
Hari semakin larut kini jam menunjukkan pukul 21:40 Lala naik menuju kamarnya yang berada di lantai atas , jantungnya berdegup kencang saat matanya melihat ke arah sisi ruangan yang sudah terhias rapih dengan bunga-bunga menghiasi hampir seluruhnya.
Kain putih dan pink menjadi warna dekorasi pelaminan yang akan menjadikan tempat di mana Daniel akan menjadikan dia istrinya.
Ceklek.
Pintu di tutup lalu di kunci dari dalam Lala merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk yang kini sudah di sulap menjadi kamar yang sangat cantik.
Tuk tuk tuk.
Suara jendela kaca di ketuk pelan Lala memicingkan matanya seolah mengintai dari dalam kamar nya.
Lala melangkah pelan mendekat ke arah suara.
Sreek.
Tirai di buka dan
" Astaga Daniel apa yang kau lakukan?". Tanya Lala panik lalu menoleh ke kiri dan ke kanan takut ketahuan.
" Bisa kau geser sedikit , biarkan aku masuk terlebih dahulu". Daniel menerobos masuk lalu berbalik mendekatkan dirinya .
" Kau , kau sedang apa ?". Lala masih bertanya dengan panik.
" Aku merindukan mu sayang". Daniel mendekat lalu tubuh Lala .
" Besok kan kita akan bertemu ".
" Tapi aku kangennya sekarang".
" Tapi".
Tok tok tok.
Belum Lala menyelesaikan ucapannya pintu kamarnya di ketuk.
" Sayang , kau di dalam nak?".Teriak Surya sembari mengetuk pelan pintu kamar putri nya .
" Gawat , bagaimana ini".
" Nak".
__ADS_1
" Ahh iya yah , Lala ada di dalam , ada apa yah?".
" Kau sembunyi dulu ". Lala mendorong tubuh Daniel ke arah belakang pintu.
Ceklek.
" Ayah". Lala menjawab di buat setenang mungkin.
" Kau sendiri?".
" Ya, tentu saja , kenapa ayah?".
" Emm tidak . Mungkin ayah tadi salah dengar , ya sudah kamu istirahat ya , sudah malam besok pasti sangat melelahkan". Ucap Surya lalu mengusap pucuk kepala Lala.
Lala mengangguk menunjukkan wajah yang lega .
" Baik ayah , ayah juga ". Ucap Lala lalu menutup pintu kamarnya.
Lala mengusap dadanya cepat lalu melirik ke arah Daniel yang menyunggingkan senyum manis di bibirnya.
" Kau ini , sana pulang, nanti Kalau ayah tau bagaimana?".
" Baik , tapi biarkan aku memeluk mu sebentar". Tawar Daniel lalu memeluk gadis kecil nya tanpa menunggu persetujuan Lala.
Cukup Lala hingga mereka hampir larut dalam pelukan dan kini bibir yang menempel erat segera di lepaskan.
" Sss sesudah ya". Ucap Lala malu-malu lalu menunduk meremas jemari tangannya.
Daniel tersenyum lalu mengangguk tangganya mengacak-acak rambut panjang Lala dengan gemas.
" Iya , kau istirahat ya , ingat kata ayah besok hari yang sangat melelahkan . Apa lagi begitu kita sudah dah menjadi suami istri". Ucap Daniel sedikit menggoda calon istrinya.
Bluss .
Wajah Lala seketika merona tau ke arah mana pembahasan Daniel ia pun semakin di buat memerah .
" Ckk , kau ini". Ucap Lala lalu mendorong tubuh kekar Daniel menuju jendela kamar di mana Daniel memanjat tadi.
" Kau pakai apa tadi kemari ? mobil mu mana ?". Tanya Lala tak melihat mobil Daniel.
" Aku pakai mobil , tapi aku parkir kam agak jauh dari rumah". Ucap Daniel.
__ADS_1
" Lalu , tangga ini?". Lala menunjuk tangga yang bersandar di bawah jendela.
" Itu , ini punya tetangga mu , aku meminjam nya diam-diam dan ku pakai untuk memanjat" .
" Ku mencuri?".
" Tidak". Jawab Daniel cepat.
" Tapi , kau bilang tadi ".
" Aku bilang aku meminjam diam-diam , dan nanti akan ku kebalikan". Daniel membual.
" Sama saja , itu sama saja kau mencuri".
" tapi aku meminjam , bukan mencuri". Daniel tetap dengan alasannya.
" Yayayaaa , terserah kau saja , yang jelas kau pulang lah dulu , takut ayah melihat mu ". Ucap Lala mengalah.
" Baik lah sayang ".
Cup.
" Aku pulang dulu , kau cepat tidur ya?". Daniel pun beranjak dari kamar Lala.
Lala mengangguk sembari menyingkapkan gorden yang menghalangi gerak Daniel.
Lala melambaikan tangannya Daniel berteriak tanpa bersuara namun mulutnya seolah mengatakan sesuatu dan Lala pun seolah mengerti dengan gerak mulut Daniel lalu mengulurkan tangannya dengan membentuk sebuah tanda hati.
" I love you to". Ucap Lala dengan gerak mulut juga".
Daniel menghilang dengan membawa serta tangga yang ia pinjam diam-diam katanya. Lalu menutup lagi jendela dan gordennya tak lupa Lala menguncinya terlebih dahulu lalu menjatuhkan dirinya lagi di tumpukan bantal di atas ranjang dengan wajah tersenyum.
>>>>>>
Hai hai haii , tinggal beberapa episode lagi ya , terima kasih banyak buat semua yang udah dukung Mama kecil di novel pertama nya 🤗🤗
Sayang kalian semua 🥰🥰
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
Tertanda: Mama kecil ❤️
__ADS_1
Muuuaahhhh 😘😘😘😘