GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Bima vc Daniel


__ADS_3

Setelah perdebatan antara Daniel dan Lala , mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen. Mereka berjalan ke arah lobby rumah sakit .


" Kalian sudah mau pulang?".


" Hmm". Jawab Daniel.


" Iya dok, makasih dok udah obati Lala". Jawab Lala dengan senyum merekah.


" Iya , sudah menjadi tugas saya ". Ucap Bima dengan kedua tangan di masukan ke dalam jas berwarna putih.


" Nil , siapa dia menggemaskan sekali?". Tanya Bima.


" Boleh untuk ku?". Tanya Bima genit.


" Tidak bisa , dasar Playboy berkedok dokter , mau kau kemana kan tiga wanita mu?" .Tanya Daniel pelan.


" Dia masih bocah polos , kau yang mengatai ku pedofil , malah kau sendiri yang tertarik". Ucap Daniel sengit.


" Hey heyy, umur mu memang lebih tua dari ku". Ucap Bima tidak terima.


" Dua bulan bukan waktu yang saling berdekatan". Ucap Daniel membela diri .


Begitulah mereka berdua, seperti tikus dan kucing jika bertemu . Yang satu suka bergonta-ganti pasangan dan yang satu tidak begitu perduli terhadap wanita.


" Pak" . Panggil Lala.


Dua pria yang sedang asik berdebat pun seketika tersadar jika ada gadis kecil yang mereka baikan.


" Ekkhemm". Ucap Daniel sembari merapikan bajunya.


" Nona manis , boleh saya meminta nomor Nona, takut jika perut nya belum membaik , Nona bisa menghubungi saya dengan segera". Ucap Bima dengan jurus gombal berkedok dokter.


" Apa Om dokter menyuruh Lala untuk tidak sembuh?". Tanya Lala dengan polosnya.


Dari arah belakang nampak Daniel menahan tawa .


Ya walaupun hanya melekukan sedikit bibirnya , tapi setidaknya Daniel bisa tertawa walaupun dengan sembunyi-sembunyi dan gadis kecil inilah yang membuatnya.


" Maaf dokter Bima , apa kali ini anda di tolak?". Tanya Daniel menyindir.


Ya, siapa yang bisa menolak dokter yang sangat profesional itu , dalam hal medis ataupun dalam hal merayu , tapi sangat di sayangkan itu tidak berlaku untuk Lala .


" Kali ini kau menang Daniel ". Ucap Bima kesal .

__ADS_1


" Ehh, sebentar , apa kau baru saja tersenyum?". Tanya Bima mengintrogasi.


" Om dokter , apa pak Daniel tidak pernah tersenyum sebelumnya ?". Tanya Lala penasaran.


" Pantas saja cepat tua ''. Celetuk Lala.


Ahahahahahaa......


Tawa Bima menggema di depan lobby.


" Tuan Daniel Adipati Mahessa , kita satu sama". Ucap Bima dengan bangga.


Daniel tidak menjawab hanya melebarkan matanya lalu menatap tajam pada Lala.


'' Tu kan Om dokter, pak Daniel begitu kaku". Ucapnya lagi tanpa beban.


" Sudah sudah, dia memang seperti itu, kau harus mencarikannya pawang untuk bos mu ini". Ucap Bima mengusap pucuk kepala Lala dengan gemas .


Lala manis nampak bingung dengan ucapan Bima. Daniel menariknya lalu berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan.


" Apa kau tidak ada pasien hari ini dokter Bima yang terhormat ?". Tanya Daniel menyindir Bima.


" Ok baiklah kita sampai di sini dulu , nanti kita lanjut lagi Tuan Daniel ".


" Nona manis , saya permisi dulu , hati-hati nanti di terkam". Ucap Bima berbisik pada Lala.


Bima , Daniel dan juga Lala pun pergi meninggalkan lobby dan berjalan sesuai tujuan mereka . Nampak Bima masih saja tersenyum saat melihat bagaimana wajah Lala menggoda , bukan menggoda sih sebenarnya lebih tepatnya terlihat sangat polos .


Lala dan Daniel masuk kedalam mobil namun Daniel tidak melakukan kendaraan nya .


" Kenapa pak?". Tanya Lala bingung.


" Saya bukan sopir mu, keluar dan duduk di depan". Ucap Daniel sembari menengok ke arah kursi belakang.


Buru-buru Lala membuka pintu mobil dan bergegas pindah duduk di depan . Bersebelahan dengan bos nya yang kaku, apa lagi Lala tadi mengatakan bahwa Daniel terlihat tua.


" Menegangkan". Ucap Lala dalam hati.


Lala duduk lalu memasang sabuk pengaman nya.


Daniel pun baru melanjukan kendaraan nya dengan perlahan .


Lala diam seribu bahasa dan sesekaki melirik ke arah samping melihat ekspresi wajah bos yang sangat kaku.

__ADS_1


" kenapa?". Tanya Daniel saat tahu Lala sedang mencuri pandang.


" Tidak apa-apa pak".Ucap Lala membuang muka ke arah jendela .Nampak Lala memainkan jemarinya dengan mengetuk-ngetuk dan sesekali melukis abstrak pada kaca jendela. Diam , hening sangat hening hanya suara kendaraan yang berlalu lalang dan sesekali suara klakson mobil saling bersahutan untuk memberi jalan.


Daniel masih fokus ke depan, saat menyadari tidak ada pergerakan dari Lala Daniel menoleh dan barulah tahu jika Lala sudah tertidur.


Mungkin efek dari obat yang ia konsumsi atau memang lelah karena hanya duduk diam .


Tidak sadar Daniel mengulurkan tangannya membenarkan anak-anak rambut yang menutupi wajah cantik Lala. di usapnya pipi mulus Lala lalu berhenti di depan bibir mungilnya yang berwarna merah muda, walaupun tidak memakai riasan wajah, Lala tampak terlihat sangat cantik .


" Ah , ada apa dengan mu Daniel". Ucap Daniel saat menyadari yang di lakukan.


Untunglah sang empu tidak terbangun dan hanya pergerakan kecil saja yang Lala berikan mungkin karena merasa ada yang menyentuhnya.


" Daniel tidak mungkin kau tertarik dengan gadis polos seperti dia".Ucap Daniel dalam diam sesekali melirik ke arah Lala yang sedang tertidur pulas.


Tiba-tiba senyum Daniel muncul sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal , bingung dengan tingkahnya sendiri.


Huufff ...


Daniel menarik nafasnya dengan pelan.


Ddrrtttt dddrrrttt dddrrrttt ..


" Hmm".. Jawab Daniel pada orang di sebrang sana.


" Dimana Lo?" .


" Di jalan , Lo udah pulang ?". Tanya Daniel


" Baru saja, gue mau ke apartemen Lo tapi kosong". Ujarnya.


" Hmm, Tunggu sepuluh menit lagi ". Jawab Daniel lalu membaktikan ponselnya.


Daniel sedikit bingung harus mengantar Lala kemana , pasalnya Bima sudah berpesan selama beberapa hari ini Lala masih harus dalam pengawasan .


________


Salam sayang buat semua 🤍


Semoga suka dengan cerainya.


Salam manis dari Mama kecil ❤️

__ADS_1


Semoga hari mu menyenangkan 🥰


Jangan lupa like nya ya 🤗


__ADS_2