GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Minyak urut


__ADS_3

Menjelang sore , Lala yang sudah mengantongi izin untuk pulang lebih awal nampak semangat namun perasaan nya semakin di buat tidak karuan. Pergi ke pusat perbelanjaan yang cukup terkenal bersama Nanda dan juga Allena .


Nanda sekarang sudah di pindah kan lagi untuk bergabung bersama DAM GROUP di divisi yang sama saat bekerja di anak cabang .


Dari toko satu ke toko lain , entah sudah berapa toko yang mereka kunjungi namun belum sesuai dengan keinginannya.


" Guys , yang ini aja ya ". Ucap Lala sembari memamerkan gaun manis di tangannya.


Cukup lelah karena sedari tadi pilihannya selalu di tolak oleh Allena dan juga Nanda.


Kehebohan pun tidak terelakkan , sudah di pastikan kali ini membuat mereka bahagia sekaligus leluasa untuk berbincang.


" Ok ". Ucap mereka kompak dengan mengacungkan jempol tangan nya.


Waja Lala yang sedari tadi di tekuk seketika mengembang , pilihannya kali ini di terima oleh mereka.


" Laper ni , yuk lah kita cari makan dulu". Ucap Nanda sembari memegangi perutnya.


Lala dan Allena nampak mengangguk menyetujui , turun menuju lantai 2 dimana pusat makanan di jajakan , restauran klasik menjadi pilihan mereka .


" Gue ke toilet bentar ya " . Ucap Lala sembari menaruh barang belanjaan nya.

__ADS_1


Lala berjalan sedikit terburu-buru , dari arah pintu Lala melihat ibu-ibu dengan barang yang tergeletak di lantai , di hampiri nya dengan langkah lebar .


" Tante tidak apa-apa?". Tanya Lala sembari memungut barang yang berhamburan.


" Ah , tidak apa-apa , tadi saya tidak sengaja terpleset , mungkin kakinya sedikit keseleo". Ucapnya sembari memegangi pergelangan kakinya.


" Ternyata kamu perhatikan dan sangatlah baik , tidak salah anak itu memilih calon menantu ". Ucapnya dalam hati sembari memandang lekat ke arah wajah Lala.


" Tunggu sebentar , tante tunggu disini sebentar ya". Lala memapah menuju sofa yang berada di dalam toilet dengan meja persegi di depannya.


Bergegas Lala masuk ke dalam bilik , menuntaskan yang sedari tadi ia tahan. Begitu selesai Lala mencuci tangan dan menghampiri Anna sembari membuka tas kecil nya. Di korek semua isi dalam tasnya mencari benda kecil yang selalu ia bawa . Anna memandang dengan bingung , lalu senyum kecil nampak di bibirnya.


Di usianya yang sudah renta , memanglah harus ekstra hati-hati , namun wajah yang nampak terawat hingga tidak menyadari jika dia sudah berumur.


Anna nampak tertawa melihat bagaimana Lala begitu perhatian kepada orang lain , bahkan pada dia yang baru saja ia temui.


" Tante , mungkin sedikit sakit , tapi ini tidak akan lama, tahan sedikit ya". Ucap Lala lalu berjongkok . Di ambilnya kaki kiri Anna , dengan paha Lala sebagai tumpuan. Sedikit meringis saat Lala mengoleskan minyak dan sedikit diberi pijitan. Di putarnya kaki kiri Anna , bak tukang urut profesional Lala sangat fokus dengan apa yang ia kerjakan.


Di rasa sudah cukup Lala menurun kan kaki Anna secara perlahan.


" Bagaimana Tante , apa masih sakit?". Ucap Lala lalu berdiri dari hadapan Anna.

__ADS_1


Gelengan kepala menandakan jika sudah tidak terasa sakit , Anna pun berdiri lalu sedikit di gerakan kakinya dan .


" Wah, kamu hebat sekali , terima kasih nak". Ucapnya dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya.


" Tante terlalu memuji ". Ucap Lala sembari tersenyum manis .


" Maaf Tante Lala sedang terburu-buru , sudah di tunggu teman ". Ucap Lala berpamitan . Anna mengangguk kan kepalanya dengan senyum merekah.


_____


Di kantor Daniel yang sedang rapat pun tersenyum saat notifikasi masuk , kartu yang ia berikan paksa pun terpakai oleh gadis kecilnya , sebelumnya Lala menolak keras , namun dengan segala bujuk rayu akhirnya Lala menyetujui . Dengan ide yang ia punya , Lala mengajukan persyaratan untuk mengajak Nanda dan juga Allena untuk menemani nya baru ia menerima tawarannya. Daniel mengangguk setuju , pasalnya memang ia sengaja meluangkan waktu untuk mereka , karena kemarin sudah menggagalkan acara mereka.


Diletakkan benda pipih di atas meja lagi , dengan senyum kecil . Alex yang sedari tadi memperhatikan tingkah Tuan nya di buat bingung.


" Apa jangan-jangan Daniel sudah gila". Alex membatin sembari begidik ngeri .


Mengingat dirinya akan membawa Lala ke Mension utama , dengan suara dingin Daniel memberi instruksi.


" Rapat di tunda , lanjutkan besok". Singkat nya lalu beranjak dari kursi putar miliknya , rapat pun di tunda dengan tiba-tiba.


Begitu mendengar instruksi bergegas Alex membereskan kertas yang berserakan di atas meja lalu dengan cepat mengikuti langkah Daniel .

__ADS_1


Para karyawan pun sedikit heran , pasalnya tidak pernah Daniel menghentikan rapat nya walau sudah larut sekalipun , namun sekarang dengan tiba-tiba rapat di tunda . Saling berbisik takut ada kesalahan dalam penjelasan dari sala satu divisi yang tidak di setujui oleh tuan Daniel dan membuat sang Tuan membubarkan acara sakral di kantor nya.


__ADS_2