
Tiga hari berlalu acara lamaran pun berjalan dengan lancar , kerabat dekat datang memberi ucapan senyum di bibir Lala tidak pernah luntur .
Daniel menyelipkan cincin di jari manisnya, dengan tatapan yang sangat mengagumi , sorotnya nampak begitu ia menyayangi gadis kecil di depannya.
" Terima kasih". Ucap Daniel
Lala mengangguk sembari tersenyum manis.
" Aku juga , terima kasih". Ucapnya.
Di pamerkan nya cincin ke duanya yang sudah berada di jari masing-masing.
Tepuk tangan terdengar meriah , suasana semakin nampak bahagia . Acara sakral pun sudah siap di tentukan , ya hanya 2 Minggu setelah mereka resmi bertunangan.
" Aku pulang dulu , besok biar ku jemput ". Ucap Daniel lalu mencium pipi cabi Lala.
" Iya , hati-hati di jalan ya , jangan ugal-ugalan kau mengerti?". Ucap Lala penuh perhatian.
" Siap nyonya''. Daniel menanggapi lalu mencium punggung tangan Lala.
" Apa aku perlu membawa pakaian kerjamu juga?".
" Emm, tidak perlu di sini masih ada kok". Lala menolak halus .
Daniel mengangguk lalu berpamitan untuk pulang Mommy juga Daddy sudah lebih dahulu pergi tinggal menyisakan Daniel berserta Alex.
Begitu selesai berpamitan dengan Lala juga orang tuanya Daniel pun pergi meninggalkan pekarangan rumah Lala. Lala melambai ke arah pergi nya mobil sport hitam milik Daniel senyum nya mengembang sembari mengusap lembut jari manis yang terpasang cincin cantik di jari manisnya lalu masuk kedalam begitu mobil Daniel hilang dalam pandangan.
" Lex , atur ulang jadwal ya , usahakan dalam beberapa minggu ini tidak begitu menyita waktu ". Ucap Daniel cepat sembari menatap ke arah Alex.
" Baik ". Alex menjawab dengan singkat.
_______
Pagi menyapa suara kicauan burung nampak menjadi khas suasana pagi , mata Lala masih terpejam namun senyum mengembang sembari bergumam.
__ADS_1
" Selamat pagi dunia ". Lala meregangkan otot tubuhnya lalu berguling di ranjang empuk berbalut selimut tebal .
Lala bangkit menuju dapur untuk membatu bi Asih untuk menyiapkan sarapan.
Benar saja di depan kulkas nampak bi asih sedang memilih bahan masakan untuk di olah hari ini sebagai menu sarapan majikannya.
" Pagi bibi". Sapa Lala begitu sampai di dekat nya.
" Ehh non Lala , pagi juga non masih pagi kenapa sudah bangun non?". Tanya bi Asih sembari mendongakkan kepalanya.
" Tidak apa-apa bi , mau bantu bi Asih aja, Lala udah lama ni ga ngerecokin bi Asih ". Ucap Lala sembari tertawa menutup mulutnya.
" Non Lala bisa aja , bilang aja mau belajar masak buat pangeran nya. Cuit cuit calon pengantin ". Bu Asih mulai menggoda.
Lala nampak malu wajah nya tersipu nampak lucu , tubuh mungilnya yang masih menggunakan pakaian tidur , rambut yang ia ikat tinggi pipi cabi yang kini sedikit berwarna pink karena ulah bi Asih.
" Ihh bibi , jangan gitu dong bi , Lala jadi malu". Ucap Lala jujur.
Ahahahaa
Daniel sudah rapi , jam menunjukkan pukul 6.05 pagi . Ia bergegas menyambar kunci mobil di atas meja dekat sofa jadwalnya pagi ini Daniel akan menjemput kekasihnya lalu membawanya ke kantor karena hari ini Lala sudah harus mulai bekerja lagi ya walaupun sejujurnya tidak masalah untuk Daniel jika Lala berhenti bekerja namun ini juga hal baik , berarti Daniel tidak berjauhan lagi dengan Lala.
Pip pip.
Lala mendengar suara mobil Daniel lalu bangkit untuk menyambut kedatangan nya.
" Yah , Ibu sebentar ya". Pamit Lala lalu beranjak dari kursinya.
" Iya" . Indah menanggapi.
Pintu di buka nampak Daniel melangkah mendekat ke arah Lala lalu mencium sayang gadisnya.
'' Kau sudah datang, kita sarapan dulu ya ". Ucap Lala menggandeng lengan Daniel.
Daniel mengangguk mengikuti langkah kecil Lala yang di balut dengan sepatu dengan tinggi 3 Senti.
__ADS_1
" Pagi Yah , Ibu". Sapa Daniel lalu mencium tangan bergantian.
" Pagi nak , jam berapa dari sana?".Tanya Indah sembari tersenyum.
" Jam 6 Bu ". Daniel menjawab dengan ramah lalu menatap ke arah tangan Lala yang menyodorkan piring berisi nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi lalu taburan bawang goreng di atasnya.
" Terima kasih". Ucap Daniel lalu mengambil alih.
" Yuk kita makan dulu".
Daniel menikmati sarapannya sarapan yang berbeda dari biasanya , kini ia duduk 1 meja dengan calon mertua nya.
Lala bangkit dri duduknya lalu sedikit merapikan bajunya , di tepuk pelan rok putih yang sedikit berkerut .
" Yah , kita jalan dulu". Ucapnya berpamitan.
Surya mengangguk lalu menatap tajam ke arah Daniel.
" Jaga dia jangan sampai dia terluka , Ayah percayakan semua dengan mu '. Lalu menepuk pundak Daniel pelan.
" Baik yah ". Ucapnya mantab.
" Kita jalan dulu". Surya mengangguk lalu berjalan mengantar sampai depan pintu .
>>>>>>
Bentar lagi Tamat ya kakak-kakak sayang🤗
Mak author mau ngucapin makasih banyak buat semua yang udah dukung dari awal sampai sekarang.
🤗🤗 sayang kalian semua
Kasih saran dong gimana bentuk undangan nya🤭 Mak author bingung ni.
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
__ADS_1
tertanda : Mama kecil ❤️