
Siang menyapa , matahari bertengger di atas langit dengan sangat terik , ruangan ber AC di lantai 28 , tepatnya di ruangan Alex , sibuk membolak-balik halaman kertas yang berisikan tentang data para karyawan.
Harusnya bisa bisa menanyakan pada pihak HRD , namun Daniel mencegahnya , ia mau merekalah yang mencari data mengenai Lala.
" Dia yang jatuh cinta , kenapa gue yang di bikin repot sih". Ucap Alex sembari mengobrak-abrik kertas di atas mejanya dengan kesal.
Sudah sedari tadi , ia di kerjai oleh atasannya hanya untuk mencari tahu kapan tanggal lahir kekasih nya .
" Lex , apa udah dapat ?". Tanya Daniel di sebrang sana melalui sambungan telepon.
" Belum , kenapa Lo engga langsung tanya aja sih sama orang nya , kan ada di sebelah Lo". Ucap Alex frustasi.
" Lo udah bosen kerja ya". Ucap Daniel berteriak .
" Terus apa maksud Lo nyuruh gue tanya sendiri , masa ia gue harus tanya sendiri ke orang nya , terus buat apa gue bikin kejutan". Ucap Daniel berbisik namun penuh penekanan .
Alex membenarkan ucapan Daniel '' Iya ya , kenapa gue engga kepikiran ke sana". Ucapnya dalam hati.
" Ok dikit lagi selesai, mungkin ada di tumpukan paling bawah , gue kabarin lagi kalau udah ketemu ". Ucap Alex .
" Hemm ". Lalu Daniel menutup telfonnya.
Lala yang sedang mengecek jadwal hari ini , tidak menghiraukan tingkah Daniel . Ia pun nampak kesal dengan layar tab di depannya , pasalnya semua jadwal yang sudah di siapkan sejak semalam hilang entah siapa yang menghapus.
Daniel tersenyum jahil melihat Lala yang sedikit kesal.
" Kenapa hemm". Tanya Daniel sembari memutar kursi kuasanya dengan tersenyum kecil.
" Ini , semua jadwal mu untuk hari ini hilang". Ucap Lala sembari menunjukkan tab yang berada di tangannya.
" Sini , biar ku bantu". Ucap Daniel mendekat dengan sedikit memeluk dari belakang.
Di ciumannya aroma maskulin dari tubuh Daniel , di nikmati aroma yang menyeruak di Indra penciuman nya sembari memejam kan matanya erat. Daniel sedikit menunduk di lihatnya wajah Lala yang nampak lucu.
Lala sedikit curiga dengan sikap Daniel yang nampak aneh , senyum nya pun sedikit tidak biasa. Segala di tepis pikiran yang hampir membuatnya hilang kendali saat ini. Lala berdiri dengan dengan tiba-tiba, hingga Daniel yang berada di belakangnya langsung memundurkan tubuhnya.
" Ini kerjaan kamu ya". Sungut Lala dengan kedua tangan di atas pinggang.
__ADS_1
" Ku ini , senang sekali berburuk sangka dengan ku, kenapa hmm?". Tanya Daniel mengelak tuduhan Lala.
" Lalu siapa lagi yang bisa membuka tab ini". Ucap Lala dengan kesal .
" Kenapa kau tidak tanya kan saja dengan Alex , bukan nya sebelum kamu , Alex lah yang memegang tab mu ini bukan ?". Tukas Daniel membela diri. Lala berfikir sejenak , namun tidak mungkin Alex Setega itu dan apa maksudnya jika memang ia.
" Tidak , mana mungkin pak Alex melakukannya , Lala tahu , ini pasti kerjaan bapak ya , iya kan ". Lala terus dengan pendirian sembari memajukan bibirnya karena kesal .
Sangat kesal , kerjaan yang sudah susah payah ia kerjakan semalaman harus di kerjakan ulang karena ulah atasannya , lebih tepat kekasihnya.
Daniel yang di buat gemas oleh Lala langsung menarik bibir Lala dengan sedikit kencang.
Haattccuhhh.
Alex bersin dengan tiba-tiba hingga kertas yang ia genggang mendadak terbang.
" Cihh, apa ada yang sedang membicarakan ku , siapa ?". Ucap Alex sinis sembari menatap tumpukan kertas yang belum terselesaikan, pasalnya tidak ada angin tidak ada hujan, bahkan debu sekalipun tidak ada di ruangan nya namun tiba-tiba ia bersin dengan kencang.
" Kau ini kenapa menggemaskan sekali hmmm". Ucapnya dengan tangan yang sudah menempel di bibir mungil Lala.
" Eemmmmm". Lala memukul kiat lengan Daniel hingga terlepas dari bibirnya.
" Hei nona , kamu selalu menggoda ku". Ucap Daniel tanpa salah .
Lala bersedekap , di balikkan badannya hingga membelakangi Daniel .
" Alasan saja , siapa yang menggoda , dasar pria mesum". Ucap Lala dengan raut wajah yang tidak enak di pandang.
kringg.
Dering telepon di meja Daniel berbunyi.
Cup.
Di kecup nya bibir Lala tanpa permisi lalu beranjak menuju mejanya dengan senyum kemenangan.
Lala nampak sangat kesal dengan ulah Daniel , ingin sekali rasanya ia menumpuk kepala Daniel dengan batu.
__ADS_1
" Hemmm". Jawab Daniel singkat.
" ..........." .
Raut wajah Daniel seketika berubah , senyumnya mengembang dengan sempurna.
" Bagus , berarti tidak lama lagi kan , kau tau apa yang harus kau lakukan?". Tanya dari pada seseorang di sebrang sana.
" ..........." .
" Cerdas , ku naikan gaji mu bulan ini 30 persen". Ucap Daniel lalu mematikan sambungan telfonnya.
Di lirik nya wajah Lala yang masih kesal , lalu tersenyum penuh arti.
Ya , memang Daniel pelakunya , lalu di peluknya tubuh Lala dengan pelan , di usapnya pucuk kepala Lala dengan sayang.
" Maaf kan aku , akan ku kirim semua nya melalui email , kau bisa menyelesaikan tugas mu hari ini ". Ucap Daniel setengah berbisik tepat di belakang telinga Lala.
Lala menoleh dengan segera , namun gerakannya sedikit salah , hingga.
Grepp.
Tepat bibirnya menempel di bibir Daniel , senyum penuh kemenangan terukir di wajah tampan Daniel . Di tahannya tengkuk leher Lala, di ***** pelan bibir ranum Lala dengan sangat lembut.
" Maaf kan aku ". Ucap Daniel pelan lalu di usapnya bibir Lala yang sedikit basah dengan jempol karena ulahnya.
Rona merah tidak bisa di elak lagi , nampak Lala tertunduk malu dengan apa yng Daniel berikan tadi .
Dekat dengan Daniel sangat berkesan , bak menaiki roller coaster dengan sifatnya.
Sifat posesif nya yang kadang berubah menjadi sangat dingin , dan tiba-tiba bisa berubah menjadi sangat manis bak anak harimau yang bisa menerkam kapan saja.
>>>>>>
Jangan lupa jejaknya 🥰🥰
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
__ADS_1
Tertanda : Mama kecil ❤️