
Pagi hari di depan gedung-gedung yang menjulang tinggi , dengan sejuta rutinitas di luarnya , lalu lalang kendaraan yang berebut untuk saling mendahului , Lala yang memang menggunakan angkutan umum sudah duduk dengan manis di kursi tunggu lobby bus yang akan mengantarkan nya menuju tempat dimana dia mendapat uang .
Di pandangi nya sepatu kets kesayangan dengan senyum yang menghiasi bibirnya.
Di ingatnya kembali bagaimana kilat Daniel yang begitu lembut padanya semalam saat m ngantarnya pulang ke apartemen .
Walaupun sering berdebat tidak jarang juga Daniel menunjuk perhatian nya pada Lala .
Hingga saat bus yang hendak membawanya terbang menuju gedung DAM GROUP senyumnya masih tersisa.
_______
Sambungan telepon terdengar , tidak lama setelah itu sedikit be basa basi Alex pun memberitahu kabar baik pada Mommy Anna.
Apa Mommy tidak sala dengar Lex?. Tanya Anna sedikit tidak percaya.
" Apa menurut Mommy Alex akan berbohong?". Tanya balik Alex Sembari tersenyum ke arah layar ponsel yang menunjukkan wajah cantik Mommy Anna.
Mommy Anna nampak senang bukan kepalang . Raut wajahnya tidak bisa di sembunyikan , dengan senyum yang terus mengembang nampak Anna terus berucap .
" Mommy tunggu malam ini ya ".
Ucap Anna lalu mematikan sambungan telfonnya karena saking bersemangatnya menyambut siapa yang akan datang malam ini.
Siang menjelang , Lala yang masih fokus dengan kerjaannya harus segera menghentikannya.
" La , kemari lah ". Ucap Daniel sembari menepuk sofa di sebelahnya.
Dengan bingung Lala pun mendekat lalu duduk di mana Daniel menyuruh nya tatapan Daniel sedikit membuatnya bingung , dengan jantung yang berdetak Lala menatap mata Daniel penuh tanya.
" Ada apa pak ? Apa Lala buat salah ?". Tanya Lala dengan polos .
Daniel tertawa kecil melihat tingkah Lala yang semakin menggemaskan.
" Apa kau ingin di hukum lagi?".
Sontak Lala mengerucutkan bibirnya , pipi cabi nya terlihat semakin menggembung .
__ADS_1
Grrepp.
" Emmmm, bapak , kenapa sih , apa salah dengan pertanyaan Lala". Ucap nya sembari mengelus bibir yang Daniel tarik.
" Kenapa selalu berburuk sangka hmm".
" Pergilah berbelanja , malam ini kita akan menemui orang tua ku". Ucap Daniel langsung pada intinya.
Deg .
Jantung Lala seperti hendak meloncat , kali pertamanya ia menjalin hubungan dengan membawa perasaan nya dan langsung ingin di kenalkan dengan keluarganya.
" A apa Lala tidak salah dengar?". Tanyanya degan terbata meyakinkan pendengarnya.
" Apa terlihat sedang bercanda?". Tanya balik Daniel.
" Bapak ini , selalu saja membalikan pertanyaan ". Sungut Lala dengan wajah cemberut.
Cup.
Daniel mengecup pipi Lala dengan gemas ,
" Siapa yang menggoda , Lala kan hanya bertanya , dan pertanyaan Lala juga tidak aneh , hanya memastikan sa ". Jawab Lala dengan wajah yang masih kesal.
Belum selesai berbicara tangan Daniel sudah menangkup ke dua pipinya.
Bluss.
Rona merah tidak bisa di hindarkan , wajah Daniel begitu dekat , aroma mint menyeruak di Indra penciuman nya.
" Turuti saja , ini perintah , saya tidak ingin bermain dengan mu , maka secepatnya aku akan memperkenalkan mu , bukankah semalam kau mengajukan pertanyaan konyol mu , dan aku tidak akan pernah menduakan mu , kau akan menjadi satu-satunya untuk ku ".
Daniel berbicara cepat namun dengan nada yang sangat lembut , kali pertamanya Lala mendengar Daniel berbicara padanya dengan nada yang seserius itu .
Bahagia menyelimuti seluruh perasaannya , cinta pertamanya akan datang secepat itu.
Melihat Lala yang nampak tenang , Daniel tidak bisa mengelakkan pandangan nya ke arah bibir ranum merah jambu yang napak menggoda , dekat , semakin dekat hingga semakin mengikis jaran antara mereka. Siap untuk menerkam mangsanya dengan mata terpejam Lala seolah menyambut kehadirannya.
__ADS_1
" Tuan, ". Ucap Alex tiba-tiba tanpa permisi .
Lala nampak gelagapan begitu juga Daniel yang seolah sedang tertangkap basah oleh asisten nya , lalu mendorong tubuh Daniel dengan kuat sembari merapikan rambut yang sedikit berantakan.
Di usap wajahnya dengan kuat , geram dengan kehadiran Alex yang tiba-tiba.
Huffff ,
Hela nafas Daniel dengan berat menahan emosi di kepalanya.
Alex sedikit terkejut merasa datang di waktu yang tidak tepat. Hendak menutup lagi pintu ruangan , namun panggil Daniel mengurungkan niatnya.
" Alex ". Suara Daniel nampak dingin menusuk tulang.
" Saya tidak melihat Tuan". Ucapnya lagi sembari berbalik.
" Bawa kemari , mengganggu saja". Ucap Daniel lirih sembari menatap tajam pada Alex.
Bergegas Lala balik menuju meja kursinya , rasa malu masih menyelimuti wajah cantiknya yang masih menampakkan warna merah bak kepiting rebus .
" Sorry gue engga sengaja ". Ucapnya sembari menyodorkan berkas yang ada di tangannya.
Dengan tatapan tajam , Daniel menerima berkas lalu membubuinya dengan tanda tangan .
Canggung , jelas karena baru saja ia memergoki atasannya yang sedang bermesraan di depannya.
" Gue udah kasih kabar ke Mom". Ucap Alex mengalihkan pembicaraan.
" Lain kali ketuk pintu dulu kalo Lo masih mau kerja sama gue". Ucap Daniel geram .
Alex mengangguk kecil sembari merutuki keteledoran nya.
" Lain kali , pintu di kunci dulu ya". ,Ucap Alex lalu cepat kilat menghilang dari hadapan Daniel sembari tersenyum jahil .
" Sudah bosan kerja rupanya ,. Alex". Teriak Daniel nyaring sembari melempar Alex degan pena nya , namun sayang sasarannya sudah menghilang di balik pintu.
>>>>>>>>
__ADS_1
Haii 🥰