GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Hukuman Lala


__ADS_3

" Kak , apa yang kak Alex bilang benar? ". Tanya Allena penasaran.


" Kau boleh cek besok setelah kakak dan kak Daniel berangkat". Ucap apel sembari mengelus sayang pucuk kepala Allena.


Ya Alex sedikit membujuk Allena agar mau di ajak keluar dengan menjanjikan bisa bertemu dengan Lala esok pagi saat Daniel sudah berangkat menuju kantor.


Melihat keduanya langsung terlihat sangat dekat , Maka Alex memberi tahu bahwa Lala untuk beberapa hari ke depan akan tinggal bersama Daniel.


Terdengar sedikit aneh memang , dan mungkin itu hanya alasan Daniel atau memang karena kondisi Lala yang kemarin bisa di bilang sedikit drop .


" Tapi ingat jangan beri tahu Tante Anna dahulu , kau tahu kan bagaimana kakak Daniel dulu " . Nasehat Alex pada Allena.


Allena mengangguk faham yang Alex katakan.


" Iya kak , Allen janji ".


" Emm, apa kakak tahu kalau Tante Anna sebenarnya tidak sedang kembali ke Paris?". Tanya Allena.


" Ya , kakak tahu , tapi kak Daniel tidak mengetahui nya". Ucap Alex.


" Biarkan saja , kakak mu tahu bagaimana batasannya". Ucap Alex lagi.


Allena memang sudah cukup dewasa untuk pemikiran ke arah sana , namun sifat ke kanak-kanakan nya masih sering terlihat meskipun sudah sedewasa ini , cukup cocok berteman dengan Lala yang masih sangat muda.


" Ok . Kak , Allen pulang saja ya, bsok pagi Allen ke sini lagi ". Ucap Allena dengan bergelayut di lengan Alex.


Alex mengangguk lalu mengantar sampai depan Lobby.


" Hati-hati di jalan ". Ucap Alex setelah Allena masuk ke dalam mobil.


" Iya kak . Bye kak". Ucap Allena melambaikan tangan , Alex pun membalas lalu berbalik menuju lift.


________


Sementara di dalam apartemen di lantai dua puluh , terlihat dua orang yang sedang berdebat karena berbeda pendapat.


" Bapak , Lala sudah sembuh , besok Lala mau ke kantor ya ". Ucap Lala memohon karena seharian di kurung tanpa melakukan apa-apa.


" Tidak , besok libur sehari lagi ". Ucap Daniel memutuskan.


" Satu hari . Hah , lumayan lah dari pada gue di sini persis anak ayam dalam sangkar".


" Ok". Ucap Lala lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Daniel menerima uluran tangan Lala lalu .


Grepp .


" Pak, bapak mau apa". Ucap Lala sembari menutup mulutnya menggunakan kedua tangan.


Masih sangat terkejut kejadian tadi pagi , dan Lala mengantisipasi kejadian itu lagi.


" Apa kau pikir saya akan mencium mu lagi?". Tanya Daniel sembari tersenyum mengerikan.


" Buu bukan maksud Lala begitu". Ucap Lala lalu menurunkan tangannya.


" Hemmppp".

__ADS_1


Dengan sigap Daniel menerkam bibir mungil Lala dengan gemas .


Huh hah huh hah


Nafas Lala tersengal-senggal sembari menahan wajah Daniel yang tidak bisa lepas .


" Pakkkk,, huhuhuuu".


Teriak Lala tidak tahan sembari menangis takut . Daniel menjauhkan wajahnya lalu memeluk erat tubuh Lala.


" Ini hukuman untuk mu ". Ucapnya pelan namun penuh penekanan.


" Bapak tidak punya perasaan". Ucap Lala sembari memukul dada bidang Daniel kencang .


Senyum kecil terukir di wajahnya, lalu di usapnya rambut Lala dengan sayang .


" Bapak ini kasar sekali , apa bapak tidak punya perasaan hah". Keluh Lala masih dengan tangisan kecil.


" Emang bapak pikir Lala ini pacar bapak apa, main nyosor sembarangan".


" Ide bagus ''. Ucap Daniel membunyikan jarinya.


" Hah". Nampak Lala membulatkan matanya.


" kamu meminta saya menjadi pacar mu kan".


" Baik, saya akan kabulkan". Daniel menjawab dengan santai lalu meninggalkan Lala yan masih sibuk mengelap ingusnya .


Plak..


Lala melempar sandal bulunya ke arah Daniel , namun sayang tidak mengenai sasaran .


Di angkat nya tubuh kecil Lala ke atas bahunya , seakan Daniel sedang mengangkat karung beras.


Lala memberontak namun Daniel tidak bergeming.


" Pakkk". Teriak Lala yang sudah di letakkan di atas ranjang besarnya milik Daniel.


Lala mundur dengan sedikit kesusahan , tapi sayang posisinya sudah tidak bisa untuk melarikan diri lagi .


" Bapak mau apa ?". Tanya Lala panik lalu memeluk bantal yang ada di sampingnya erat.


" Saya akan memberi mu hukuman". Ucap Daniel lalu merangkak mendekat ke arah Lala.


" Tadi kan sudah di hukum pak". Ucap Lala protes.


Daniel memiringkan kepalanya lalu tersenyum nakal.


" Seperti hukuman tadi masih kurang , bukankah kamu berani melempar sandal bulu mu ke arah saya ?".


" Berarti hukuman untuk mu juga ingin kau dapat".


Ucap Daniel sembari menatap tajam ke atas wajah Lala yang nampak pucat.


"Berbaring". Ucap Daniel menepuk kasur di hadapannya.


" Bapak mau apa?". Tanya Lala ragu .

__ADS_1


" Memang saya mau apa?". Tanya Daniel balik.


" Sini ". Ucapnya lagi .


Dengan berat , Lala mendekat ke arah Daniel dengan memeluk bantal erat.


" Berikan bantal saya".


" Tapi".


Daniel menarik paksa lalu merebahkan tubuh kecil Lala tepat di bawah tubuhnya.


Brukk.


Lala panik , sangat panik wajahnya berubah pucat pasi.


" Temani saya disini".


" Hah, maksud bapak?". Tanya Lala panik.


" Kau tidur di sini , saya masih ada pekerjaan ".


" Kalau bapak ada kerjaan kenapa harus Lala di sini ". Protes Lala beralasan.


" Diam , kamu cukup berbaring dan temani saya , saya sudah bilang ini hukuman buat kamu". Ucap Daniel lalu membuka laptop yang ia taruh di pangkuannya.


Lala diam namun mulutnya berkomat-kamit.


Daniel menggeleng melihat tingkah Lala.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam , nampak Daniel masih berkutat dengan laptopnya mungkin sedang berbalas email dengan rekan kerjanya.


Dilihatnya Lala sudah memejamkan mata , dengkuran halus terdengar sangat tenang.


" Cantik , apa gue udah mulai tertarik sama dia". Ucap Daniel pelan sembari tersenyum.


Di rapihkan nya anak rambut yang menutupi wajah cantik tanpa polesan make up sedikitpun. Lala menggeliat memutar tubuhnya menghadap ke arah Daniel , seperti mencari sesuatu dengan mata terpejam Lala menarik lengan Daniel lalu memeluknya erat seperti koala yang menggelayut di atas pohon.


Lagi , Daniel menatap penuh kelembutan . Di tariknya perlahan tangannya karena pekerjaan yang belum selesai namun Lala semakin erat memeluknya.


Daniel mengalah , tidak tega jika harus membangunkan gadis kecil yang beberapa bulan terakhir ini membuatnya sedikit terhibur , ya walaupun Daniel yang memaksa Lala untuk menemaninya menyelesaikan laporan yang harus ia berikan pada klien nya esok pagi.


Dangan satu tangan , Daniel menutup laptop lalu di letakkan di atas meja kecil yang berada di samping ranjang tidur . Dimatikan nya lampu kamar lalu menyisakan lampu tidur berwarna kuning di atas meja di sisi Lala.


Daniel membenahi posisi duduknya lalu menggeser tubuhnya pelan , di tariknya selimut tebal berwarna putih ke atas dan hanya menampakkan kepala dengan rambut panjang yang terurai milik Lala.


Cupp.


Di cium pucuk kepala Lala dengan sayang tanpa sepengetahuan sang empu.


" Selamat tidur gadis kecil, kau milikku dan tidak ada yang bisa mengambil mu dari ku". Ucap Daniel sangat pelan bahkan terdengar seperti berbisik. Di usap belakang kepala Lala lalu Daniel ikut terlelap menyusul Lala ke dalam mimpi.


_________


Haii sahabat Mama kecil ❤️


Bagaimana kabar hari ini? Semoga berjalan dengan lancar ya.

__ADS_1


Jangan lupa likenya.


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.


__ADS_2