
Jam menunjuk ke pukul enam , nampak Lala menggeliat masih dengan memejamkan matanya. Di peluknya guling berukuran besar di sisi tubuhnya .
" Eemmmm , nyaman sekali". Ucap Lala yang masih mengumpulkan nyawa yang masih berceceran.
Di raba benda dalam pelukannya .
" Kok aneh, sejak kapan gue punya boneka kek gini". Ucap Lala dengan suara parau khas bangun tidur .
Kerena penasaran , Lala membuka matanya dengan sedikit memaksa .
" Astaga , ke,, kenapa gue disini?". Tanya Lala yang masih mengingat.
" Oh iya, gue semalem nungguin pak tua disini , kenapa harus ketiduran sih". Ucap Lala dengan sangat pelan.
Daniel mendengar semua penuturan Lala sejak tiga puluh menit yang lalu Daniel sudah terbangun hanya saja pelukan Lala sangat erat maka Daniel memutuskan untuk berpura-pura tertidur .
Dengan iseng Daniel membalik tubuhnya lalu memeluk ganti tubuh Lala yang begitu mungil dan hanya menyisakan batas leher.
Sedikit senyum terukir di wajah tampan Daniel .
Lala berusaha menggeser lengan kekar Daniel secara perlahan agar tidak membangunkan Daniel , takut ketahuan jika ia memeluknya dengan sangat erat.
Di biarkan Lala pergi terlebih dahulu, begitu sudah tidak terlihat Daniel membalikkan tubuhnya lalu tersenyum puas .
" Menggemaskan " . Ucap Daniel dengan mata terbuka lebar lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Begitu selesai Daniel berjala menuju walkin closet yang bersebelahan dengan kamar mandi miliknya dengan lemari ukuran besar , berjejer kemeja setelan dengan harga mahal pastinya lengkap dengan dasi ikat pinggang serta sepatu yang tertata rapih.
Di pilihnya kemeja berwarna putih yang ia padukan dengan setelan jas berwarna navy yang senada dengan celana yang ia kenakan. Sepatu hitam mengkilap yang sudah tersusun beserta kaus kaki abu yang terletak di sisi laci sebelahnya. Jam tangan dengan merek kalangan atas dengan bahan kulit berwarna coklat yang terpasang di pergelangan tangannya semakin menambah karisma seorang presdir DAM GROUP.
Rambut yang sudah tertata rapih sedikit parfum dengan aroma maskulin tercium begitu Daniel keluar menuju meja makan.
" Pagi pak". Sapa Lala berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa.
" Selamat pagi". Ucap Daniel membalas.
" Nasi goreng?". Tanya Daniel.
" Ya, nasi goreng spesial". Ucap Lala dengan senyum merekah.
" Kenapa harus spesial , apa ada yang membuat mu bahagia pagi ini?". Tanya Daniel sedikit menyindir.
" Emmm,, bukan begitu pak , tapi". Belum sempat Lala melanjutkan perkataannya Daniel sudah memotong terlebih dahulu.
" Duduk dan nikmati sarapannya".
__ADS_1
Nampak Lala mencuri pandang ke arah Daniel, sempat terhipnotis oleh ketampanannya tiba-tiba Wajah Lala bersemu merah sembari menahan senyum saat mengingat dirinya memeluk tubuh Daniel dengan erat.
Daniel melirik ke arah Lala yang nampak malu dengan wajah yang sedikit memerah.
Jika tidak terburu-buru untuk ke kantor Daniel ingin sekali menggoda Lala namun di urungkan niatnya kerena jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan.
" saya sudah selesai , ingat jangn bukakan pintu untuk sembarang orang". Pesan Daniel lalu beranjak dari kursinya. Lala yang sedang mengunyah hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Pintar". Jawab Daniel lalu mengusap pucuk kepala Lala. Lala nampak sedikit terkejut akan prilaku Daniel .
_______
Dari arah yang berbeda nampak Allena sudah mengintai , bak penculik profesional melihat ke. sekeliling nya agar tidak ada yang mencurigai . Dilihatnya Daniel sudah menuruni lift yang membawanya ke arah lobby , bergegas Allena menyelinap masuk ke dalam lift dan menekan tombol angka Dua puluh.
" Apa itu Allena ? ". Ucap Daniel yang tidak sengaja melihat Allena yang sedikit mencurigakan.
Daniel mengikuti dari belakang tanpa sepengetahuan Allena.
" Mau kemana Nil?". Tanya Alex yang berpapasan .
" Tunggu sebentar , bayi besar mu sepertinya akan mengacau lagi". Ucap Daniel lalu meninggalkan Alex.
" Huff , dasar anak-anak sudah di bilang bersabar sebentar ". Ucap Alex lalu berjalan menuju lobby.
Duduk Alex di kursi kemudi , sembari menunggu datangnya Daniel Alex membuka pesan email dari dalam laptop nya .
Lift terbuka , Allena melangkahkan kaki dengan riang , sudah di rasa cukup aman Allena merasa senang akan menculik gadis kecil milik kakaknya .
Tangannya hendak menekan bel apartemen Daniel namun.
" Eekhhemm".
Daniel berdehem lalu menarik telinga Allena sedikit keras .
" Aaduhhh , sakit kakak". Keluh Allena mengusap telinga yang sedikit memerah.
" Apa yang kamu lakukan , pagi-pagi sudah membuat ulah". Ucap Daniel dengan kedua tangan ia lipat di atas dada.
" Ehehee, kakak, bukannya kakak sudah pergi". Tanya Allena cengengesan.
" Lalu , apa urusannya dengan mu?".
" Emmm, Allen hanya ingin berkenalan dengan Lala saja ".
" Kau sudah tahu namanya?". Tanya Daniel.
__ADS_1
Allena hanya mengangguk tidak berkata.
" Berarti sudah kenal bukan".
" Hah, kakak yang benar saja". Protes Allena sedikit merajuk .
" Pelit sekali kakak ini".Ucapnya lagi dengan bibir yang mengerucut
__________
"Kemana Daniel , kenapa belum muncul juga". Keluh Alex lalu bergegas menyusul Daniel karena waktu sudah hampir terlambat untuk menemui klien yang sudah membuat janji dari satu bulan yang lalu. Mr.Jack , pembisnis muda keturunan Korea Amerika yang sangat di tunggu kedatangan nya oleh pimpinan DAM GROUP.
Dari arah belakang Alex datang melerai , pasalnya sudah di pastikan tidak ada yang ingin mengalah jika tidak di bubarkan .
" Nil , kita sudah hampir terlambat". Ucap Alex menengah.
Di lihatnya jam di pergelangan tangannya. sudah menunjukkan pukul delapan . Tiga puluh menit sudah terbuang hanya untuk berdebat dengan adik sepupunya itu.
" Baik , kali ini aku mengalah , tapi ingat ! ". Daniel memperingati dengan jari telunjuk yang di angkat .
" Jangan membuatnya repot , dia masih harus beristirahat ". Ucap Daniel serius.
" Jangan keluar dari ruangan ini ". Ucap Daniel lagi.
" Iya iya kak " . Ucap Allena berat hati.
Alex hanya menggeleng melihat pertengkaran adik kakak di hadapannya.
" Lain kali kalau mau menculik jangan terlalu terburu-buru ". Ucap Alex berbisik .
" Penculikan yang gagal". Ucap Allena lalu menggeser tubuhnya lalu menekan bel pintu apartemen Daniel.
" Sudah , lain kali kamu bisa menculik nya lagi , tapi harus pakai strategi yang bagus". Ucap Alex berpihak pada Allena lalu mengusap rambut panjang milik Allena.
" Kakak pergi dulu , ingat pesan kak Daniel ". Ucapnya lagi .
Allena hanya mengangguk mengiyakan.
" Coba tadi dengar kata-kata kak Alex, gagal kan aksi gue". Keluh Allena sembari menunggu penghuni apartemen membuka pintu .
_______
Hai tema Mama kecil ❤️
Bagaimana kabar hari ini?
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya 🤗.
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.