
Setelah satu jam perjalanan sampailah Daniel di depan Lobby GOLD APARTEMEN . Dilihatnya Lala yang masih sangat menikmati mimpinya entah apa yang di mimpikan gadis pecicilan itu , Namum saat tertidur begitu sangat menenangkan seperti gadis pada umumnya yang terlihat sangat pemalu.
Tidak tega Daniel untuk membangunkan nya , Daniel pun berinisiatif menggendong tubuh mungil Lala . Ya terpaksa Daniel harus membawanya ke apartemen miliknya , karena tidak mungkin Daniel meninggalkan gadis kecil ini sendirian saat sedang sakit .
Diangkatnya tubuh Lala perlahan masih tidak ada respon Lala hanya sedikit menggeliat dan menyembunyikan wajahnya ke dalam dada bidang Daniel.
Tingg.
Pintu lift terbuka , Alex yang hendak menemui Daniel nampak berlari ke arah Daniel dengan sedikit terkejut.
" Kenapa dia? ".
" Udah bukain dulu pintunya , oh iya tolong ambilin obat dia di mobil , gue ga bisa bawanya tadi ". Ucap Daniel dengan pelan.
Alex segera membuka pintu dan menutup kembali lalu turun menuju basemen untuk mengambil obat yang Daniel minta .
Sedikit heran , namun Alex hanya mampu diam.
Di letakkan tubuh kecil Lala dengan sangat hati-hati di atas ranjang empuk yang terhubung dengan kamarnya tapi hanya Daniel yang tahu tentang itu .
Dulunya kamar ini adalah gudang tempat Daniel meletakkan barang-barang kenang bersama Maura , namun tidak untuk sekarang semenjak empat bulan kebelakang Daniel membuang habis kenangan itu dan merenovasi menjadi ruang beristirahat yang nyaman .
Allena sering berkunjung dan tidak jarang pula menginap di sana saat liburan, jadi Allena lah yang menempati nya.
Pandangan Daniel tiba-tiba tertuju ke arah bibir mungil Lala , sedikit mendekatkan wajahnya hendak menyentuhkan bibirnya pada bibir kecil berwarna merah muda yang begitu menggoda .
Daniel memejamkan matanya semakin dekat dan.
Tap tap tap..
Namun di urungkan Daniel saat tiba-tiba terdengar langkah kaki masuk kedalam ruang tamu.
Huufff ,,
Hela nafas Daniel sedikit kasar dengan menggelengkan kepalanya.
" Ini". Ucap Alex memberi bungkusan plastik dengan beberapa macam obat.
" Makasih".
" Kenapa bisa gitu ?". Tanya Alex penasaran.
" Hmm , ga bisa makan pedes tapi tadi makan bakso isinya cabe semua". Ucap Daniel sembari menghela nafas.
Alex tadi sempat terkejut saat mendapat kabar Daniel sedang di rumah sakit tapi saat tahu siapa yang di maksud Daniel , Alex semakin terkejut , bagaimana bisa Lala bertemu Daniel . Namun Daniel sudah menjelaskan dan meminta pelayan rumah utama untuk mengambil barang yang ia bawa .
________
" Apa ada kendala ?".
__ADS_1
" Enggak ada , semua lancar sesuai rencana ". Ucap Alex dengan santai.
" Kapan rencana Lo mau resmiin tu gedung?.
" Entar biar gue pikirin , sekarang kita harus fokus kejar tender dulu di kota B kemarin ". Ucap Daniel sembari membuka lembaran kertas yang Alex berikan.
Alex hanya mengangguk menyetujui.
Daniel dan Alex beranjak menuju ruang kerja untuk membahas pekerjaan yang harus segera di selesaikan .
Waktu berjalan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam . Alex juga sudah pulang tiga puluh menit yang lalu , Daniel pun berjalan menuju kamarnya.
Daniel tidak ingat jika ia membawa Lala ke apartemen .Sempat bingung kenapa kamar sebelah menyala terlihat dari fentilasi kaca dari atas pintu penghubung , karena merasa tidak ada yang menempati kamar yang berada di sebelahnya Daniel pun mematikan lampu dari dalam kamarnya.
Lala menggeliat tangannya meraba-raba mencari boneka besar kesayangan namun tidak ia temukan dimana posisinya Lala pun memutuskan untuk duduk dan mencari nya namun sayang, saat Lala membuka mata ruangannya begitu gelap dan Lala pun menangis histeris.
Hikkss hiikksss , hhhuuaaa ,
" Ibuu , Ayahh , Lala takut Bu , tolong Lala , Hikss". Lala menangis tersedu.
Daniel mendengar tangis wanita dari arah sebelah merasa bingung dan sedikit takut , bergegas Daniel mengecek dan barulah Daniel tersadar bahwa membawa Lala menidurkan nya di kamar sebelah.
Daniel berlari namun lupa menyalakan kembali lampunya.
" Ayahh". Ucap Lala sembari memeluk erat tubuh kekar Daniel.
Deg .
Dirabanya tubuh itu , merasa bukan Ayah nya Lala mendorong tubuh Daniel dengan kencang.
" Siapa kamu ?". Tanya Lala sedikit berteriak , sembari memeluk bantal dengan erat seolah dia sedang terancam.
" Tenang La ini saya ". Ucap Daniel menenangkan.
" Kamu ada di apartemen saya , kita tadi dari rumah sakit dan saya membawa mu kemari karena tidak ada yang menjaga mu jika harus kembali ke apartemen mu ". Ucap Daniel dengan cepat.
Lala mendekat lalu memeluk lebih erat tubuh Daniel. Entah keberanian dari mana Lala melakukan nya.
" Huhuhuu,, Lala takut gelap pak". Ucap Lala dengan air mata yang mengalir.
" Sudah tidak apa-apa , ada saya di sini". Ucap Daniel mengusap pucuk kepalanya dengan lembut . Merasa cukup tenang barulah Lala melonggarkan pelukannya.
" Sebentar , saya hidupkan dulu lampunya ". Ucapy hendak bangkit dari posisi duduk.
" Jangan tinggalin Lala pak , Lala takut gelap". Ucapnya memelas.
Merasa bingung harus bagaimana Daniel pun membawa Lala menuju pintu .
" Ya sudah , ikut saya". Daniel mengalah lalu menggenggam tangan gemetar Lala yang terasa begitu dingin.
__ADS_1
Lala mengekori Daniel sembari berpegang pada ujung kaus Daniel bak anak itik takut tertinggal induknya .
" Bisa kamu lepaskan baju saya?". Tanya Daniel dingin. Lala pun langsung melepas tangannya .
Kkrruukkkk..
Bunyi dalam perut Lala dengan nyaring. Daniel mengernyitkan alisnya mendengar suara yang berasal dari perut Lala.
" Eheheee". Ucap Lala cengengesan sembari memegsngi perutnya sedikit malu , namun memang begitu lapar.
" Kamu lapar?". Tanya Daniel.
" Iya pak, apa bapak tidak mendengar suara cacing di perut Lala minta di beri makan". Tanya Lala enteng.
" Kamu ini perempuan atau bukan sih, kenapa tidak merasa malu sedikitpun?". Tanya Daniel heran.
" Kalau Lala lapar masa Lala harus jawab kenyang pak".
" Pandai sekali kamu membantah".
Lala tidak menanggapi namun mulutnya berkomat-kamit.
" Ya sudah sana ke dapur , masak apa yang ada . Obat mu ada di atas meja ". Ucap Daniel mengakhiri.
Mendengar instruksi dari Daniel bergegas Lala menuju dapur dan memasak bubur ayam sederhana.
Masih dengan pakaian yang sama , hoodie berwarna pich dengan jins yang melekat di kaki Lala yang tidak terlalu panjang.
karena merasa panas , Lala melepas baju tebalnya yang menyisakan kaus putih polos bertuliskan Kitty , tidak lupa Lala mengikat tinggi rambut panjangnya hingga menampakkan leher putih tanpa noda sedikitpun.
sembari menunggu buburnya siap ,Lala memotong daun bawang juga menyiapkan suwiran ayam dan kacang goreng . Terakhir Lala hendak menyiapkan sambal sebagai penyempurna rasa namun Daniel segera mengambil cabe yang hendak Lala haluskan .
" Saya tidak ingin di repotkan malam-malam seperti ini". Ucap Daniel lalu meletakkan kembali ke dalam wadah.
" Beberapa hari ini kamu tidak boleh memakan sembarangan , apa kamu lupa bagaimana kamu menahan sakit tadi". Daniel mengingat lagi.
Daniel memang dingin namun pada gadis ini entah kenapa dia merasa sedikit luluh.
" Iya pak". Ucap Lala merasa ada benarnya ucapan Daniel.
Lala menyajikan dua mangkuk bubur ayam lalu membawanya menuju meja makan tidak lupa air minum berada di sisi kanan masing-masing.
Mereka menyantap makanan dalam diam hanya dentingan sendok dan garpu yang mengisi ruangan.
_______
Apa ada yang kurang faham sama alurnya ?
Mohon maaf kalau begitu.
__ADS_1
salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
Mama kecil ❤️