
Lala menggeliat terbangun dari tidurnya , di liriknya jam bulat yang terpajang di atas meja kecil pinggir ranjang tempat tidur nya. Ya semalam Lala sedikit susah tidur , memikirkan bagaimana akan berlangsungnya acara malam ini.
" Udah jam 5 , kenapa cepat sekali ". Ucapnya lalu duduk mengumpulkan sisa-sisa nyawa yang tercecer di atas kasur.
Suara ramai sudah terdengar dari baik tembok kamar Lala .
Ya , sudah di pastikan saudara dan juga kerabatnya sedang sibuk menyiapkan semuanya untuk hari ini.
Lala merebahkan lagi tubuhnya , menenangkan jantung yang berdetak kencang mengingat pagi ini ia akan mengakhiri masa lajangnya di usia muda Lala memejamkan matanya rapat-rapat tangannya memegang dada merasakan irama yang semakin cepat.
Berdo'a agar hari ini berjalan dengan lancar dan pilihannya menjadi istri pria matang adalah hal yang baik.
Tok tok tokk.
Ketukan pintu membuyarkan pikiran yang nampak sedikit kusut.
" La , Lo udah bangun?" . Teriak seorang gadis di balik pintu kamarnya.
" Masuk Nda". Teriak Lala.
" Lo tau ini gue la?". Ucapnya sembari menutup kembali pintu kamar Lala.
Lala tersenyum jahil lalu menjawab dengan enteng.
" Suara cempreng siapa lagi kalau bukan Nanda".
Nanda memajukan bibirnya namun rautnya berubah , senyumnya mengembang membenarkan ucapan sahabat nya .
" Ciee catin". Ucapnya sembari menyenggol kan bahunya pada bahu Lala.
" Apaan sih". Lala membalas dengan tersipu.
" Uhuuyyy , bentar lagi bakal jadi atasan gue ni".
Lala semakin merona .
__ADS_1
" Ya , abis gue nikah Lo nyusul juga ya ". Ucapnya.
" Gue mah nunggu bang Gio dulu kali la , kan pamali kala kita ngelangkahin Abang kita". Ucap nya dengan raut sedikit murung.
" Ciee , yang udah kebelet kawin". Kini Lala gantian menggoda sahabat nya.
" Lala".
Ahahaaaaa.
Lala tertawa terbahak bahak raut wajah Nanda yang semula mengejek kini memerah di antara pipinya yang sedikit bulat.
_______
" Kakak". Teriak nyaring gadis cantik dari luar pintu, Allena berlari sembari berteriak mencari kakaknya.
" Kau berisik sekali , dengan siapa kau kesini". Ucap Daniel yang tengah duduk dengan pakaian yang sudah rapi.
" Hai". Sapa pria di ambang pintu .
" Kau datang dengan buaya jantan rupanya". Daniel cuek dengan sapaan Bima.
Alex berjalan sembari membawa seserahan yang akan mereka bawa ke rumah calon mempelai wanita. Berbagai kotak dengan hiasan cantik pita merah muda hampir mendominasi semua barang yang terbungkus dari ukuran kecil hingga besar.
" Kakak". Ucap Allena manja lalu berdiri mendekat ke arah Alex.
Alex tersenyum ramah lalu mengusap pucuk kepala Allena pelan supaya tidak merusak riasan nya.
" Kau dengan Bima ?". Allena mengangguk.
" Papa sama Mama kemana?" . Tanya Alex lagi.
" Ada kak , cuma mobilnya penuh dengan barang milik pria tua di sebelah sana". Ucap Allena kesal.
Pasalnya ia harus berusaha menghubungi Bima yang nampak sangat susah , entahlah seberapa sibuknya pria yang membawanya ke Mension utama ini , sehingga Allena sempat ingin pergi sendiri.
__ADS_1
Daniel yang di tunjuk Allena hanya menajamkan tatapannya , matanya seolah ingin keluar .
" Sudah , dia calon mempelai pria , jangan kau usili dulu ". Tutur Alex penuh kelembutan.
" Dia dulu yang mulai".
" Sudah , ayo bantu kakak masukkan semua barang ke dalam mobil". Alex meminta tolong pada Allena.
Bima sibuk memindahkan barang , sedangkan ponselnya terus berdering. Ya bukan panggilan darurat melainkan Panggilan wanita yang ia tinggal di restoran di jam pagi sekedar untuk sarapan .
" Ponsel mu berisik sekali , apa perlu gue bantu lempar". Ucap Daniel di belakang Bima.
" Cek . dasar orang kaya , dikit-dikit main lempar". Bima berucap lalu menjauh dari keramaian.
Daniel memperhatikan sekitar , semua orang sibuk membereskan barang yang akan mereka bawa.
Sedangkan orang tuanya sibuk memberi kabar melalui ponsel pintarnya masing-masing.
Daniel mendekat ke arah Allena lalu mengusap pucuk kepala Allena pelan.
" Kakak". Ucapnya tak percaya.
" Kau sudah besar rupanya". Ucap Daniel tiba-tiba.
Allena tersenyum manis dengan tutur kata Daniel yang melunak .
" Tapi kenapa masih seperti bayi , kau selalu membuat ulah ". Ucap Daniel lagi , raut wajah Allena yang semula nampak senang kini berubah menjadi kesal.
" Kak Daniel ".
Teriak nyaring Allena sehingga membuat Daniel menutup kedua telinganya erat-erat.
>>>>>>>>
Happy reading everyone 🤗
__ADS_1
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
Tertanda : Mama kecil ❤️🥰