GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Sial


__ADS_3

Dering ponsel Daniel membuyarkan kegiatannya, senyuman muncul dengan cerah saat nama pujaan hatinya tertera di layar ponselnya . Cepat kilat Daniel mengangkat benda pipih itu tepat di depannya.


" Halo sayang". Sapa Daniel dengan senyum hangat.


" Haii, kamu kapan pulang?". Tanya Lala tanpa basa basi.


" Apa gadis kecil mu sudah rindu ? ". Tanya Daniel dengan senyum mengembang.


" Bukan , Ayah sama ibu sudah pulang ,apa kamu lupa mau kenalan sama mereka?".


Daniel membenarkan posisi duduknya, di angkat wajahnya lalu menatap serius ke depan.


" Baik , untuk mu , sore nanti aku kembali ". Ucapnya penuh ketegasan.


" Ok, akan ku siapkan makan malam spesial untuk mu". Ucap Lala sembari cekikikan.


" Tunggu". Ucap Daniel menatap tajam ke arah ya .


Lala menatap layar ponselnya dengan diam.


" Apa kamu baru saja berkelahi?". Tanya Daniel cepat sembari memperhatikan leher Lala yang sedikit memerah.


" Tidak , Lala cuma sedikit memberi pelajaran buat orang yang suka menindas". Ucapnya enteng lalu merapihkan rambutnya agar menutupi guratan merah yang ada di lehernya.


Ia tidak menyadari jika ada sedikit luka di sana dan tidak menyangka juga jika Daniel begitu detail pada tubuhnya . Ya kuku Sinta memang panjang namun Lala tidak menyadari jika tadi dia sempat terluka.


" Baik ,tunggu aku di rumah ok". Ucap Daniel , sedikit mereka berbasa-basi lalu memutuskan panggilan video mereka.


_______


Andini berjalan mondar-mandir dengan menggigit-gigit kukunya. pikirannya kacau , bagaimana tidak ayahnya memberi waktu 2 Minggu , namun ia tetap harus bertemu dengan pria mesum yang akan di jodohkan dengannya .


Pikiran nya kacau , sembari mengacak-acak rambut panjang nya.


" Aagghhh, sialll , ayah macam dia ". Serunya lalu melempar bantal di atas sofa kamarnya.

__ADS_1


Di lihatnya dari bawah jendela. Kamar terletak di lantai 2 menyuguhkan pemandangan yang cukup menciutkan nyalinya untuk meloncat.


Bebatuan kecil yang tersusun rapih menuju arah taman kecil di belakang kamarnya.


Balkon kamar Andini cukup luas , ada satu kursi gantung dengan meja kecil di depannya .


" Apa gue kabur aja ya , ahh kenapa papa begitu sih, apa kurang menyakiti mama dulu". Ucapnya lirih dengan geram.


Di liriknya kiri kanan , takut ada para penjaga di sekitarnya , ya , dini pernah sekali kabur dan itu membuat Prayogo geram dan harus menambah pengawal untuk putrinya .


Dini sudah di jodohkan pada anak rekan bisnisnya , dengan iming-iming akan menanamkan modal yang cukup besar dan benar saja , mampu membuatnya tergiur . Padahal sebelum ia menikahi istri mudanya , Prayogo nampak cuek dan tidak pernah ambil pusing untuk urusan mengenai putri cukup dengan memberi uang itu sudah sama saja memberinya kebahagiaan ujarnya .


Istri mudanya juga sangat antusias dengan perjodohan tersebut.


Imelda, istri ke dua dari Prayogo dan mempunyai 1 anak perempuan di bawah Andini, hubungan gelapnya dengan Prayogo mampu membuat janda beranak q itu hidup dengan kemewahan. Begitu istri sahnya meninggal , semakin menjadi besar kepala lah sikap Imelda . Di mana ada kesempatan untuk mendap kekayaan di situ pula ucapan Imelda dengan segala bujuk rayu.


Ya nyonya imel sangat bahagia walaupun hanya anak sambung , namun baginya mendapat menantu dengan jabatan dan kekuasaan yang lumayan mampu membuat namanya semakin terkenal di kalangan ibu-ibu sosialita di kalangannya.


" Mas , kau majukan saja acaranya , aku hanya takut jika dini akan kabur seperti dulu". Ucapnya manja sembari mengelus lengan suaminya.


" Baik mas, aku percaya pada mu ". Ucapnya lagi sembari bergelayut manja di lengan Prayogo.


Dini nekat melarikan diri, dengan pakaian dan juga barang seadanya, hanya baju yang melekat di tubuhnya dan tas kecil yang di selempang kan di pundaknya.


" Gue harus cepet ". Ucapnya sembari menyambung selimut juga gorden yang akan ia jadikan tiang agar tidak terlalu tinggi jatuh nya.


_______


Di sisi lain Alex berkendara dengan kecepatan sedang, sembari menikmati alunan musik yang akhirnya bisa ia nikmati sendiri di dalam mobil.


Hari ini dia pulang sendirian, Daniel masih dalam perjalanan sedangkan Lala , sudah pulang terlebih dahulu , ya kini mereka tinggal bersama, tentu itu membuat Alex semakin di buat nelangsa .


Jadi sore ini Alex berniat menikmati perjalanan pulangnya sembari mendengarkan musik santai yang sudah sangat jarang ia lakukan .


Mobilnya melesat membelah jalanan yang lenggang . Sesekali ia tersenyum sembari menutup matanya sebentar saat mendengar lirik lagu yang menurutnya terdengar manis seolah ia sedang masuk ke dalam suasananya.

__ADS_1


Cckiiitt.


Brukk.


Suara decitan roda mobil yang bergesekan dengan aspal hitam , seolah memaksa roda berhenti segera . Alex menghentikan mobilnya tiba-tiba , merasa ada sesuatu yang tertabrak.


Matanya terbelalak , bayangan wanita melintas dengan cepat bersamaan dengan suara benda yang tertabrak.


Di bukanya pintu kemudi , lalu memutar tubuh nya ke depan mobil.


" Heii, apa kau baik-baik saja ". Ucapnya sembari menundukkan kepalanya.


Diam tak bergeming , wajahnya tertutup rambut panjang nya .


" Apa jangan-jangan dia mati". Ucap Alex panik lalu hendak melesat pergi .


" Ahh, tunggu-tunggu , sejak kapan gue jadi pengecut gini ". Ucapnya lagi lalu berbalik di mana wanita yang masih tergeletak di atas aspal hitam.


Di pegangnya nadi di pergelangan tangan.


" Masih berdenyut , berarti dia masih hidup". Ucapnya lalu di bawa menuju kursi penumpang di belakangnya.


Untungnya hari ini ia tidak membawa Lala gadis kecil milik tuannya , jadi kejadian ini tidak ada yang tahu , jalanan di daerah sana pun nampak sepi , kebetulan Alex memilih jalan yang tidak terlalu banyak kendaraan, jalan pintas yang ia lewati bersama Daniel memang sedikit sepi , pohon-pohon rindang dengan tiang listrik kecil yang menghiasi jalanan.


" Siapa dia ". Tanya Alex pada diri sendiri ,seolah mengenal siapa gadis yang ia tabrak.


Di tatapnya lekat gadis yang masih tak sadarkan diri dengan beberapa luka di lengan juga kakinya.


" Sial , kenapa begitu malang nasib ku Tuhan". Ucapnya sembari menengadahkan kepalanya.


Alex melajukan lagi mobilnya membawa gadis yang masih tertidur di kursi belakang , entahlah kemana ia akan membawa nya . Otaknya masih mencerna , siapa gadis itu seperti tidak asing untuknya.


>>>>>>>>


Salam sayang buat semua 🤍

__ADS_1


Bagaimana kabar hari ini, semoga harimu menyenangkan 🥰


__ADS_2