GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Kabur


__ADS_3

Ting tong tong tong


" Siapa ya , apa pak Daniel balik lagi ya". Tanya Lala sembari berlari menuju pintu , pasalnya tidak ada barang ataupun berkas yang tertinggal .


" Perasaan gue udah tanya tadi katanya udah semua". Lala bingung sembari memutar gagang pintu.


Ceklek.


Pintu terbuka lalu dengan senyum manis Allena menyapanya.


" Haii Lala ". Ucapnya sembari melongok dari ambang pintu .


" Lho , kak Allen ". Ucap Lala heran.


" Ga usah pake kak, kita masih seumuran". Ucapnya sembari mengedipkan matanya.


" Gue ga di suruh masuk ni?". Tanya Allena.


" Oh iya , masuk Lin". Lala mempersilahkan tamunya .


" Duduk dulu , gue buatin minum ya?". Tawar Lala dengan ramah.


" Boleh , jus mangga kalau ada". Jawab Allena sembari mendudukkan tubuhnya di atas sofa empuk.


Lala berjalan menuju dapur untuk membuat minuman dan mengambil sedikit cemilan yang masih tersisa di atas meja makan.


" Lin , sorry ya , cookies nya tinggal segini ". Ucap Lala sembari menunjukkan toples kaca dengan isi yang hanya menyisakan seperempat.


" Ini Lo yang buat La". Tanya Allena sembari mengambil toples dari tangan Lala.


" Iya".


" Emm, enak , kapan-kapan Lo ajarin gue ya". Ujar Allena lalu mengunyah cepat cookies buatan Lala.


" Boleh , oh iya kemanisan engg sih ?". Tanya Lala penasaran.


" Engga enak kok, pas . Kenapa emang dia nya?".


" Engga papa kok". Ucap Lala dengan semu merah di pipinya.


Allena mengernyitkan dahinya lalu sinyal dewasanya muncul.


" Cieee,, ". Ucap Allena sembari menyenggol lengan Lala pelan .


" Apaan sih". Ucap Lala malu-malu.


________


" Baik Tuan Daniel , saya akan membawa berkasnya, jika cocok asisten pribadi saya akan menghubungi Anda". Ucap Mr.Jack sembari menutup kertas putih dengan sampul berwarna merah lalu menyerahkan nya pada sang asisten pribadinya.


" Baik , semoga kita bisa bekerjasama Mr.". Ucap Daniel lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Mereka beranjak dari kursinya putar lalu berjalan menuju arah luar.

__ADS_1


" Hati-hati Mr. saya tunggu kabar baiknya". Ucap Daniel sembari mempersilahkan.


Mr.Jack hanya mengangguk lalu tersenyum ramah . Lalu masuk di kursi belakang kemudi.


Tap tap tap..


Langkah lebar dengan suara berdecit saat sepatu kulit yang bergesekan dengan lantai keramik berwarna putih.


" Siang pak". Sapa karyawan yang sedang berlalu lalang sembari menundukkan kepalanya.


" Hmm" . Ucap Daniel sembari mengangguk kecil.


Daniel dan Alex kembali keruangan yang berada di lantai dua puluh delapan .


Ting.


Lift terbuka dan keduanya keluar dengan langkah lebar.


" Nil , Lo yakin sama keputusan Lo?".


" Hemm, dia pengusaha sukses di tahun ini , apa salahnya kita mencoba". Jawab Daniel sembari membuka pintu ruangannya.


" Lo tenang aja , gue udah antisipasi buat kerja sama bareng mereka , satu bulan kita nunggu mereka menyetujui buat ketemu " .


" Buat berjaga-jaga aja, mereka pembisnis baru , tapi gaya mereka sedikit angkuh , gue penasaran seberapa berpengalaman nya mereka di dunia bisnis ". Ucap Daniel lalu melepas jas nya .


Alex hanya menggangguk , sudah faham dengan atasannya , tidak mungkin membuat keputusan jika tidak mengetahui seluk beluk dan resikonya.


" La , elo engga bosen apa di sini terus". Tanya Allena yang sedikit merasa bosan .


" Hufff , bosen lah , udah kayak anak ayam tau ga sih , tapi gimana lagi pak Daniel pasti marah kalau tahu gue keluar". Keluh Lala sembari menjatuhkan tubuhnya di atas sofa .


Nampak Allena menoleh ke arah Lala dengan senyum mencurigakan. Allena membenarkan posisi duduknya lalu mendekat ke arah Lala berbisik memberitahu ide yang sedikit gila menurut Lala.


" Hah , ga ah , gue ga mau ". Jawab Lala sedikit kurang setuju . Pasalnya jika sang tuan rumah tahu , maka hukum seperti apa lagi yang harus ia dapatkan.


" Udahlah Lo tenang aja , ga bakal ketahuan". Ucap Allena meyakinkan.


Nampak sedikit bingung dengan ide yang Allena berikan , Namum jika harus berdiam diri di sini Lala semakin bosan .


" Gue janji , sebelum kak Daniel pulang , kita udah nyampe duluan ". Ucap Allena sedikit membujuk.


Sedikit merasa bingung Lala memilih diam sembari berfikir , menimbang keputusan yang Allena berikan.


" Udah Lo lama amat mikirnya". Ucap Allena sembari menarik tangan Lala menuju kamar yang ia tempati dulu.


" Mau kemana?".


" Ganti baju ,Lo mau keluar oke baju kayak begitu". Tunjuk Allena pada kostum yang Lala gunakan.


" Ehehehe, engga". Ucap Lala cengengesan.


Allena membongkar isi lemari pakaiannya , tidak terlalu banyak namun terlihat sangat rapih , dres tanpa lengan berwarna merah menjadi pilihan pertama.

__ADS_1


" Ini bagus ". Ucap Allena.


Lala menggeleng tidak menyetujui.


" Ini ya". Tunjuk Allena sembari menunjukkan dres berwarna hitam.


" Engga ah , terlalu terbuka, gue masuk angin nanti". Ucap Lala bergidik melihat dres hitam dengan lubang di bagian belakang.


" Gue pake ini aja ya". Jawab Lala menyambar jins pandang dengan atasan kaus milik Daniel.


" Punya siapa itu ?". Tanya Allena bingung merasa tidak memiliki baju dengan ukuran besar.


" Punya pak Daniel, ehehee". jawab Lala sedikit malu.


" Masih bersih kok, kemarin gue pinjem karena ga ada baju di sini , beneran". Ucap Lala dengan serius sembari mengangkat jari membentuk huruf V .


" Ya udah deh gapapa ". Allena faham mengenai selera Lala.


Mereka berdua berjalan hendak keluar pintu , Namum tangan Lala memegang pergelangan tangan Allena tiba-tiba.


" Kenapa?".


" Lo yakin kita mau kabur?" . Ucap Lala sedikit takut.


" Lo ga percaya sama gue?" . Tanya Allena balik.


" Bukan gitu , tapi kan ".


" Udah anggep aja gue lagi ngajak pacar kakak gue nongkrong".


" Tapi , gue kan bukan pacar kakak Lo".


" Udah, jangan banyak ngomong dulu , entar keburu kak Daniel pulang". Ucap Allena menarik paksa tangan Lala.


Keduanya nampak berjalan menunggu lift terbuka .


Ting.


Lala nampak bersemangat saat melihat jalanan yang ramai dengan kendaraan.


Sembari menunggu taxi mereka datang , mereka berfoto lalu bercanda layaknya teman dekat.


Tawa mereka terdengar sangat bahagia.


Ya yang satu tertawa kerena bisa bebas dari kurungan bak anak ayam , dan yang satu karena berhasil membawa gadis kecil milik kakaknya kabur.


_______


Jangan lupa like nya ya 🤗


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰


Kira-kira Daniel tahu ga ya kalau Lala di bawa kabur sepupunya 🤭

__ADS_1


__ADS_2