
" Astaga ayah, apa yang ayah lakukan". Ucapnya lirih sembari mendekat ke arah ayah nya.
Tangannya di tepuk-tepuk agar sisa tepung yang menempel di tangannya menghilang lalu mengusapnya pada kain lap yang ia gantung di pinggangnya.
" Yah , apa yang ayah lakukan , kenapa Daniel mengangkat karung". Ucap Lala sedikit panik.
" Hei heii ,kenapa wajah mu seperti itu , ayah hanya sedikit melatih otot nya saja , apa itu salah". Ucap Surya santai.
Lala menggelengkan kepalanya lalu berjalan menyusul Daniel.
Langkahnya sedikit cepat sehingga tidak sengaja kakinya tersandung kardus kecil yang tergeletak di atas lantai.
" Ayahhh". Sungut Lala berbalik.
Surya mengangkat tangannya keatas , bahunya naik turun dengan senyum di bibirnya.
" Mas, sudah jangan di becandain, kasian mereka". Ucap indah menepuk pelan punggung suaminya.
" Aku tidak melakukan apa-apa, dia tersandung sendiri". Ucap Surya sembari terkekeh.
Indah hanya menggelengkan kepalanya pelan hendak membawa suaminya masuk ke dalam.
" Apa sudah selesai?".
" Sedikit lagi , lihat lah bagaimana dia menggendong karung". Ucap Surya sembari terkekeh.
Lala berlari mendekat ke arah Daniel , keringatnya bercucuran , kini rambutnya berantakan dengan tetesan keringat di keningnya. Lala tersenyum lalu mengusap dahi Daniel dengan sapu tangan miliknya.
" Apa Ayah yang mengerjai mu tuan".Ucap Lala meledek.
" Hmm seperti yang kau lihat nona, seperti nya ini menjadi ujian pertama untuk mendapatkan nona kecil ku ". Daniel menjawab dengan senyum menggoda.
" Maaf , Ayah tidak bermaksud seperti itu".
" Aku tidak masalah , aku menyukaimu dan aku juga menghormati orang tua mu , dia hanya ingin tau keseriusan ku saja , apa itu mengganggu pikiran mu?". Tanya Daniel sembari mengusap pucuk kepala Lala dengan sayang.
Lala menggeleng , senyumnya mengembang sempurna , matanya berkaca d Ngan penuturan Daniel.
" Kau semakin tampan jika seperti ini". Ucap Lala jujur.
" Ya , aku memang tampa, dan kau sudah sering mengakuinya".
Daniel terkekeh , lalu wajahnya mendekat ke arah Lala , entahlah apa yang hendak ia lakukan.
Jantung Lala berdetak , lebih entah bagaimana ekspresi wajahnya saat ini, Daniel menghentikan aksinya , senyum jahil menghiasi wajahnya .
Hhuufff.
Di tiupnya mata Lala yang terpejam , entah pikiran kotor apa yang sedang ia putar di kepalanya.
" Apa kau menginginkan sesuatu nona, aku hanya ingin membersihkan rambut mu dari tepung , kenapa mata mu terpejam". Daniel berucap sembari menepuk sayang pucuk kepala Lala.
Lala mendelik mendengar ucapan Daniel , wajahnya merah padam menahan malu .
'' Kau jahattt ". Ucap Lala memukul keras dada bidang Daniel dengan kesal.
Ahahaha .
__ADS_1
" Aku salah apa , dan ini kenapa kau lucu sekali hmmmm". Ucap Daniel sembari menarik bibir monyong Lala yang sedang cemberut.
" Emmm". Lala menepis lengan Daniel lalu berbalik membelakangi Daniel.
" Sudah jangan marah , nanti akan ku kabulkan permintaan mu". Ucap Daniel menggoda.
" Hah memang apa yang aku inginkan, tidak ada". Ucap Lala cepat.
Cup..
Belum selesai Lala berbicara namun seolah kata-kata nya hilang seketika.
" Ini ! kau menginginkan ini bukan ? salah otak mu yang meminta " . Daniel mencuri ciuman di pipi cabi Lala lalu berlalu meninggalkan gadisnya yang merona .
Bluusss.
Tubuhnya terasa memanas , entah bagaimana bisa hal sederhana saja Mempu membuatnya kelimpungan.
Lala menggigit-gigit bibir bawah dan senyum tertahan di bibirnya nampak sangat menggemaskan.
" Nanti kita lanjutkan jika aku sudah selesai mengerjakan tugas dari mertua ku". Bisik Daniel sembari mengedipkan matanya lalu ia berlalu pergi .
" Daniel , kau mengesalkan". Ucap Lala sembari melempar sapu tangan ke udara.
Lala hanya mampu menahan malu matanya terus berkedip menyesuaikan irama jantung nya.
Surya juga Indah yan melihat bagaimana Daniel memperlakukan putrinya hanya tersenyum geli, perjodohan yang belum terlaksana malah sudah di suguhkan dengan pemandangan luar biasa.
" Anak itu memang persis seperti Daddy nya" Ucap Surya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mereka saling bertatapan lalu tawa renyah dari bibir mereka.
________
Alex sedang membolak-balik lembaran kertas yang tersusun di atas mejanya , hari ini semua tugas di serahkan padanya dering panggilan dari atas meja membuyarkan konsentrasi nya.
'' Hemm, ada apa , aku sedang sibuk". Ucapnya cepat sembari memutar kursi nya.
" Aku hanya ingin meminta izin mu saja , aku pinjam 1 baju mu boleh , aku tidak punya baju ganti". Ucap gadis di sebrang sana.
" Hmm, pakai saja , sudah aku sedang sibuk lakukan saja yang kau suka , Sebentar lagi aku juga pulang". Ucap Alex cepat lalu mematikan sambungan telfonnya.
Andini melihat layar ponselnya , panggilan sudah di matikan sepihak .
'' Ok ,lakukan sesukamu Andini". Ucapnya lalu beranjak menuju walkin closet miliknya Alex dengan sedikit tertatih.
_______
Daniel duduk dengan tenang , tangannya sibuk mengaduk isi makanan di piringnya , dan lagi perdebatan seperti sebelumnya pun terjadi tidak perduli bagaimana tanggapan calon mertuanya.
Lala makan dengan sedikit kesal, hampir semua masakan yang ia sajikan tidak bisa ia nikmati.
Lala menurut karena sedikit ancaman dari Daniel mau tidak mau Lala harus mengalah .
" Sayang jangan begitu nak Daniel hanya tidak ingin kamu sakit". Ucap indah membuka suara.
Lala hanya tersenyum terpaksa menanggapi ucapan Ibunya.
__ADS_1
" Iya ibu , Lala tau itu". Ucapnya sembari menyuapkan 1 sendok nasi ke dalam mulutnya.
Surya hanya diam mengamati , bagaimana sikap Daniel yang sedikit posesif terhadap putrinya .
Ia cukup kagum bagaimana Daniel memperlakukan putri kesayangannya
Daniel tersenyum senang , pasalnya calon ibu mertua nya ada di pihak nya juga, kini tinggal bagaimana mengambil perhatian dari calon ayah mertuanya.
" Lala ". Kini Surya bersuara.
" Ya Ayah". Sembari mendongak ke arah ayahnya.
" Apa kau ingin menikah muda?".
Uhhuukkk uuhhuukkk uuhhuukkkk..
Lala tersedak makanannya cepat Daniel menyodorkan gelas berisi air putih miliknya Lala pun mengambil Lalau meneguk hingga tandas.
" Are you ok ?". Tanya Daniel begitu Lala menaruh gelasnya sedikit kasar .
Lala menatap lekat bola mata biru milik Daniel, seolah meminta penjelasan.
Daniel tersenyum begitu pun Surya dan Indah.
" Sudah kita selesaikan makanya dulu , lihat gadis ayah seperti nya setuju". Ucap Surya lagi .
" Ayah sudah , nanti saja kita lakukan". Bu indah menengahi.
Daniel tersenyum manis , di usapnya pucuk kepala Lala dengan sayang .
" Kau tenang saja , aku sudah sudah melamar mu bukan, jadi aku tidak ingin menunda lagi ". Ucap Daniel pelan setengah berbisik Lala tertunduk malu lalu mengangguk pelan.
Makan malam berjalan lancar mereka pun duduk melingkar sesuai kursi yang tersedia di ruang tamu.
Surya yang sedang menggeser-geser layar ponselnya sesekali tersenyum kecil.
" Ekhemm, Daniel apa kau serius dengan putri saya?". Ucap Surya menyambung ucapnya yang sempat tertunda.
Daniel senyum menanggapi ucapan Surya kini ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang sudah ada di depan mata.
" Saya serius om , saya bukan anak kecil lagi , jadi saya berniat akan melamar putri om secepatnya ". Ucap Daniel dengan lantang.
Lala menggenggam erat tangan ibunya seolah sedang berada dalam ruang sidang yang menegangkan. Kepalanya menunduk seolah ada sesuatu di bawah sana yang lebih menarik untuk di lihat , jantungnya seakan terpacu.
Deg deg deg deg.
Suasana seolah berubah menjadi tegang , menunggu jawaban dari Surya.
>>>>>>>
Salam sayang buat semua 🤍
Semoga suka ya, salam manis dari Mama kecil ❤️
Semoga harimu menyenangkan 🥰
Muuuaahhhh 😘
__ADS_1