan jawaban Lala.
________
Selamat menjalankan ibadah puasa untuk yang melaksanakannya.
Mohon maaf lahir dan batin 🙏
Salam manis dari Mama kecil ❤️
Mohon dukungannya buat teman-teman semua.
__ADS_1
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.