
Daniel berjalan mendekat ke arah meja kursi dengan piring yang sudah tersaji . Sarapan sudah siap , tidak lupa gelas berisi jus buah pun tidak tertinggal , senyum manis tergambar di wajah tampannya .
" Waw , apa menu pagi kita ?". Ucapnya sembari menarik kursi berwarna putih.
" Sandwich ". Jawaban lalu menggeser piring yang sudah terisi.
Mereka menikmati sarapan dengan tenang , tawa Daniel yang mendominasi , entah bagaimana Lala meluluhkan hatinya , yang jelas kini Daniel sudah kembali seperti dulu . Pria hangat dan penyayang , walaupun terkadang ia tampak menyebalkan bagi Lala.
Rencananya hari ini Daniel akan menemui orang tua Lala, ya mendekati calon mertua lebih tepatnya.
" Apa pakaian ini cocok?". Tanya nya sembari memamerkan gaya cool nya .
Lagi-lagi Lala di buat melongo , di tatapnya dari atas sampai bawah dengan sedikit ternganga.
" Iya , aku tau aku ini sangatlah tampan". Ucap Daniel dengan pede.
" Ya , kamu memang tampan, tapi kau ingin pergi kemana?". Tanya Lala dengan polos.
" Ya jelas lah aku mau bertemu calon mertua ku, memang nya mau kemana lagi?". Ujarnya sembari kedua tangannya bertenggeng di atas pinggang.
" Kau ingin bertemu calon mertua atau mau bertemu klien , kenapa begitu baju mu". Ucap Lala sembari mengangkat bawah jas Daniel.
Daniel menatap aneh pada Lala , alisnya naik dengan dahi berkerut.
" Lho ,ini pakaian terbaik ku , apa ini kurang menarik untuk calon mertua ku?". Tanya Daniel lagi . Pasalnya dulu saat bertemu dengan orang tua Maura , gaya ini lah yang di pilih Maura , dan benar saja mereka menyukai tanpa banyak tanya.
" Dengar , ayah Ibu itu tidak seperti orang di luar sana, berpakaian lah dengan sederhana, jangan kau tunjukkan kekuasaan mu , itu semakin sulit untuk ayah menerima mu nanti". Ucap Lala berdiri mendekat ke arah Daniel.
" Kenapa begitu? Bukannya kebanyakan orang tua jauh lebih tertarik jika memiliki menantu yang punya jabatan tinggi?" . Tanya Daniel dengan penasaran , ya Daniel memang pernah dekat dengan banyak wanita , namun hanya untuk berbisnis , selebihnya Bisa kalian lihat bagaimana dulu ia sakit.
Lala senyum menanggapi ucapan Daniel , di usapnya lengan kekar Daniel penuh pengertian.
__ADS_1
" Dengar , semakin kau menunjukkan kekuasaan mu , justru ayah tidak akan suka karena seolah kau bisa melakukan berdasarkan uang , kau tidak serius dengan perasaan mu . Sudahlah ikuti saja ucapan ku , kau mengerti?". Ucap Lala lagi menepuk lengan Daniel pelan.
Daniel mengernyitkan dahinya, matanya menyipit ke arah Lala , seolah sedang memikirkan sesuatu.
" Apa kau sedang memberi perintah untuk ku?" Tanyanya dengan mendekatkan wajahnya.
" Ya , aku memerintahkan tuan Daniel , dan kali ini , ku pastikan kau tidak bisa menolaknya". Jawab Lala lalu menarik hidung mancung Daniel lalu berlari dari nya .
Daniel tersenyum penuh arti , di kejar nya Lala yang sudah berlari kecil menghindar darinya.
" Wah wah wahhh, kau sudah berani memerintah ku rupanya , hei gadis kecil kemari , akan ku beri pelajaran untuk mu". seru Daniel hendak menangkap Lala.
Lala terus berlalu sesekali ia menjulurkan lidahnya seolah memang sedang mengejek.
" Wekk, engga kena". Seru Lala lalu meloncat dari sofa.
Dan .
Teriak Lala yang hendak terjatuh , matanya terpejam seolah sedang mempersiapkan diri nya yang akan terjatuh.
Jantungnya berdegup kencang , nafasnya naik turun .
" Hah ,, kok". Batinnya.
" Are you ok?". Ucap Daniel sembari memeluk tubuh kecil Lala yang berada di atas tubuhnya.
Lala diam tak bergeming , menatap mata biru cerah milik Daniel dengan raut wajah khawatir.
" Ya , sorry". Ucap Lala lalu menunduk malu.
Daniel mengangkat dagu runcing Lala menggunakan telunjuknya, perlahan mendekatkan wajah mereka.
__ADS_1
Hembusan nafas hangat dengan aroma mint menyeruak di Indra penciuman Lala , Lala memejamkan mata indahnya seolah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Ya , Daniel mengecap lembut bibir mungil merah muda milik Lala , di lumatnya dalam lidahnya lancang menerobos rongga mulut Lala seolah sedang menjelajah semua isi di dalamnya.
" Bernafas lah". Ucap Daniel sadar mereka sudah kehabisan oksigen, lalu mengusap lembut bibir mungil Lala yang lembab dengan ibu jarinya.
Daniel melepaskan pangutannya lalu mengecup sayang pucuk kepala Lala.
" Berhati-hatilah , kau bisa terluka jika seperti ini". Ucapnya ,langsung di sambut rona merah di wajah Lala.
Daniel mengusap sayang rambut panjang Lala , di peluknya erat tubuh kecil kekasihnya.
_______
Di sisi lain Alex masih memandang gadis cantik di depannya .
Ia duduk di atas sofa empuk yang teronggok di sisi ranjang dekat jendela.
Gadis itu menggeliat , seolah terusik dengan sinar mentari yang menerobos masuk dari jendela.
Terpaksa Alex membawa nya ke apartemen . Andini membuka matanya perlahan , mengumpulkan sisa nyawa yang masih tertinggal di mimpinya.
Ssttttt.
"Auuu".
Desisnya saat lengannya tak sengaja tertindih tubuhnya sendiri.
Perlahan ia membuka matanya.
>>>>>>>>
__ADS_1
Next ya?