GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Senyum penuh kemenangan


__ADS_3

Nanda masih merenungi nasib percintaan nya , mata sembab akibat menangis terlalu lama . Di ingatnya kembali dimana saat dirinya memergoki Sandi sang kekasih tengah berselingkuh dengan teman satu sekolah nya dulu , mengenaskan. Mereka pacaran sudah hampir 2 tahun , harus kandas di tikung temannya sendiri.


" Huhuuuu". Nanda menangis sesenggukan.


Huffff ,


" Ok Nanda , mari kita rayakan perselingkuhan dia". Ucap Nanda bangkit hendak pergi menemui Lala ,


Sudah memberi kabar jika dia bisa menemuinya di kafe biasa mereka berkumpul , namun sayang Allena tidak bisa ikut karena harus menemani Mama nya pergi arisan.


Ya begitulah kehidupan orang kalangan atas , berkumpul dengan teman satu geng seperti anak SMA namun dengan obrolan elit dan pakaian branded.


" Bang , Nanda pergi dulu ya ". Serunya pada sang kakak yang sama-sama hendak keluar..


" Mama ". Nanda mencari ibunya yang berada di halaman belakang.


" Ada apa anak mama teriak-teriak , sudah selesai nangisnya". Ucap Putri pada anak gadisnya. Sempat merasa kasihan namun bagaimana lagi cinta monyet memang seperti itu.


Kadang saat kita mempercayai seseorang untuk kita miliki , malah justru kita harus mengiklankan dia untuk pergi.


Mendekat Nanda mencium tangan Ibunya , untuk berpamitan.


" Mau ketemu Lala ". Ucap Nanda dengan lesu.


" Ya sudah hati-hati , apa di antar Abang?".


" Tidak usah ma , Nanda sudah pesan taksi online".


Ucapnya lalu meluncur menuju kafe di mana Lala sudah menunggunya.


___________


Hening , tidak ada obrolan lagi di dalam mobil mereka , Daniel nampak sibuk dengan layar ponselnya , Alex fokus dengan setir kemudiannya dan Lala , sibuk menikmati pemandangan luar dari arah jendela.


Langit yang mulai menggelap , jalan yang sudah hampir terang dengan cahaya lampu mobil dengan suara klakson khas jalanan ibu kota.


Di bayangkan nya betapa menyedihkannya sahabatnya ini , pria yang sempat ia pamerkan karena sangat menyayangi nya , malah tega menduakan nya juga .


Huuffff.


Hela nafas Lala begitu berat , Daniel yang mulanya fokus pada layar ponsel kini beralih menatap Lala .


" Ada yang kamu pikirkan?" .Tanya Daniel memecah keheningan.


Lala tidak menoleh matanya masih asik memandang ke arah jalanan dengan kepala yang menempel di kaca jendela.


" Tidak pak , hanya sedang memikirkan Nanda". Ucapnya dengan lesu , sudah seperti saudara sendiri bagi Lala , maka dia turut merasakan bagaimana sakitnya.

__ADS_1


Daniel mengernyitkan dahinya , lalu mengusap pucuk kepala Lala.


" Maksudnya?".


Lala berbalik menghadap ke arah Daniel , dengan mata yang teduh di tatapnya lekat mata biru Daniel dengan dalam.


" Mereka pacaran sudah cukup lama , Nanda juga selalu menuruti keinginan sandi , tapi kenapa malah dia berselingkuh dengan teman nya sendiri?". Ucap Lala polos .


Deg .


Jantung Daniel berdetak , hampir sama dengan kisah lalunya , dengan sedikit senyum di bibirnya. Daniel tidak bisa menjawab pertanyaan yang Lala berikan , pasalnya Daniel tidak bisa menyamakan masalah satu dengan yang lain.


" Kita udah pacaran kan pak ?". Tanya Lala polos , tatap matanya begitu lembut , mampu meluluhkan dinding keras Daniel.


Daniel menganggukkan kepalanya pelan.


" Apa bapak juga akan berselingkuh di belakang Lala?". Ucap Lala polos sembari menampilkan wajah yang murung , takut jika dia hanya di permainkan oleh Daniel , pria dewasa yang memiliki seluruh kesempurnaan di bandingkan dengan dia , gadis kecil dengan kesederhanaan.


Daniel membulatkan matanya saat mendengar pertanyaan konyol dari Lala . Belum Lala menyelesaikan ucapannya lagi , tangan Daniel lebih dulu membungkam bibirnya.


Grepp.


" Emmmm". Lala menepis lengan kekar Daniel.


" Bapak ini , senang sekali menarik bibir Lala". Sungut Lala dengan wajah cemberut.


Lala terdiam sesaat lalu di tatapnya wajah Daniel dari jarak jauh , di resapi setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.


" Kenapa , saya memang tampan , tidak perlu mencuti pandang , kamu boleh memandanginya setiap hari.


" Ihh ,bapak pede sekali , lagi pun Lala kan hanya bertanya , apa bapak juga akan". Belum sempat selesai berbicara Daniel sudah membungkam mulutnya dengan bibir Daniel.


Lala mendorong tubuh Daniel dengan kuat.


" Bapak mesum , malu dilihat pak Alex". Ucapnya dengan pipi merona.


" Lex , apa kau melihat ?" Tanya Daniel tanpa rasa salah.


" Tidak tuan". Singkat Alex lalu menggelengkan kepalanya.


". Sabar ". Ucap Alex dalam hati.


" Apa kamu dengar Alex bilang apa ,?".


" Tapi kan sama saja pak". Ucap Lala masih kesal.


" Baik , bararti jika hanya berdua , boleh melakukan nya lagi". Tanya Daniel dengan senyum penuh arti.

__ADS_1


" Bapak mesum" . Ucap Lala lebih keras lalu memalingkan wajahnya ke arah luar.


Ahahaaa , tawa Daniel dengan lepas , melihat wajah Lala yang kesal , ya lebih terlihat menggemaskan.


Alex menggeleng lalu tersenyum kecil , tawa yang dulu sempat hilang kini perlahan mulai kembali .


Selesai dengan sesi perdebatan mereka pun sampai di depan kafe D . Suasana sejuk begitu terasa dengan taman kecil di dalamnya. Meja-meja kecil dengan sekat yang tidak terlalu jauh namun kesan privasi jelas terjaga. Lampu yang menggantung di atas , plafon kaca yang menjulang tinggi menghiasi langit-langit atap yang menampakkan bintang di atas langit .


Bukan kafe biasa mereka datangi , namun pilihan dari Lala , namun tetap Daniel yang merekomendasikan setelah menolak tempat yang Daniel sarankan.


" Selera yang bagus , kau menyukai tempat yang romantis rupanya ". Ucap Daniel sembari tersenyum dengan pilihan gadis kecilnya.


Dalam satu meja , terdapat dua sofa kecil yang bersebalahan. Nuansa romantis begitu terasa , pasangan muda yang nampak sedang berbincang menambah kesan tersendiri. Tidak lupa dengan panggung kecil lengkap dengan alat musik bertengger di atas panggung siap untuk di mainkan.


Tahu betul dengan siapa Daniel duduk , sedangkan Alex duduk di meja sebelah tepat di samping kanannya.


________


" La". Seru Nanda yang baru saja tiba.


" Nda , sini duduk". Ucap Lala mempersilahkan.


" Siapa yang menyuruhnya duduk disini , kau duduklah dengan Alex". Ucap Daniel dengan enteng.


Lala tidak setuju pasalnya niat hati ingin mengutarakan sesi curhat nya harus gagal.


Dengan sedikit memohon , matanya terlihat memelas.


" Tapi Lala mau duduk dengan Nanda pak ". Ucap Lala hati-hati.


Tidak ada tanggapan , namun ekspresi wajah dingin begitu terasa , Nanda yang menyadari langsung mengurungkan niatnya.


" Udah la gue gapapa , gue sama pak Alex saja". Ucapnya lalu beranjak menuju kursi di samping Alex.


Terpaksa , Lala harus merelakan sahabatnya duduk terpisah , wajahnya cemberut menunjukkan rasa kecewa , namun lain hal dengan Daniel mengembangkan senyum penuh kemenangan.


Sembari menunggu pesanan mereka datang Lala berdiri lalu berjalan ke arah dimana panggung kecil yang nampak menggoda untuk nya.


Daniel mengernyitkan dahinya , melihat Lala yang berlalu dari hadapannya tanpa suara , begitu tahu kemana arah gadis kecil itu pergi , Daniel tersenyum kecil.


Di ketuk pengeras suara di depannya , dengan suara lembut Lala pun mulai berbicara.


" Untuk sahabat ku yang disana, ini lagu untuk mu". Ucap Lala sembari menunjuk sopan ke arah meja di mana Nanda dan Alex berada.


Nanda yang mendengar suara Lala , langsung mendongak menatap mata sahabatnya.


>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2