
Deru mesin kuda besi mewah milik Daniel terpacu dengan santai membelah malam , dengan ulasan senyum kecil di bibir gadis kecil nya. Matanya terus mengamati tiap cahaya lampu yang terpajang d antara pohon-pohon dan tiang-tiang pinggir jalan , sesekali suaranya keluar dengan nada yang lembut.
" Apa kamu pernah berkencan dengan gadis kecil seperti ku?". Tanya Lala tanpa mengalihkan pandangan nya .
" Tidak ". Ucap Daniel dengan singkat .
" Ini juga pertama kalinya aku dekat dengan pria yang sudah berumur".
Daniel mengernyitkan dahinya, alisnya naik mencerna ucapan Lala.
" Apa menurut mu , aku ini terlalu tua?". Tanya Daniel lagi .
" Tidak , hanya saja teman kencan ku dulu masih satu tahun dengan kelahiran ku". Ucap Lala jujur .
'' Apa kau punya banyak mantan?". Tanya Daniel sembari menoleh .
" Kenapa?".
" Aku bertanya saja".
Lala berbalik menatap wajah Daniel yang terlihat seperti menahan sesuatu , timbul ide di otak Lala.
" Aku pernah dekat dengan pria muda berkaca mata , dia sangat baik, pintar , pengertian, perhatian , menuruti apapun termasuk memanjat pagar sekolah untuk sekedar membolos di jam mata pelajaran kimia". Ucap Lala.
" Mana mungkin memanjat pagar , berlari saja dia kesusahan ". Ucap Lala dalam hati sembari menahan senyum.
Daniel tersenyum sinis mendengar penuturan Lala , ia tahu jika dia sedang berbohong , namun Daniel tetap tidak suka jika miliknya mengagumi pria lain .
Egois bukan , dia yang bertanya tapi dia yang tidak terima 😒
" Dia sangat tampan, dia juga sering memberi kejutan , pokoknya dia itu".
" Sudah , cukup". Ucap Daniel memotong pembicaraan Lala.
" Apa kau cemburu Tuan muda". Ucap Lala sembari mendekat ke arah Daniel.
Daniel menepikan mobilnya. Dengan gerakan cepat ******* bibir Lala dengan rakus.
Lala membulatkan matanya , terkejut dengan tindakan spontan Daniel, niatnya mengerjai Daniel malah dia sendiri yang tidak bisa berkutik. Nampak Daniel menggigit kecil bibir Lala dengan rasa di dadanya.
__ADS_1
Ssstttt . Desis Lala saat merasa sedikit perih di bibirnya.
" Sakit Daniel". Ucap Lala begitu Daniel melepas ******* nya.
" Aku tidak suka kau memuji pria lain di depan ku". Daniel berucap dengan tidak suka, atau dia sedang cemburu ? entahlah yang jelas nadanya terdengar sangat dingin.
Lala mendongak melihat intens manik mata biru cerah milik Daniel.
" Tapi kau yang ingin ".
Di ***** lagi bibir Lala namun sedikit lebih lembut.
" Jangan membantah". Ucap Daniel di sela ucapan Lala. Lala hanya mampu mengangguk sembari menunduk , cepat ia memalingkan wajahnya ke arah jendela, tidak ingin ketahuan jika wajahnya sedang merona .
Ya dia sedang cemburu, tapi sayang nya , pria di gin di sampingnya tidak punya nyali untuk mengatakannya.
Suasana hening menyelimuti mereka , tenggelam dalam pikiran masing-masing , perjalanan menuju pasar malam pun berjalan dengan lancar.
Tidak terasa mobil semakin melambat , Daniel memarkirkan mobilnya di parkiran khusus. Mungkin memang sudah di siapkan seseorang sebelumnya. Lala bergegas membuka pintu mobil dengan rasa tidak sabar. Daniel yang masih di dalam pun tersenyum geli .
" Kau masih terlihat seperti anak kecil sayang". Ucapnya lalu beranjak keluar .
Lala menggandeng lengan Daniel dengan kuat , entah karena takut tersesat atau memang beginilah cara anak muda seusianya berkencan.
" Aku mau makan dulu , tapi kau yang harus mengantri untuk ku".Ucap Lala langsung mencari tempat untuk nya duduk dan menunggu Daniel membeli makan .
" Aku tidak tau cara memesan makanan, kau ajari aku dulu, nanti akan ku praktek kan , bagaimana ?" . Lala nampak berfikir dan dengan polosnya ia juga menyetujui, bangkit ia dari kursi nya lalu membiarkan Daniel menunggu.
Senyum Daniel mengembang , ia tau ini alasan Lala saja , namum siapa sangka ? Sikap polos Lala malah membawanya ke dalam jebakannya sendiri , dan seperti nya ia tidak menyadari itu.
Selesai mereka dengan makanannya , dengan antusias Lala menarik lengan Daniel untuk menjajal semua wahana yang ada.
" Kita pergi kemana dulu ya". Ucap Lala bingung , sembari menengok kiri kanan.
" Yang ini saja dulu , baru nanti kita ke sana ". Ucap Daniel menunjuk beberapa wahana yang berada di depannya , lalu menunjuk satu wahana yang terletak sedikit lebih jauh.
" Boleh , siapa takut ". Ucap Lala lalu memesan tiket untuk nya berdua.
{ Bagaimana ?}.
__ADS_1
Satu pesan masuk dari saku celana Alex.
{ Aman}.
Balas Alex dengan singkat.
Tidak ada balasan , Alex pun berjalan mendekat ke arah mereka .
Lala begitu menikmati kencan pertama mereka , walaupun dengan sedikit perdebatan karena Daniel sempat tidak ingin ikut menaiki wahana komedi putar yang hampir semua terisi oleh anak-anak . Karena Lala memaksa dan mau tidak mau Daniel ikut dan lihatlah sekarang , dia sendiri nampak menikmati kuda poni yang ia naiki dan sesekali memotret momen ini bersama Lala.
Tepat di bawah wahana yang berbentuk bulat bak cincin raksasa , dengan keranjang menyerupai sangkar burung dengan ukuran besar yang menggantung di atasnya, Lala sedikit bingung. Kenapa tidak ada pengunjung yang tertarik untuk menaikinya.
" Kenapa ? Hmmm". Tanya Daniel di belakang Lala.
Lala menoleh lalu tersenyum manis .
" Tidak apa-apa , hanya aneh saja di antara semua permainan , kenapa yang ini tidak yang tertarik". Ucap Lala dengan jujur.
" apa kau takut? ".
'' Tidak". Ucap Lala dengan lantang.
" Baik ,kita coba saja". Ucap Daniel menanggapi.
" Ok, siapa takut ".
Daniel berjalan d depan Lala , memesan 2 tiket untuk nya.
Kurungan burung besar berwarna biru menjadi pilihan mereka , duduk di bangku jeruji yang saling berhadapan . Lala menikmati hembusan angin yang semakin kencang , saat mereka semakin meninggi di dalamnya.
Matanya menyapu malam dari arah ketinggian , tinggi dan semakin tinggi.
>>>>>>>>
Maaf ya , bru up , akhir-akhir emak otor sdikit sibuk 🙏.
Semoga suka dengan cerainya.
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
__ADS_1
Tertanda : Mama kecil ❤️
Muuuaahhhh 😘