GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Apa dunia sebesar daun kelor?


__ADS_3

Hari semakin larut Lala tertidur dengan pulas di sisi kursi kemudi Daniel , setelah sesi bergonta-ganti baju mencari yang cocok menurut Daniel walaupun semua terlihat cocok Daniel masih membiarkan Lala dengan wajah setengah cemberut mengganti bagi pengantin nya dan ini sudah 7 baju yang Daniel tolak dengan alasan yang berbeda-beda tentunya.


* Flashback


" Ema , Carikan baju yang cocok untuk nya". Ucap Daniel sembari mengusap sayang rambut panjang Lala lalu berlalu menuju ruang tunggu dengan kursi nyaman tentunya.


" Kau berganti lah pakaian dan aku akan menjadi juri nya".


Lala mengangguk semangat lalu mengekor di belakang Ema pria dengan parah cantik menurut nya sendiri .


" Yuk cil". Ucap Ema sembari mengibas-ngibaskan jemari yang nampak lentik dengan kuku bercat coklat kali ini.


Srrekk.


Pintu tertutup Lala yang sudah masuk di temani salah seorang pelayan wanita untuk membantunya mengenakan gaun pertama.


" Apa ini cocok untuk ku". Ucap Lala pada pelayan sembari memutar tubuhnya di depan cermin.


" Kau sangat cantik nona, aku yakin tuan pasti suka". Ucapnya sembari tersenyum manis.


Lala keluar dengan kebaya berwarna putih , ya Lala menginginkan warna putih sebagai warna di acara akadnya.


" Daniel ". Ucap Lala sembari tersenyum manis.


Daniel mengamati dengan detail dari atas hingga bawah , Lala yang di perhatikan masih dengan senyum penuh harap.


" Ganti ". Ucap Daniel dengan enteng.


" Kenapa , ini bagus ".


" Itu tidak berlengan".


Hufff.


Lala mendengkus lalu berbalik menuju ruang ganti .


" Yang ini".


" Ganti , terlalu terbuka".


Lagi , Lala berbalik dengan wajah yang di paksa senyum.

__ADS_1


" Daniel , bagaimana dengan ini". Ucap Lala mantab dengan gaun pilihannya yang ke 3.


Daniel menggeleng lagi .


" Kau terlalu seksi dengan ini". Ucap Daniel memberi alasan.


" Hah, apanya yang seksi , ini berlengan , gaunnya panjang ada rok nya juga". Sanggah Lala dengan secepat .


" Tapi , bagian belakang bolong, aku tidak suka orang lain melihat sesuatu milikku". Ucapnya lalu menatap ke arah majalahnya lagi.


Lala terus bergonta-ganti pakaian dengan wajah yang sudah ia tekuk .


" Miss Ema , kenapa semua di tolak Daniel , dia kira engga capek apa ganti terus , ini itu tidak setuju". Ucap Lala sedikit berteriak sembari menghentakkan kakinya.


" You cantik kok sayang pakai yang mana aja , mungkin babby Daniel sengaja mengerjai mu saya ok . You yang tenang ya cus kita coba q baju lagi ok". Ema membujuk dengan susah payah .


Lala mengambil baju yang tersampir di lengan Ema dengan kesal.


" 1 lagi ya , kalau ini masih engga cocok Lala mau pulang". Ucapnya lalu menutup tirai.


" Hufff, sabar Ema demi duit ye , ". Ucapnya menenangkan diri sendiri sembari mengusap dadanya pelan.


Sssrrreeettt.


" Daniel , ini gaun yang ke 7 , aku harap kau ".


" Aku suka ini". Ucapnya lalu mendekat ke arah Lala.


Ema tahu akan seperti apa kelanjutan lalu menarik lengan karyawan nya untuk menjauh.


" Miss , tapi ini ".


" Udah , ye ikut eyke dulu kita lanjutin di sana aja ngobrol nya". Ucap Ema cepat.


* Selesai


______


Daniel membuka pintu kiri mobil , lalu menggendong Lala ala bridal style.


Pelan ia angkat Lala lalu menutup pintu mobilnya menggunakan kaki kanannya.

__ADS_1


Ting .


Pintu lift terbuka lalu melangkah keluar menuju pintu apartemen nya.


Di rebahkan tubuh Lala dengan hati-hati agar tak mengganggu tidurnya lalu Daniel menutupi batas pinggang. Tangannya terulur membenahi anak rambut yang menghalanginya wajah ayu Lala.


Cup.


" Selamat beristirahat sayang, maaf hari ini aku membuat mu lelah". Ucap Daniel lirih lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara di pintu atas tepatnya di lantai 22 dimana Alex tinggal bersama gadis yang tak sengaja ia temui.


" Bagaimana dengan orang tua mu?" Tanya Alex sembari menyuap nasi dalam sendok nya.


" Hmm, seperti yang kau tau, mereka masih berusaha mendekatkan ku dengan dia" . Andini membalas dengan sedikit malas.


" Aku hanya heran kenapa Ayah mu mau menjodohkan mu dengan pria seperti dia toh dia juga tau kan bagaimana pria macam mana yang ia kenalkan untuk mu ". Alex berucap sembari berfikir.


" Kau ini seperti tidak tau saja bagaimana uang berkuasa , kau tau bahkan ayah sudah tau kalau dia dulu pernah membawa kabur calon tunangan atasan mu". Andini berbicara sembari mengangkat sendok mengikuti gerakan tangannya .


Alex tercengang dengan ucapan Andini , " Bahkan hal buruk yang jelas terlihat saja mampu di kalahkan oleh uang".


" Hmm, kau juga mau tau kalau aku mengenal calon atasan mu". Sekali lagi Andini berucap.


" Hah , maksud mu Lala".


" Yappss , lebih tepatnya Claudia Ayunda , betul".


Alex mengangguk lalu mengunyah ayam goreng yang sudah masuk ke mulutnya.


" Nanti kau tanyakan saja dengan Lala kalau kita bertemu , kau akan mendapatkan jawabnya". Andini berucap dengan enteng.


" Dunia benar-benar selebar daun kelor". Alex menggeleng lalu menyantap habis sisa makanan di atas piringnya.


Andini tak menanggapi ia juga sibuk menghabiskan makanannya yang tinggal sedikit lagi.


" Ya begitulah kira-kira , aku juga kaget tau kalau Lala calon istri atasan mu , tapi dia baik jadi wajar saja jika dapat pria yang baik pula, walaupun kisah lalu Daniel sedikit kurang beruntung ". Ucap Andini lalu beranjak membereskan piring kotor yang berada di atas meja makan .


" Ok , aku sudah selesai mau ku buat kan kopi atau mau jus?".


" Jus juga boleh , aku tunggu di depan tv ". Ucap Alex lalu beranjak dari duduknya.

__ADS_1


" Tumben sekali". Ucap Andini sembari mengernyitkan dahinya.


>>>>>>


__ADS_2