
Daniel kembali dengan senyum mengembang , Lala masih ingin melepas rindu dengan orang tuanya , Daniel kembali menuju apartemen nya seorang diri tidak masalah pasalnya ia sudah mengantongi restu dari kedua pihak .
Di rebahkan tubuhnya yang sedikit lelah karena ulah calon ayah mertuanya.
" Jangankan mengangkat karung beras dan membenahi ruko , menggali sumur pun gue lakuin om". Ucap Daniel sembari tersenyum girang.
Di liriknya jam di tangannya sudah pukul 22.00 rupanya.
Klunting.
Ponselnya menyala 1 notifikasi masuk kembali Daniel tersenyum melihat isi di dalamnya.
" Kau sudah samapai ? bergegaslah mandi , jangan sampai sakit , aku menunggu mu disini bersama orang tua mu ❤️".
Isi pesan Lala dengan memberi tanda hati* berwarna merah di akhir pesan.
Senyum Daniel mengembang sempurna , wajahnya cerah rasa letih karena seharian telah bekerja keras untuk mendapatkan restu dari keluarga Lala.
Lala masuk ke dalam kamarnya begitu selesai membicarakan kedekatannya dengan Daniel , Lala sedikit terkejut pasalnya jauh sebelum ia menceritakan Daniel pada ibunya ternyata mereka sudah merencanakan perjodohan nya dengan anak teman semasa sekolah Ayah dan Ibunya.
" Apa ?? Ayah tidak pernah cerita dengan Lala , ibu ibu juga begitu , kenapa tidak memberi tahu Lala sebelumnya ? ". Ucap Lala cepat.
" Sayang , bukan begitu maksud kita , hanya saja kamu masih terlalu muda untuk menerima perjodohan ini , kami juga belum menyetujui 100% , tapi lihatlah sekarang ! Kamu lah yang memperkenalkan nya lebih dulu ,ini kebetulan atau dia memang jodoh mu ".
Lala terperangah dengan penjelasan orang tuanya, pasalnya usia mereka memang cukup berjarak .
" Tidak perlu di ambil pusing , kami mendapatkan mu dengan sangar sabar , jadi kami juga tidak ingin mengatur kehidupan mu juga , jika memang kamu punya pilihan sendiri itu lebih baik . Dan siapa sangka pilihan mu justruh rencana awal kita sebagai orang tua . Ayah sempat ragu saat keluarga Mahessa hendak menjodohkan kalinya, kau tahu kan bagaimana masa lalu Daniel itu, kami tidak ingin kamu merasa terbebani ". Tutur Surya pada putri semata wayangnya.
Lala tersenyum haru , ia tahu betul cerita bagaimana ayah dan ibunya berjuang mendapatkan dirinya , penantian yang memang cukup lama hampir 10 tahun lamanya . Dulu ibu sempat ingin menyerah namun dorongan dari ayah yang menjadi sumber kekuatan dan kepercayaan.
Lala memejamkan mata indahnya , senyum nya masih tersungging ia tida menyangka jika akan sebahagia ini.
" udah jam 10 , menyempe belom ya". Tanya pada diri sendiri lalu menekan tombol di ponselnya.
" Kau sudah sampai? bergegaslah mandi , jangan sampai sakit , aku menunggu mu disini bersama orang tuamu".
Lala mengirim pesan dengan senyum manis, ya begitulah jatuh cinta , kadang kata-kata sederhana seperti itu seolah terdengar seperti gombalan yang sangat manis.
Klunting.
Lala mendapat balasan cepat dari Alex
__ADS_1
" Aku sudah sampai , baiklah tuan putri aku mendengar nasehat mu aku akan segera datang menjemput mu ".
Senyumnya seolah tak mau pudar terus di baca berulang kali kalimat yang begitu terkesan romantis menurutnya.
" I love you".
Lagi Daniel mengirim pesan , kali ini m nggunakan note voice .
Blus .
Wajahnya merona , pipinya berubah memerah sekali lagi Lala tersenyum hampir-hampir ia memekik karena kegirangan.
Daniel membalas pesan Lala dengan cepat , lalu bergegas membersihkan tubuhnya buang memang sudah sangat lengket.
Kini siraman air yang mengguyur seluruh tubuhnya seolah menambah semangat untuknya .
" Baiklah , aku tidak akan menunda lagi ". Ucap Daniel begitu selesai dengan kegiatannya.
_______
Andini sedang berkutat di dapur milik Alex , wajan dan peralatan masak lainnya nampak terlentang di atas tempat cucian kotor , rencananya ia akan mengajak Alex makan malam ya walaupun kini ia sedang di apartemen Alex peralatan dan bahan pun Alex lah yang menyediakan .
" Gue nebeng masak aja lah , dinner gratis ".
Alex membuka pintu dari arah pintu aroma wangi memenuhi Indra penciuman nya. Alex mengendus di mana arah aroma itu berasal.
" Kau bisa masak?". Ucap Alex tiba-tiba di belakang Andini yang sibuk membalik kanannya.
" Hei , kau sudah pulang ? apa tidak bisa kau lihat ". Ucap Andini sembari menunjuk ke arah meja makan di belakang nya.
" Kau yang memasak semua?" .
" Bukan , setang yang memasaknya . Ya iya lah gue siapa lagi yang ada di sini". Ucap Andini lalu membawa 1 piring terakhir dari dapur.
Di susun nya rapi semua hidangan yang ia buat , nasi goreng di 1 wadah cukup besar , telur ceplok di atas piring potongan mentimun dan juga tomat di piring sebelahnya dan juga tambahan ayam tepung di sisi kanan.
" Baik, kamu mau makan langsung atau mau mandi dulu?" .Tanya Andini sembari tersenyum ramah .
" Mandi dulu , ini". Ucap Alex sembari menyodorkan paper bag di tangannya.
" Apa ini?" .
__ADS_1
" Baju , tidak mungkin kan kau selamanya memakai pakaian ku".
Andini terperangah dengan isinya, bukan tidak suka namun ini jauh dari pikirannya.
" Kau membeli pakaian dalam nya sekalian?".
" Ya , kenapa kau tidak suka".
" Bu.. bukan begitu tapi". Ucap Andini terbatah.
" Ya, pakai saja tidak mungkin kekecilan bukan".
" Bagaimana kau tahu?" .
Alex tersenyum jahil Mataya menatap dari atas ke bawah seolah sedang mengukur isi di dalam baju yang ia kenakan .
" Tidak susah untuk melihat ukurannya''. Ucap Alex enteng lalu menyunggingkan senyum tipis.
" Hei , apa yang kau lihat". Ucap Andini sontak menutupi bagaian privasi nya .
Ahahahaa.
Tawa Alex menggelegar di dalam ruangan kecil , seolah sedang mendapat mainan baru.
Andini hanya melongo dengan sikap Alex yang menurut nya aneh.
" Sudah , kau pakai saja aku tidak se buruk yang kau kira". Ucap Alex lalu pergi meninggalkan Andini dengan sejuta tanya di dalamnya.
Andini menatap punggung Alex yang menghilang di balik pintu , wajahnya terlihat bingung, tangannya pun masih di tempat yang sama.
" Laki-laki aneh". Ucap nya bergidik ngeri.
Andini melanjutkan kegiatannya , mengambil gelas lalu di susun di atas meja teko air di dekatnya pula di sana lalu ia melirik ke arah jarum jam yang masih menunjukkan pukul 19.30.
>>>>>>
Salam sayang buat semua , tinggalkan jejak walau 1 kata . 1 dukung sangat berarti buat author.
Salam sayang buat semua y
Semoga hari mu menyenangkan 🥰
__ADS_1
salam manis dari Mama kecil ❤️