
Beberapa hari selanjutnya , Lala sudah terbiasa melakukan pekerjaan nya dengan jadwal rutinitas yang cukup padat , pagi hari menyiapkan sarapan untuknya dan juga Daniel , menyiapkan segala sesuatu untuk rapat dan ya ini yang terpenting sekarang.
Menjawab pertanyaan Daniel yang akhir-akhir ini sering ia lontarkan membuat Lala ingin sekali membungkam mulut Daniel.
" Kapan kamu mau kenalin aku sama orang tua mu , hmmm". Ya begitulah kira-kira.
" Ayah sama ibu lagi di luar kota Nil ". Ucap Lala sembari mengemas lembaran kertas yang bertebaran di atas meja.
Singkatnya, sore menyapa langit nampak terlihat suram ya mungkin sebentar lagi hujan akan mengguyur bumi , nampak awan-awan sudah mengepung di atas langit dengan warna abu yang sedikit menghitam.
Ku percepat gerakan tangan Bagar kelas selesai.
" Kita langsung pulang atau mau keluar sebentar?". Tanya Daniel begitu mereka keluar ruangan .
" Cari makanan dulu yuk , Lala laper". Ucapnya sembari memamerkan deretan gigi putihnya.
Daniel mengangguk sembari mengusap pucuk kepala Lala dengan gemas.
Kini mereka tidak saling menutupi hubungannya , namun ya masih banyak yang membicarakan tentang mereka. Hubungan yang tak sehat ujar nya yang merasa posisinya sudah tergeser oleh Lala.
Mereka berjalan menuju lobby dimana Alex sudah setia menunggu kedatangan mereka.
Di bukanya pintu untuk Lala , lalu Daniel memutari mobilnya lalu masuk setelah Alex membuka pintu untuknya.
__ADS_1
" Lex kita ke mall XxX dulu ". Ucap Daniel singkat.
" Baik Tuan ". Ucap Alex lalu melajukan mobilnya menuju mall yang sudah Daniel sebutkan.
Daniel terus menempel pada Lala , di liriknya dari kaca spion dibatas Alex , nafasnya di hembuskan berulang kali dengan pelan .
" Tuhann,, apa tidak bisa engkau kirimkan jodoh untuk ku , apa engkau tidak merasa iba pada hamba mu ini". Seru Alex dalam hati saat kembali dirinya menjadi obat nyamuk untuk kedua manusia yang sedang lupa bahwa ada manusia yang sedang meratapi nasibnya.
" Daniel , bisa tidak lepasin Lala, risihh ". Ucap Lala sembari menatap ke arah Alex , ya Lala sedikit tidak enak pasalnya kemana pun dan di manapun Alex lah yang harus menjadi pertimbangan nya.
Daniel lalu menatap ke arah mata Lala.
" Lex , apa yang kau pikirkan ". Daniel menatap aneh pada asisten nya.
Sampai mereka di depan restauran yang menyuguhkan makanan khas Italia.
Di sisi lain gadis cantik dengan tubuh ramping , rambut hitam panjang yang terlihat sangat terawat , menolak usulan ayahnya yang akan menjodohkan dia dengan anak kerabatnya yang jelas-jelas tidak ia sukai .
" Pa, aku tidak mau menikah dengan dia , apa papa tidak tau dia itu playboy cap sendal jepit hah , dia suka bergonta-ganti pasangan, aku tidak mau jika papa menjodohkan dengan pria hidung belang seperti dia , mau di bawa kemana arah rumah tangga ku nanti ". Ucap nya pada ayahnya yang memaksa nya untuk segera menikah , sengaja ia menekan kata hidung belang agar ayahnya sedikit tersindir.
" Baik, papa akan membatalkan perjodohan ini , tapi , kamu harus mambawa pria pilihan mu sendiri yang akan menjadi calon suami mu , ingat itu , mau sampai kapan kamu menjadi anak yang suka pergi tidak jelas". Sungut Prayogo Ayah nya , namun matanya nampak menampakkan rasa tidak suka. Ia tahu jika putri nya sedang berbicara ke arah mana.
" Tapi pa , aku bisa menjaga diri , lihatlah semua masih bisa aku kendalikan aku juga tidak membuat keluarga kita kehilangannya kehormatannya ,lagi pula aku seperti ini juga bukan karena keinginan sendiri ". Ucap gadis cantik itu sembari merentangkan kedua tangannya di hadapannya ayahnya .
__ADS_1
" Sudah , Papa tidak mau tahu , yang jelas 2 Minggu lagi , kamu harus membawa calon mu sendiri atau kamu tidak akan bisa menolak perjodohan ini , titik ". Ucapnya tegas lalu pergi meninggalkan anaknya yang masih berdiri di bawah tangga.
" Paaaa, papaaa ". Teriaknya memanggil Ayah nya namun sayang tidak di hiraukan.
Ya , semenjak kepergian ibunya , Andini gadis cantik yang penuh kelembutan kini berubah menjadi anak yang sulit diatur , pasalnya ia nampak kesal dengan ayahnya sendiri yang tega menduakan cinta ibunya saat ibu yang sangat ia sayangi tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit.
Dan kini , kehidupannya pun turut di atur , memang dini sering keluar masuk tempat hiburan , dan itu hanya untuk hiburan tanpa ada niat sedikitpun untuknya merusak masa depan nya.
Kini apa yang harus ia lakukan jika dia tidak menemukan calon yang baik untuknya, sedangkan dirinya sama sekali tidak dekat dengan pria manapun kecuali .
Ya , sejak pandangan pertama di cafe beberapa waktu lalu , matanya menangkap sosok pria tampa yang terlihat sanga lembut , begitu menghormati wanita di sebelahnya , dirinya sempat mencari tahu informasi dan pria tersebut dan akhirnya ia tahu bahwa gadis cantik di dekatnya waktu itu hanya sebatas teman dari wanita yang kebetulan ia kenal.
Namun siapa sangka pertemuan yang tidak terduga untuk kedua kalinya malah membawanya pada ide yang akan ia jadikan sebagai tempat untuk meloloskan diri dari perjodohan yang ayah nya buat. Sedikit egois memang , namun apa salahnya jika ia berusaha masalah berhasil atau tidak , setidaknya ia sudah berusaha.
>>>>>>>>>
Happy reading everyone.
Bentar lagi bakalan and ya , sengaja engga begitu panjang episode nya , problem di dalamnya juga sedikit , kerena emak author suka engga tegaan orangnya😁😁.
Terima kasih yang udah bantu dukung cerita pertama emak .
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.
__ADS_1