GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Aku hanya bercanda


__ADS_3

Andini mengerjakan matanya , di lihat sekelilingnya nampak asing , dan ini ,


" Di mana ini?". Tanya nya sembari memutar bola matanya memandang seluruh isi ruangan.


" Ini bukan kamar gue , terus ini di mana?".


Alex terus memandang gelagat gadis yang kini menguasai ranjang tidurnya , ya apartemen miliknya hanya punya 1 kamar , berhubung ia bngung harus membawa kemana , dan entah kenapa Alex justru memilihnya membawa ke apartemen dan di taruh nya di atas ranjang empuk miliknya.


Semalam ia menghubungi Bima , sekedar untuk memastikan kondisi korban yang ia tabrak.


Bima memberi sedikit obat tidur agar istirahat nya cukup .


" Ini tidak terlalu parah , kau tidak perlu khawatir". Ucapnya sembari menulis sesuatu di kertas putih.


" Ni , pergilah ke apotik , dia tidak akan terbangun sampai besok , oleskan juga pada luka betutu kau sudah kembali ". Ucap Bima sembari mengulurkan tangannya.


" Thank you ". Ucap Alex lalu mengambil kertas putih yang sudah tercoret tinta hitam yang tak bisa terbaca olehnya.


" Kau yakin dengan ini?".


" La meragukan kemampuan ku?". Tanya Bima balik pada Alex.


Alex hanya memandang aneh pada coretan kertas di tangannya , yang terlihat hanya seperti garis lurus sedikit melengkung.


" Kau tidak akan faham, berikan saja pada apoteker dia pasti tahu, sudah lah cepat kau belikan dulu , ingat langsung kau oleskan salepnya tipis di bagian lukanya supaya cepat mengering. Tapi kau jangan pergunakan kesempatan untuk melahapnya ya". Ucap Bima dengan wajah yang entah bagaimana ekspresi nya .


Alex mendongak , matanya mengarah tajam pada pupil Bima.


" Mungkin harus ku atur jadwal untuk pelepasan jabatan mu , lagi pula tidak begitu sulit untuk membujuk tuan muda ".


" ahahahaa , kau ini kaku sekali , aku hanya bercanda , ". Ucapnya memotong pembicaraan.


" Tidak bos tidak asisten sama saja, huff". Ucap Bima dalam hati sembari memamerkan senyum kecut yang di paksa manis.


" Kau ". Ucap Dini sembari menajamkan penglihatan nya .

__ADS_1


" Hmm, kau sudah sadar , kenapa kau bisa tiba-tiba datang dari balik pohon , apa yang kau lakukan ? kau menguntit?". Alex memberondong semua pertanyaan .


" Astaga , bisa kah kau berbaik sedikit pada ku , setidaknya aku terluka juga karena kau tabrak ". Elak dini dengan susah payah memposisikan tubuhnya .


" Jangan banyak gerak , luka mu masih basah ". Ucap Alex dari arah sofa .


Dini hanya mengangguk sembari matanya menatap ke sekeliling nya .


" Ini dimana?".


" Apa kau tidak bisa melihat , ini di dalam kamar".


" Ya , aku tau , tapi ini kamar?".


Glekk.


Dini meneguk ludahnya dengan susah.


Di cek kembali pakaiannya buang melekat di tubuhnya.


" Ini semua gara-gara Daniel , dia sudah mencemari otak ku". Ucapnya dalam hati .


Dini membulatkan matanya , terkejut dengan ucapan Alex, Dini menaikan selimut yang semula hanya ia tutup kan sebatas kaki , kini membungkus sempurna sampai leher.


Alex menaikan bibirnya , senyum kecil menghiasi wajahnya.


" Cek , kau tidak perlu takut ". Ucap Alex sembari mendekat ke arah Dini.


" Mm mau apa kamu?". Tanya Dini terbata.


" Memang aku mau apa?". Tanya balik Alex , wajah takut Andini justruh membuat nya tertarik.


" Jangan macam-macam ya , ssttt". Dini menahan sakit di sikunya , tidak sengaja tergores saat ingin mengambil bantal di belakangnya.


" Sudah lah aku hanya bercanda , ini minum , ini juga oleskan pada luka mu , tidak mungkin aku lagi yang melakukan nya bukan? Atau kau mau aku saja yang melakukannya lagi?". Ujar Alex dengan senyum jahil.

__ADS_1


" Dasar mesum , sini aku bisa sendiri". Ucap Andini lalu mengambil obat dari tangan Alex.


Alex tersenyum hatinya merasa sedikit tersentak.


______


Daniel menggenggam erat setir mobil nya, berusaha menetralkan deru nafas yang tidak teratur , Lala tersenyum kecil melihat raut wajah Daniel yang nampak sedikit tegang.


" Apa kau takut?". Tanya Lala lembut sembari menggenggam tangan Daniel.


Terasa hangat , sentuhan dan perhatian Lala kini menjadi penyemangat nya. Ini bukan kali pertama nya bertemu orang tua dari wanita yang ia suka, tapi ini terasa aneh , jantungnya berpacu seolah sedang menaiki tebing tinggi dan nampak jurang curam di dalamnya.


" Kau tidak perlu khawatir , Ayah ku tidak memakan orang". Ucap Lala santai sembari tersenyum.


" Heii, itu kata-kata ku bukan?".


" Ya , ini memang kata-kata mu , tapi kini kau juga membutuhkan nya untuk menenangkan". Ucap Lala dengan senyum manis di bibirnya.


Daniel tersenyum , di peluknya erat tubuh kecil Lala, di cuim nya pucuk kepala Lala dengan sayang.


" Apa aku salah?" . Pertanyaan polos lolos dari bibirnya.


" Tidak , kau sudah melakukan dengan benar, terima kasih , terima kasih sudah menerima ku". Ucap Daniel masih dengan memeluk erat tubuh kekasihnya. Lala membalas pelukan hangat dari Daniel , laki-laki yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Senyum mereka nampak begitu bahagia ,kini hanya tinggal mendapat restu dari keluarga nya lah yang akan menentukan mereka kedepannya , karena baginya , restu dalam sebuah hubungan akan menentukan baik buruknya kehidupan kedepannya.


" Aku yang berterima kasih , kamu sudah menerima ku dengan tangan terbuka , aku dan kamu itu sangatlah berbeda ". Ucap Lala dengan wajah yang menempel di dada bidang Daniel.


" Sudah , kita tidak perlu membahas yang tidak penting , yang terpenting sekarang aku bisa mendapat restu orang tua mu.


Daniel melepas pelukannya lalu mengecup sayang kening Lala , ya ini mampu membuat Lala terhipnotis , kecupan singkat namun terasa begitu dalam.


>>>>>>


Salam sayang buat semua 🤍


Semoga hari mu menyenangkan 🥰

__ADS_1


__ADS_2