GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Meloloskan diri


__ADS_3

Lala sangat menikmati perjalanannya , sedikit membuka jendela mobil yang ia dan Allena gunakan . Angin kencang dengan suara bising dari kendaraan yang berlalu lalang , klakson y yang saling bersahutan menjadi ciri khas dari jalanan perkotaan.


" Dua hari gue di kurung , akhirnya gue keluar kandang juga". Ucap Lala sembari memandang gedung tinggi yang berjejer kokoh di sisi kiri-kanan jalanan.


" Kak Daniel emang gitu La , kalau udah nyaman sama orang dia bakal ngurung dulu ,takut kabur". Ucap Allena.


Sontak Lala membalikkan badannya lalu menatap bola mata coklat milik Allena.


" Apa maksud Lo nyaman?".


Huuff..


Di tariknya nafas Allena dalam-dalam sebelum membuka obrolannya.


" Lo pasti udah dengar kan gimana kakak gue dulu ".


Lala hanya mengangguk, Lala sudah baya mendengar bagaimana sosok Daniel selama lima tahun lalu .


Sangat menyakitkan , saat kita sudah benar-benar memberikan semua rasa yang kita punya namun penghianat yang kita dapatkan .


" Lalu , hubungannya sama gue?". Tanya Lala nampak belum mengerti maksud ucapan Allena.


Allena tersenyum ramah lalu menepuk punggung tangan Lala dengan pelan .


" Kakak suka sama Lo , walaupun gue baru tiga kali ketemu Lo , gue yakin Lo gadis yang baik dan kakak mungkin belum berani menyimpulkan perasaannya ". Ucap Allena.


" Tiga kali " . Nampak Lala mengingat pertemuan nya dengan Allena.


" Bukannya dua kali , kemarin sama hari ini?".


" Engga tiga kali , pertemuan pertama kita , waktu Lo lagi belanja di supermarket ". Ucap Allena menjelaskan.


" Waktu itu Lo sama kak Daniel lagi belanja dapur kan?". Tanya Allena lalu Lala pun mengangguk.


" Udah ga usah Bu pikirin , yang jelas , gue seneng , Kakak bisa senyum lagi". Ucap Allena sembari menghela nafas lega.


" Gue titip kak Daniel , gue yakin , cepat atau lambat kak Daniel bakal akuin perasaan nya ke Lo ". Ujar Allena.


" Neng , kita sudah sampai ". Ucap sopir membuyarkan obrolan mereka.


" Baik pak , terima kasih ". Ucap Allena lalu menyodorkan lembaran kertas berwarna merah.


Mall XxX menjadi tujuan Allena untuk membawa pergi , tidak jauh dari apartemen Daniel dan juga tidak terlalu jauh dari kantor DAM GROUP . Pikir Allena jika di sini tidak cukup merepotkan jika harus kembali dengan cepat . Terlatak di antara apartemen dan kantor dengan jalan raya yang mudah untuk mendapatkan taksi . Sengaja Allena tidak i antar sopir pribadinya agar sedikit bebas untuk mengobrol dengan teman barunya .


Mereka nampak bersemangat saat menginjakkan kakinya masuk dalam mall XxX , seperti gadis pada umumnya , berjala sembari mengobrol dengan tawa ringan terlihat sangat menyenangkan.


" La , Uda siang ni , kita cari makan dulu yuk ". Ajak Allena mengingat sekarang sudah hampir makan siang.


Mereka duduk di salah satu restoran yang menyediakan makanan khas Indonesia.

__ADS_1


" Mau makan apa?". Tanya Allena.


" Nasi goreng juga boleh ". Ucap Lala.


" Ok ".


Sembari menunggu makanan yang mereka pesan . Tidak sengaja mata Lala menangkap sosok yang sangat ia kenali .


" Gawattt". Seru Lala dengan panik.


" Kenapa la". Tanya Allena lalu melihat arah mata Lala.


" Kak Daniel ". Ucapnya tidak percaya.


Dengan cepat Lala menarik tangan Allena dengan terburu-buru.


" Yok kita kabur , entar keburu ketahuan pak Daniel" . Seru Lala pada Allena.


" Bayar dulu". Ingat Lala pada Allena .


" Astaga gue lupa ". Ucap Allena sembari menepuk jidatnya.


" Mas ini saya bayar dulu makan yang tadi ". Allena berbicara cepat.


" Lho Mba , kan makanannya belum siap". Ucap mbak penjaga kasir .


" Udah bonus buat mbak aja, anggep aja ini tips dari kita ". Ucap Lala berbarengan lalu berlari meninggalkan restauran tersebut.


" Hmm, udah lah , lumayan buat makan siang". Ucapnya lalu memasukkan uang kedalam mesin kasir nya.


Alex dari arah berlawanan tidak sengaja melihat dua gadis yang sedang berlari sembari menutupi wajahnya menggunakan tas kecil mereka .


Buru-buru Alex mengalihkan perhatian Daniel agar tidak melihat keberadaan mereka berdua.


" Nil , kita makan di sini saja ya ". Ucap Alex menunjuk asal salah satu restauran dengan menyuguhkan beraneka seafood.


" Sejak kapan Lo suka seafood". Ucap Daniel sedikit aneh.


" Emmm, gue , gue pengen coba aja". Ucap Alex memberi alasan.


Daniel nampak percaya dan mengangguk lalu berjalan ke arah pintu masuk.


" Penuh ". Ucap Daniel pada Alex.


" Ya udah lain kali aja gue cobainnya". Ucap Alex sedikit lega.


" Huff untung. Untung tu tempat penuh ". Ucap Alex dalam hati sembari mengelus dada yang terasa lega .


______

__ADS_1


Huh hah huh hah.


Allena dan Lala terengah , nafasnya yang naik turun tak karuan .


" Hah , buset La , Lo lari kenceng amat, atlet lari Lo ya". Ucap Allena mengatur nafasnya.


" Sorry Lin, emergency tingkat tinggi tadi , bisa bahaya kalau pak Daniel liat, kena hukuman lagi gue". Ucap Lala dengan satu tangan memejangi dada yang terasa ingin meledak.


" Heheee, tapi kita lolos kan". Ujar Allena sembari cengengesan.


" Iya kita lolos , udah yuk ah kita pulang aja, kita buat nasi goreng spesial di rumah aja". Lala memberi usul.


Tidak mau tertangkap basah sedang keluar tanpa sepengetahuan Daniel Lala dan Allena memutuskan untuk kembali ke apartemen Daniel.


" Mau belanja dulu gak ?". Tanya Allena sembari merogoh ponselnya di dalam tas.


" Bentar ada yang telfon". Ucap Allena.


Allena sedikit melotot tatkala melihat siapa nama yang tertera di layar ponselnya.


" Kenapa Lo?". Tanya Lala penasaran.


Allena tak bergeming lalu menunjukkan ponselnya yang terus bergetar menandakan panggilannya belum di terima .


" Gimana ini?". Tanya Lala tak kalah panik.


" Udah , kita tenang aja, mudah-mudahan kak Alex ga liat kita tadi". Ucap Allena menenangkan Lala.


Padahal perasaan Alenna pun tak kalah panik .Dengan sedikit memaksa keberanian akhirnya panggilan Alex Allena terima , sedikit ragu namun tangan Allena tetap menggeser layar menuju ke tombol hijau.


" Ha , halo kak". Ucap Allena pelan.


" Apa yang kalian lakukan di sini , bagaimana jika kak Daniel tahu , apa kalian sudah di luar?". Tanya Alex bertubi-tubi.


" Emmm ,, apa kak Alex melihat Allen sama Lala tadi". Tanya Allena sedikit takut.


" Iya , untung kakak yang melihat bagaimana lalu kak Daniel , sudah kalian cepat lah pulang , sebelum kita turun ". Ucap Alex sedikit terburu-buru.


" Iya kak, ini kita tinggal nyari taksi ".


" Ya udah kak kita jalan dulu ya kak , sepertinya Lala sudah dapat taksi".


" Ya sudah , jangan kemana-mana lagi , cepat pulang jangan sampai kalian terluka ". Ucap Alex sembari mengingatkan Allena dan Lala.


Begitulah Alex berbanding terbalik dengan Daniel , Alex yang terang-terangan untuk memberi perhatian tidak dengan Daniel yang lebih memilih bergerak tanpa sepengetahuan.


______


Hai teman Mama kecil ❤️

__ADS_1


Lanjut ya ? Jangan lupa dukung d Ngan likenya ya , tinggalkan komentar agar Mama kecil lebih semangat dan memperbaiki 🤍


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.


__ADS_2