
Hari berlalu begitu cepat acara pernikahan semakin dekat , kini Lala sudah kembali ke rumah orang tuanya sembari menunggu hari pernikahannya tiba .
" Ingat ya nak , kalian tidak boleh bertemu dahulu sebelum hari pernikahan kalian tiba". Pesan Bu Indah pada Lala juga Daniel.
" Maaf ibu , apa harus seperti itu?". Daniel bertanya.
Bu indah hanya senyum menanggapi sembari mengangguk kecil.
" Memang seperti itu adatnya kan, kalian harus berjauhan dahulu".
" Ingat , jangan kau sekali-kali melanggarnya ". Kini Surya ikut menjawab.
" Ayah". Ucap Lala .
Surya hanya melihat sekilas namun matanya nampak tersorot sayang pada putrinya.
" Baik yah , ya sudah Daniel pamit dulu masih ada yang harus Daniel kerjakan di sana". Daniel berpamitan lalu mencium punggung tangan Indah juga Surya bergantian. Lala mengantar Daniel sampai mobilnya lalu di ciumnya singkat pipi Lala sembari berkata .
" Maaf jika aku ingkar , jangan kau kunci jendela kamar mu , aku tidak akan kuat jika harus berlama-lama jauh dari mu". Ucap Daniel lalu melepas pelukannya.
" Kau". Lala sedikit melotot tak percaya.
Daniel tersenyum jahil melihat ekspresi Lala lalu masuk kedalam mobil dan berlalu dari halaman pekarangan rumah Lala.
Yok , Mba Lala sama bang Daniel sebar undangan ni , jangan lupa hadir ya🤭
________
Daniel sampai di dalam ruangannya tangannya membolak balik kartu undangan yang ia bawa dari rumah Lala .
Tok tok tok.
Suara ketukan pintu ruangannya membuyarkan kegiatannya.
" Masuk''. Daniel berucap lalu menggeser kertas undangan berwarna hitam di sisi kanannya lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi.
__ADS_1
" Sorry ganggu". Ucap Alex lalu menutup kembali pintu.
" Hmmm, ada masalah?". Tanya Daniel tiba-tiba.
" Bukan masala sih , hanya berhati-hati saja ". Ucapnya lalu menatap ke arah tumpukan kertas undangan yang masih berantakan.
" Bicaralah".
" Maura sudah tau tentang pernikahan kalian , dan dia ingin kalian mengundangnya". Ucap Alex.
Daniel nampak berfikir lalu menatap lekat bola mata asisten nya.
" Baik , kau urus saja tapi kau juga harus berjaga-jaga ". Ucap Daniel lalu melempar 1 buar undangan tepat di depan Alex , dengan gerakan sigap Alex menangkap undangan tersebut.
" Kau tenang saja seperti nya dia tidak memiliki niat buruk , gue udah selidiki beberapa hari yang lalu". Ucap Alex mantab.
" Bagus . Kalau gitu Lo bantu gue buat tulis nama di undangannya , Lala sudah mengambil sebagian dan ini kau saja yang kerjakan , Gue ada urusan". Ucap Daniel lalu pergi tanpa menunggu jawaban Alex.
" Sial". Ucap Alex , mau tidak mau ia harus mengerjakannya sendiri.
Alex mengambil tumpukan undangan pernikahan milik Daniel lalu membawanya keruangan .
Di banting Pelan lalu mendengkus pelan " Dasar pria bucin undangan sendiri orang lain yang di suruh kelarin , hahh".
Alex menggeser layar ponselnya lalu mengetik pada q nomor kontak yang tersimpan.
" Apa kau sibuk?" Send.
Alex menunggu balasan sembari menulis nama-nama yang sudah Daniel siapkan .
Klunting.
Ponselnya berdering menyala dengan menunjukkan nama yang ia tunggu.
" Tidak , tapi aku sedang di luar apa kau butuh bantuan?". Ucapnya.
" Ya , pulang lah dulu , aku ada sedikit kerjaan untuk kita". Send
klunting.
" Kita?".
__ADS_1
" Ya kita , aku membagi pekerjaan ku dengan mu , maka ini menjadi kita ". Send.
'' Hemm , baiklah tuan Alex , aku segera pulang aku harus menyelesaikan makan ku dulu".
" Oh iya , kau sudah makan?".
" Nanti saja di rumah , aku mau kau yang membuatnya untuk ku 😉". Balas Alex dengan emot mata sebelah terpejam.
" Kau menggoda ku tuan , biaya masakkan ku mahal lho".
" tidak masalah , berapapun itu , akan ku bayar nona".
__________
" Ibu , ibu sedang apa?". Taya lala menyusul Ibu nya di belakang rumah.
Indah tersenyum lembut sembari bangkit dari duduknya.
" Sini nak , bantu ibu menyusun bunga-bunga ini ".
" Baik ibu , mau di taruh di mana bunganya?".
" Nah kau susun ini di sudut sana ya , tepat di tiang bawah tenda". Ujar Bu Indah sembari menunjuk tenda kecil untuk acara pernikahan putrinya.
Ya Lala tidak ingin mengundang banyak tamu undangan untuk acara ijab qobul nya , hanya saudara dan juga teman dekatnya saja yang ia undang , karena resepsi pernikahan mereka akan di selenggarakan di hotel milik Daniel dan tamu undangan akan berkumpul di acara resepsi.
" Putri ibu sudah besar ya , dan sebentar lagi akan menjadi ibu juga . Kau ingat dulu sayang dulu kita sering bermain di sini ayah suka menggendong mu di atas pundak berlari mengejar kupu-kupu". Ucap Bu indah sembari mengusap sudut matanya yang mengembun.
" Ibu , jangan menangis , bagaimana pun juga Lala tetap putri kecil untuk ibu". Tutur Lala.
" Untuk ayah juga ". Kini Surya menyahut dan sudah berada di belakang anak dan istrinya.
" Ayah". Ucap Lala.
Surya memeluk Lala sembari mengusap lembut pucuk kepala Lala , matanya terpejam seolah sedang menikmati waktu yang begitu cepat.
" Kau tau , ayah juga ibu sangat menyayangi mu , jika Daniel menyakiti mu kau bilang saja dengan ayah hmm. Apa kau mengerti?". Surya terus berbicara dengan lembut.
" Ya Ayah Lala mengerti , terima kasih yah ibu , sudah merestui kita". Ucap Lala lalu memeluk erat Surya juga Indah.
>>>>>>>
__ADS_1