GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Kau tidak normal


__ADS_3

Matahari semakin meninggi begitu terik nampak dari gedung bertingkat berlogo DAM GROUP, Daniel masih sibuk dengan laptopnya sesekali ia mencoret kertas dengan tulisan-tulisan kecil di dalamnya.


Lala melihat pergelangan tangan pukul 12 rupanya , ia membereskan kertas yang berserakan di atas meja kerja lalu mendorong mundur kursi putar yang nampak nyaman miliknya.


Tap tap tap .


Suara khas sepatu berhak yang bersentuhan dengan lantai keramik di dalam ruangan.


" Kau tidak lelah , aku sudah lapar". Ucap Lala sembari memeluk Daniel dari samping.


Daniel mendongak lalu senyum manis tersungging di wajahnya , tangannya terulur lalu mengusap lembur pipi Lala.


" Sudah jam berapa sekarang?".


Lala mengulurkan tangan nya lalu menyodorkan tepat di depan Daniel.


" Maaf , aku terlalu sibuk . Yuk kamu mau makan di mana?". Ucap Daniel lalu bangkit dan meraih kepala Lala.


" Aku ingin makan di tempat biasa dulu aku masih sekolah". Ucap Lala dengan senyum memohon.


" Apa tidak ada tempat lain ?".


" Kau tidak mau?". Lala membalikkan badannya lalu berpura-pura merajuk.


" Bukan seperti itu sayang , aku hanya takut kamu sakit jika makan sembarangan. Hmmmm". Daniel berusaha membujuk dengan alasan.


Lala diam tak bergeming dengan ekspresi yang sama Daniel pun mengalah menyetujui.


" Baiklah , ayo kita berangkat". Ucap nya lalu menggiring keluar .


Mereka melaju menyusuri jalanan yang nampak sedikit ramai lalu berbelok sesuai instruksi Lala.


Pepohonan berjejer tak terlalu tinggi dengan daun rindang membuat jalanan terasa teduh . Mata Daniel menyapu setiap sudut jalanan yang ada lalu fokus ke atas pedagang bakso dengan gerobak beratap terpal yang cukup besar.


" Disana?" Ucap Daniel sembari menunjuk.


" Ia" . Lala mengangguk semangat , raut wajahnya berbinar dengan mulut yang sedikit terbuka seolah siap menyantap bakso yang tersusun di dalam gerobak Daniel hanya bisa tersenyum kecil.


Ya kebahagiaan tidak harus mahal , kadang kepuasan dalam diri justru sangat mengagumkan.


Lala turun dengan tergesa , tidak memperdulikan Daniel yang masih tertinggal di belakang.


" Ayok". Ucap Lala menoleh ke belakang.

__ADS_1


" Aku kira kau lupa dengan ku". Ucap nya sembari mengusap kepala Lala dengan sayang.


Lala terkekeh dengan ucapan Daniel


" Iya , aku hampir lupa tadi tapi nafas ku terengah ". Ucap Lala.


" Kenapa ? Kau sakit ? apa perlu kita ke rumah sakit'. Daniel berubah menjadi panik lalu memegang kepala , lengan juga pipi Lala bergantian.


" Bukan , tapi separuh nafasku ada di kamu , jadi aku terengah ". Ucap Lala lalu berjalan mendahului di barengi dengan wajah yang merona.


Daniel tersenyum sempurna wajahnya terasa panas dengan ucapan Lala , lalu berlari kecil mengejar langkah kecil Lala.


" Kau mulai nakal ya". Ucap Daniel setengah berteriak.


Ahahahaa , Lala tertawa riang lalu menoleh menjulurkan lidahnya .


" Wweekkk".


" Mang , makasih ya baksonya makin enak". Ucap Lala sembari menunggu Daniel membayar .


" Siap neng , eh pak ini kebanyakan". Ucapnya sembari menghitung uang merah di tangannya.


" Buat mamang saja , ini bonus dari saya karena sudah membuat makanan kesukaan nya". Ucapnya ramah.


" Wahh , makasih banyak pak , neng calon suaminya baik sekali , lancar sampai hari H ya". Ucap mang Ucup dengan gembira.


'" Wahh, beruntung sekali neng Lala , sudah cantik baik dapet calon suami kaya engga pelit lagi , kapan lagi kan dapet rejeki nomplok kaya gini , bakso 2 mangkuk sama es teh 2 gelas aja di bayar 300 ribu". Ucapnya lali lalu menyimpan uangnya di dalam laci gerobak.


Lala terus berceloteh menceritakan tentang semasa ia masih sekolah , dan hampir setiap hari mampir untuk makan bakso di tempat tadi. Ya walaupun lumayan jauh antara jarak sekolah menuju pangkalan mang Ucup.


" Lho , kita mau kemana?". Tanya Lala merasa Daniel mengambil jalan yang berbeda untuk kembali ke kantor.


" Kita akan mencoba gaun , kau lupa tinggal menghitung hari acara kita". Ucap Daniel dengan enteng.


" Tapi , kenapa tidak bilang dulu".


" Sudah tidak apa-apa , Mommy sudah mengaturnya dengan Ema". Daniel berucap lagi.


" Laki-laki setengah wanita itu?". Lala menjawab dengan polos .


" Hmmmm".


" Baik , itu tidak terlalu buruk tapi kau jangan dekat-dekat dengannya ya".Ucap Lala setengah mengancam.

__ADS_1


Daniel menoleh ke arah Lala lalu menatap lekat manik matanya.


"Kau cemburu?".


" Tidak".


" Kau cemburu?".


" Tidak Daniel , untuk apa aku cemburu dengan nya , aku jauh lebih cantik . Kecuali ". Lala menggantungkan kalimatnya lalu melirik ke arah Daniel.


" Kau tidak normal ". Lala melanjutkan kalimatnya .


Ciitt.


Daniel menekan pedal rem dengan mendadak lalu menoleh ke arah Lala matanya melotot lalu tubuhnya mendekat dan.


" Emmmhhh".


Lala berusaha melepas namun kalah dengan tenaga Daniel.


Daniel tidak perduli gadisnya memberontak ia terus ******* bibir mungil Lala dengan sedikit rakus Lala tak membalas mungkin terlalu terkejut. Di gigit pelan bibir bawah Lala lalu Daniel mengekspos seluruh isi di dalam rongga mulut Lala.


Lala memukul-mukul dada bidang Daniel , merasa nafasnya terengah Daniel pun melepas pangutan nya dan mengusap lembut bibir Lala dengan jempol tangannya.


" Apa ini masih kurang untuk membuktikan aku normal?".


Lala memajukan bibirnya dengan tak sadar , wajahnya nampak lucu dengan mata yang sedikit menyipit .


" Emmmhh". keluh Lala lagi .


" Jangan menggoda ku , kau ingat".


" Aku tidak menggoda mu tuan Daniel dan tadi , aku hanya bercanda, kenapa kau sensi sekali". Ucap Lala lagi dengan wajah cemberut .


Cup.


Daniel mengecup cepat bibir Lala lalu mengusap pucuk kepala Lala dengan sayang.


" Ya , kau harus percaya atau mau ku buktikan lebih dari ini?". Daniel sedikit menggoda .


Bluusss ,


Wajah Lala merona, " Sudah ayo jadi tidak". Lala mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Daniel mengangguk lalu melajukan mobilnya lagi dengan santai.


>>>>>>>


__ADS_2