GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Pangeran dari negri dongeng


__ADS_3

Kini mereka sudah berada di depan rumah bertingkat, tidak begitu besar namun lebih terkesan damai . Dinding putih dengan hiasan batu-batu berukuran sedang yang menghiasi sebagian dari dinding nya.


Jendela kaca memanjang di bagian sisi kiri bersebelahan dengan garasi mobil yang tidak begitu besar . Motor matic kesayangan Lala yang dulu pernah membawanya menuju kantor jauh sebelum mereka dekat , senyum Daniel terukir tatkala kejadian itu terlintas di otaknya. Nampak kursi ruang tamu yang terpampang dari luar kaca , bagian atas nampak 2 buah kaca besar yang menampakkan bingkai foto terpajang rapih beserta balkon yang bertengger di depannya.


Taman kecil menghiasi halaman , rumput hijau serta bebatuan kecil yang tersusun rapih sebagai pijakan . Aku memandang dengan senyum yang nampak terukir di sudut bibir ku.


Gaya rumah sederhana namun terlihat mewah juga begitu asri .


Susunan pot-pot bunga berjejer dengan warna yang berbeda. 1 pohon jambu sedikit tinggi menambah suasana semakin sejuk , bunga-bunga putih nampak menghiasi di atasnya .


" Hei , kau sudah siap?". Tanya gadis kecil yang sedari tadi memandang ke arah ku.


" Iya , rumah mu cukup berkesan , aku suka suasananya , mungkin aku akan sering datang kemari ". Ucap Daniel dengan serius.


" Ayo , kita masuk dulu". Ucap Lala sembari mengangguk , tangannya menggandeng lengan kiri Daniel.


" Assalamualaikum "


" Ibu , Ayah". Tetiak Lala sedikit kencang .


" Ibu , lala pulang , bibi".


" Wa'allaikum sa".


" Lam". Seseorang menyahut dari arah pintu dapur namun dengan salam yang terputus.


" Wahh, siapa ini non". Bisik bi Asih di sembari menurut bibirnya .


" Pangeran tampan dari negri dongeng bi".Ucap Lala sembari cekikikan.


" Apa ini cocok buat Lala bi?". Tanya Lala masih dengan kikikan kecil.


" Cocok non, kala non ngerasa kurang cocok, buat bibi juga nda papa". Ucap bi Asih pelan sembari menatap ke arah Daniel .


" Ahahaaa, bibi bisa aja, udah ah Lala mau bawa pangeran Lala dulu, nanti di ambil bi Asih". Ucap Lala menanggapi .


Daniel yang tidak tau apa-apa hanya bisa tersenyum kecil.


" Oh iya Bi , mana ibu sama Ayah?". Tanya Lala Sembrani menggandeng Daniel menuju ruang tamu.


" Masih di toko non".


Bi Asih berjalan di sisi kiri Lala mengiringi langkahnya sedangkan Daniel di sisi kanan dengan jemari yang masih saling menggenggam.

__ADS_1


Matanya menyapu setiap sisi yang berada di dalam ruangan . Matanya menangkap satu gambar foto dalam bingkai kecil , nampak anak kecil dengan gaun putih , rambut yang terurai panjang , dengan senyum manis yang menghiasi bibirnya tangannya memeluk erat boneka beruang berwarna coklat dengan pita merah di lehernya.


" Itu kamu?" . Tanya Daniel


" Iya".


" Cantik". Ucap Daniel dengan cepat.


Bluss ,


Wajah Lala merona dengan cepat , ia menunduk malu sembari menggigit kecil bibir bawahnya.


" Tuan, anda harus hati-hati ,di balik cantik non Lala , dia juga seperti pendekar". Bi Asih ikut menyimbrung .


" Tuan harus berhati-hati ". Ucap bi Asih sembari berlalu ke arah dapur.


" Bibbbiiiii".


Teriak Lala begitu mendengar penuturan asisten sekaligus pengasuhnya dari dulu.


Dan kini mereka sudah seperti keluarga , apa pun yang di rasakan Lala , ia tidak sungkan untuk berbagi dan bi Asih dengan suka rela mendengar nya sesekali juga memberi nasehatnya.


Daniel tersenyum geli , melihat bagaimana tingkah manja Lala , raut wajah yang semula merah malu ,kini berubah menjadi merah menahan kesal.


" Kau tidak perlu mendengar bi Asih". Ucap Lala lagi sembari merapihkan rambut yang sedikit berantakan.


" Iya , kalau benar sekalipun aku tidak masalah , aku siap di terkam oleh mu pendekar kecil". Ucap Daniel dengan gemas .


" Ddaanniieelll". Sungut Lala cemberut , bibirnya maju ya sangat menggemaskan.


Greepp.


" Emmmmm". Lala memberontak minta di lepaskan.


" Sudah ku bilang jangan menggoda ku , apa kau lupa?". Ucap Daniel lalu menjauhkan tangannya.


" Aku tidak menggoda mu Daniel , justru kalian yang menggoda ku ". Ucap Lala masih tidak terima.


" Sudah , mundurkan bibir mu , aku tidak tahan melihat nya , jangan sampai aku menerkam mu disini sekarang juga ". Ucap Daniel dengan senyum penuh arti.


Lala menuruti perintah Daniel , tidak mau juga ia di hukum , tau sendiri hukuman apa yang harus ia dapat .


" Duduk lah". Ucapnya mempersilahkan Daniel.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu , bi Asih datang dengan nampan yang terisi 2 gelas minuman beserta cemilan sebagai pelengkap nya .


" Silahkan non , tuan". Ucap bi Asih lalu memindahkannya ke atas meja .


Daniel tersenyum sembari mengangguk kecil.


" Terima kasih bi ". Ucap nya.


" Sama-sama tuan".


" Non, mungkin ibu dan bapak masih agak lama di toko , nanti kalau non mau menyusul beri tahu bibi ya non , sekalian bibi mau titip bawakan pesanan ibu". Ucap bi Asih dengan sopan.


" Iya Bi , nanti Lala panggil bibi kalau mau ke toko ".


" Baik non ,saya permisi dulu , tuan silahkan di makan cemilannya , ini kesukaan non Lala , jangan sampai tuan tidak kebagian". Ucap bi Asih sembari tersenyum jahil ke arah Lala.


Ya , bi Asih menyuguhkan cookies coklat dengan taburan kacang almond di atasnya .


" Bibiiiiii".


Teriak Lala lagi dengan tertahan.


Ya , mereka memang sering bercanda , kadang Indah sampai pusing di buat mereka.


Dan semenjak Lala mulai sibuk bekerja dan memilih tinggal terpisah , rumah terasa sepi , maka dari itu saat ia berkunjung , ada saja tingkah yang selalu membuat semua gemas.


" Sudah non, bibi capek ketawa terus , kalian teruskan saja ngobrol nya , bibi mau kebelakang dlu".


" Mari non , taun". Bi Asih undur diri , kebetulan masih ada yang harus ia kerjakan di dapur.


Daniel mengangguk dengan senyum ramah.


" Aaaaa". Ucap Daniel sembari menyuapkan cookies coklat dari tangannya.


>>>>>>>>


Kasih masukan ya kalau masih ada yang kurang baik cara penulisannya.


Jangan lupa jejaknya 🥰


happy reading everyone 🤗


salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰

__ADS_1


mmmuuuaahhh 😘


__ADS_2