GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Pasar malam


__ADS_3

Deru mesin kuda besi mewah milik Daniel terpacu dengan santai membelah malam , dengan ulasan senyum kecil di bibir gadis kecil nya. Matanya terus mengamati tiap cahaya lampu yang terpajang d antara pohon-pohon dan tiang-tiang pinggir jalan , sesekali suaranya keluar dengan nada yang lembut.


" Apa kamu pernah berkencan dengan gadis kecil seperti ku?". Tanya Lala tanpa mengalihkan pandangan nya .


" Tidak ". Ucap Daniel dengan singkat .


" Ini juga pertama kalinya aku dekat dengan pria yang sudah berumur".


Daniel mengernyitkan dahinya, alisnya naik mencerna ucapan Lala.


" Apa menurut mu , aku ini terlalu tua?". Tanya Daniel lagi .


" Tidak , hanya saja teman kencan ku dulu masih satu tahun dengan kelahiran ku". Ucap Lala jujur .


'' Apa kau punya banyak mantan?". Tanya Daniel sembari menoleh .


" Kenapa?".


" Aku bertanya saja".


Lala berbalik menatap wajah Daniel yang terlihat seperti menahan sesuatu , timbul ide di otak Lala.


" Aku pernah dekat dengan pria muda berkaca mata , dia sangat baik, pintar , pengertian, perhatian , menuruti apapun termasuk memanjat pagar sekolah untuk sekedar membolos di jam mata pelajaran kimia". Ucap Lala.


" Mana mungkin memanjat pagar , berlari saja dia kesusahan ". Ucap Lala dalam hati sembari menahan senyum.


Daniel tersenyum sinis mendengar penuturan Lala , ia tahu jika dia sedang berbohong , namun Daniel tetap tidak suka jika miliknya mengagumi pria lain .


Egois bukan , dia yang bertanya tapi dia yang tidak terima 😒


" Dia sangat tampan, dia juga sering memberi kejutan , pokoknya dia itu".


" Sudah , cukup". Ucap Daniel memotong pembicaraan Lala.


" Apa kau cemburu Tuan muda". Ucap Lala sembari mendekat ke arah Daniel.


Daniel menepikan mobilnya. Dengan gerakan cepat ******* bibir Lala dengan rakus.


Lala membulatkan matanya , terkejut dengan tindakan spontan Daniel, niatnya mengerjai Daniel malah dia sendiri yang tidak bisa berkutik. Nampak Daniel menggigit kecil bibir Lala dengan rasa di dadanya.

__ADS_1


Ssstttt . Desis Lala saat merasa sedikit perih di bibirnya.


" Sakit Daniel". Ucap Lala begitu Daniel melepas ******* nya.


" Aku tidak suka kau memuji pria lain di depan ku". Daniel berucap dengan tidak suka, atau dia sedang cemburu ? entahlah yang jelas nadanya terdengar sangat dingin.


Lala mendongak melihat intens manik mata biru cerah milik Daniel.


" Tapi kau yang ingin ".


Di ***** lagi bibir Lala namun sedikit lebih lembut.


" Jangan membantah". Ucap Daniel di sela ucapan Lala. Lala hanya mampu mengangguk sembari menunduk , cepat ia memalingkan wajahnya ke arah jendela, tidak ingin ketahuan jika wajahnya sedang merona .


Ya dia sedang cemburu, tapi sayang nya , pria di gin di sampingnya tidak punya nyali untuk mengatakannya.


Suasana hening menyelimuti mereka , tenggelam dalam pikiran masing-masing , perjalanan menuju pasar malam pun berjalan dengan lancar.


Tidak terasa mobil semakin melambat , Daniel memarkirkan mobilnya di parkiran khusus. Mungkin memang sudah di siapkan seseorang sebelumnya. Lala bergegas membuka pintu mobil dengan rasa tidak sabar. Daniel yang masih di dalam pun tersenyum geli .


" Kau masih terlihat seperti anak kecil sayang". Ucapnya lalu beranjak keluar .


Lala menggandeng lengan Daniel dengan kuat , entah karena takut tersesat atau memang beginilah cara anak muda seusianya berkencan.


" Aku mau makan dulu , tapi kau yang harus mengantri untuk ku".Ucap Lala langsung mencari tempat untuk nya duduk dan menunggu Daniel membeli makan .


" Aku tidak tau cara memesan makanan, kau ajari aku dulu, nanti akan ku praktek kan , bagaimana ?" . Lala nampak berfikir dan dengan polosnya ia juga menyetujui, bangkit ia dari kursi nya lalu membiarkan Daniel menunggu.


Senyum Daniel mengembang , ia tau ini alasan Lala saja , namum siapa sangka ? Sikap polos Lala malah membawanya ke dalam jebakannya sendiri , dan seperti nya ia tidak menyadari itu.


Selesai mereka dengan makanannya , dengan antusias Lala menarik lengan Daniel untuk menjajal semua wahana yang ada.


" Kita pergi kemana dulu ya". Ucap Lala bingung , sembari menengok kiri kanan.


" Yang ini saja dulu , baru nanti kita ke sana ". Ucap Daniel menunjuk beberapa wahana yang berada di depannya , lalu menunjuk satu wahana yang terletak sedikit lebih jauh.


" Boleh , siapa takut ". Ucap Lala lalu memesan tiket untuk nya berdua.


{ Bagaimana ?}.

__ADS_1


Satu pesan masuk dari saku celana Alex.


{ Aman}.


Balas Alex dengan singkat.


Tidak ada balasan , Alex pun berjalan mendekat ke arah mereka .


Lala begitu menikmati kencan pertama mereka , walaupun dengan sedikit perdebatan karena Daniel sempat tidak ingin ikut menaiki wahana komedi putar yang hampir semua terisi oleh anak-anak . Karena Lala memaksa dan mau tidak mau Daniel ikut dan lihatlah sekarang , dia sendiri nampak menikmati kuda poni yang ia naiki dan sesekali memotret momen ini bersama Lala.


Tepat di bawah wahana yang berbentuk bulat bak cincin raksasa , dengan keranjang menyerupai sangkar burung dengan ukuran besar yang menggantung di atasnya, Lala sedikit bingung. Kenapa tidak ada pengunjung yang tertarik untuk menaikinya.


" Kenapa ? Hmmm". Tanya Daniel di belakang Lala.


Lala menoleh lalu tersenyum manis .


" Tidak apa-apa , hanya aneh saja di antara semua permainan , kenapa yang ini tidak yang tertarik". Ucap Lala dengan jujur.


" apa kau takut? ".


'' Tidak". Ucap Lala dengan lantang.


" Baik ,kita coba saja". Ucap Daniel menanggapi.


" Ok, siapa takut ".


Daniel berjalan d depan Lala , memesan 2 tiket untuk nya.


Kurungan burung besar berwarna biru menjadi pilihan mereka , duduk di bangku jeruji yang saling berhadapan . Lala menikmati hembusan angin yang semakin kencang , saat mereka semakin meninggi di dalamnya.


Matanya menyapu malam dari arah ketinggian , tinggi dan semakin tinggi.


>>>>>>>>


Maaf ya , bru up , akhir-akhir emak otor sdikit sibuk 🙏.


Semoga suka dengan cerainya.


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰

__ADS_1


Tertanda : Mama kecil ❤️


Muuuaahhhh 😘


__ADS_2