
Matahari semakin meninggi , pertemuan dengan kliennya pun telah selesai , diliriknya jam tangan mahal milik Daniel masih pukul sebelas , jam makan siang masih ada satu jam lagi , ingin kembali ke kantor sedikit enggan. Alex berjalan beriringan bersama Lala , Daniel melangkah lebih dahulu .
Pertemuan pertama untuk pengalaman bersama Lala . Di kawasan mall yang tidak terlalu jauh dari gedung berlogo DAM GROUP , masih menyimpan kekesalan di dalam hati Daniel.
Melihat bagaimana kliennya berjabatan dengan tatapan lapar saat matanya tertuju pada gadis kecil miliknya.
Alex mengetahui gelagat ketidak sukaan Daniel pada pria muda yang bersama Tuan Sebastian .
Sandy Sebastian Putra . Anak semata wayang yang di mulai di kenalkan dalam dunia bisnis untuk menggantikan posisi Ayah nya .
" Pak , Lala lapar". Ucap Lala sembari memegangi perutnya.
Alex melihat ke sekelilingnya nampak satu gerobak menyajikan berbagai varian es krim.
" Kita makan es krim saja dulu". Ucap Alex lalu meminta izin pada Daniel.
Daniel nampak menyetujui mereka berjalan ke arah gerobak berwarna biru bergaris pink dipesannya tiga mangkuk es krim dengan berbagai varian rasa. Dua rasa berbeda untuk masing-masing mangkuk , nampak Lala antusias melihat berbagai macam warna dalam setiap boks yang terlihat dari dinding kaca tersebut .
" Pak Lala mau yang coklat sama vanilla". Seru Lala setelah melihat yang ia cari.
" Baik mbak masing-masing dua".
" Coklat vanila , vanila taro , dan ". Ucap Alex terhenti.
" Vanilla saja". Ucap Daniel.
" Apa cukup satu saja pak?". Tanya Lala polos.
" Hemm, terlalu banyak memakan manis juga tidak sehat". Ucap dengan enteng.
Mengingat umur yang sudah tidak muda lagi , Daniel lebih berhati-hati untuk urusan makanan , makanan ini itu tidak bisa sembarangan untuk bisa masuk ke dalam mulutnya.
_________
__ADS_1
Nampak bangku-bangku restauran sudah penuh dengan pengunjung , untung saja Alex sudah memesan satu tempat untuk mereka bertiga menikmati makan siang ya pa harus menunggu antrian.
Sembari menunggu pesanan mereka datang Lala pergi ke toilet sekedar untuk merapihkan rambut yang sedikit berantakan akibat sepagi ini terlihat sibuk menjadi asisten pribadi tuan Daniel dan untuk pertama kalinya Lala harus ikut serta dalam pertemuan dengan klien Daniel.
Hendak melangkah menuju toilet wanita , tidak sengaja bahunya tertabrak lengan pengunjung lain.
" Maaf ". Ucap Lala lalu menegakkan pandangan nya.
" Lala". Ucap pria tersebut.
" Andre". Nampak Lala sedikit terkejut .
Pasalnya setelah penolakan Lala pada acara perpisahan sekolah dulu Andre tidak pernah muncul di hadapannya lagi . Namun sekarang tampak semua berubah , dengan gaya berpakaian sanga terlihat rapih , tidak seperti dulu . remaja yang suka membangkang guru , baju yang tidak pernah rapih , juga rambut hitam yang sedikit panjang namun selalu berubah warna setiap bulannya.
Lala memang terkenal dengan anak yang nakal dan sedikit bandel , namun cara memilih teman pun tidak kalah dalam seleksi . Andre ketua geng dari kelas IPS empat , sudah seperti Nara pidana keluar masuk ruangan BK . Guru mana yang tidak mengenal Andreas. Pria tampan namun tidak sesuai dengan perilakunya.
" Lama tidak bertemu". Ucapnya namun matanya menelisik seperti sedang mene********** tubuh Lala . Dengan senyum bak penjahat , matanya terus menatap ke arah dimana Lala menggenggam tangannya sendiri.
" Iya, maaf gue buru-buru". Ucap Lala sedikit menghindar.
Di cekalnya pergelangan Lala kuat hingga nampak Lala meringis sakit . Di tariknya dengan wajah yang sangat dekat oleh Andre Lala berusaha menghindar, di dorongnya tubuh tinggi Andre namun tidak di hiraukan.
" Sakit Andre , lepaskan ". Ucap Lala sembari menghentakkan tangannya untuk segera di lepas . Namun saat Andre hendak menyentuh rambut Lala tangannya tiba-tiba terlepas dri cengkeraman.
" Lepaskan dia". Suara dingin dengan mata menatap tajam.
" Pak". Lala berlari ke arah Daniel lalu berlindung di balik tubuh kekarnya.
Seperti anak ayam yang mencari perlindungan di balik tubuh induknya.
Senyum mengejek terlihat jelas dari wajah Andre.
" Siapa kamu". Ucap Andre tidak suka.
__ADS_1
Daniel menoleh ke arah belakang di mana Lala bersembunyi dengan wajah ketakutan, diliriknya pergelangan yang sebelumnya hanya terhias gelang cantik berwarna perak namun sekarang sudah memerah dengan bekas lima jari yang terlihat jelas.
Masih dengan tatapan tajam , Daniel masih menahan amarahnya saat mengetahui tangan Lala memerah karena ulah laki-laki di hadapannya.
" Saya kekasihnya". Begitu jelas Daniel berucap namun nada dingin begitu terasa di dalamnya. Tatapan menusuk sangat jelas dari bola mata Daniel saat mengatakan Lala miliknya.
" Pak". Lirih Lala berucap sembari memegang ujung jas yang Daniel kenakan.
" Kau menolak ku dulu dan sekarang kau menjadi simpanan pria dewasa". Ucap Andre dengan tatapan merendahkan.
" Pantas saja gaya berpakaian mu sangat berbeda ". Sambung Andre sembari menatap tajam ke arah Lala.
Daniel terlihat sudah sangat geram , matanya nampak berapi-api , tangan hendak mencengkeram kerah kemeja Andre namun Lala cepat menahannya. Mengingat mereka masih di dalam mall pasti akan menjadi bahan tontonan dan yang jelas akan merusak nama baik Daniel jika mengetahui pewaris tunggal keluarga Mahessa sedang berkelahi dengan laki-laki yang tidak terlihat seimbang jika di sandingkan dengan dirinya.
" Jaga ucapan mu , tidak ada hak kau merendahkan kekasih ku , pergi sebelum saya mengajar mu , jangan pernah menampakkan diri dihadapan Lala " . Ucap Daniel lalu membawa pergi Lala dari hadapan Andre.
Sepeninggalan mereka Andre sangat kesal tangannya terkepal tidak terima saat dirinya harus kalah lagi.
Banyak yang menyukai sosok Lala . Gadis cantik dengan rambut panjang berwarna hitam yang selalu di kuncir kuda. Gadis pintar dan periang namun sedikit pecicilan menambah nilai plus untuk para remaja pria di sekolahnya . Semakin di dekati semakin menjauh , membuatnya terkesan semakin misterius dalam hal percintaan.
Kabar mengenai kedekatan dengan anak laki-laki di kelas IPA , pria berkaca mata bulat dengan tas ransel hitam penuh dengan buku mata pelajaran. Tidak bertahan lama hanya tiga hari, namun cukup untuk membuktikan bahwa Lala gadis yang normal.
Namun saat pertemuan yang singkat tadi Andre sangat terkejut , pasalnya kini Lala sudah menjadi simpanan pria dewasa pikir Andre.
______
Lanjut ?
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.
Terima kasih yang sudah meninggal jejak 🥰🥰🥰
Tertanda : Mama kecil ❤️
__ADS_1