
Sepeninggal Daniel dan Alex , Lala bingung harus melakukan apa . Lala menekan remote tv dan menggonta-ganti acara yang di rasa kurang menarik.
Merasa tidak ada channel yang cocok untuk di tonton , Lala beranjak menuju dapur entah apa yang ingin di kerjakan.
" Wahh , ada tepung , margarin , wahh, apa ini ?". Ucap Lala antusias melihat satu lemari penuh bahan makanan kering , di lihatnya juga ada oven yang di tutupi oleh kain di atas meja kecil.
" Bikin kuker aja deh , dari pada kayak anak ayam di kurung ". Ucapnya sembari membongkar isi lemari .
Di bukanya tepung beserta bahan lainnya dengan semangat tinggi Lala mencampur semua adonan kedalam wadah , Lala berjingkrak kesana kemari dengan earphone yang menempel di telinga , ponselnya ia selipkan ke dalam saku celana jins pendek pemberian Daniel , biar tidak panas ucapnya.
Sibuk dengan adonan yang sudah hampir jadi . Musik yang ia dengar menambah semangat Lala untuk menyelesaikan adonan yang sedang ia bentuk.
Tangannya begitu cekatan membentuk adonan yang sebagian sudah ia masukkan ke dalam loyang dan sebagian lagi sudah masuk kedalam oven.
Dari arah luar nampak Daniel menatap sambil tersenyum , niatnya mengambil berkas yang tertinggal di ruang tamu , malah melihat pemandangan yang sangat indah. Dengan pikiran jahil Daniel mendekat ke arah Lala yang belum sadar jika Daniel berada di dalam apartemen.
Grepp .
Di peluknya Lala dengan kedua tangan kekar Daniel.
" Aaaaaaaaaa ,,,, setannnn !!!!".
Teriak Lala histeris.
Lalu di putarnya tubuh Lala hingga menghadap ke arah Daniel.
Nampak Lala memejamkan matanya dengan ke dua tangan kotornya mencengkram jas hitam Daniel hingga warna putih tepung dan coklat adonan menempel dengan jelas .
" Buka matamu". Seru Daniel.
Mendengar suara yang ia kenali Lala pun membuka matanya dengan cepat.
" Pakk". Ucapnya kaget sembari melihat jas yang Sudah berlumur adonan .
" Setan mana yang setampan ini ". Ucap Daniel menggoda.
Di usapnya dada Daniel , emm maksudnya jas yang di kenakan Daniel untuk di bersihkan , bukan bersih malah semakin kotor dan semakin banyak yang menempel , baru tersadar bahwa kedua tangan Lala masih berlumur adonan .
" Mmaaff pak , Lala tidak sengaja". Ucap mama takut.
" Kenapa bapak ada di sini , bukannya sudah berangkat tadi ?". Tanya Lala sembari menundukkan kepalanya.
" Saya mau mengambil berkas yang tertinggal".Ucap Daniel memberi alasan , memang ingin mengambil berkas namum di urungkan saat melihat mainan barunya sedang mengobrak-abrik dapurnya.
Memang Lala melihat map berwarna merah tergeletak di atas meja , Lala kira sengaja tidak di bawa jadi Lala diam saja .
__ADS_1
" Kenapa bapak bisa masuk ? bukannya kartu akses bapak kasih ke Lala ? " .
" Dan kenapa kamu tidak mengunci pintu ? Jika ada orang jahat masuk bagaimana , hmm? " . Tanya Daniel balik.
" Benarkah?".
Daniel hanya mengangguk mengiyakan.
" Maaf pak , sini biar Lala bersihkan". Ucap Lala hendak melepas jas yang sudah tidak karuan lagi.
" Tangan mu masih kotor nanti semakin tidak berbentuk" . Ucap Daniel lalu menangkap tangan yang hendak menyentuh nya lalu di putarnya hingga ke belakang , di tariknya pinggang kecil milik Lala hingga menempel pada tubuh Daniel.
Deg deg deg deg .
Jantung Lala berdetak kencang begitu pula dengan Daniel , di angkatnya dagu runcing Lala , Daniel sedikit menunduk untuk mensejajarkan posisi nya . Daniel sedikit memiringkan kepalanya lalu .
Ting.
Suara oven terdengar namun Daniel tidak menghiraukan , Lala yang hendak kabur pun di peluknya semakin erat
Cup .
Di kecupannya bibir mungil merah muda itu dengan lembut.
" Manis ".
Nampak jelas raut wajah Lala bersemu merah.
" Apa pernah melakukan ini sebelumnya ?". Tanya Daniel saat menyadari tidak ada perlawanan.
Dengan polos Lala menggeleng pelan sembari memegangi bibirnya lalu menunduk dengan dalam , tidak perduli tangan yang masih kotor mengotori pipi dan juga bibir nya
" Bagus , kau milikku dari sekarang". Ucap Daniel mengelus pucuk kepala Lala lalu beranjak menuju kamar untuk menggantikan jas yang sudah penuh tepung.
Nampak Lala masih diam di tempat sembari mengumpulkan ingatannya yang masih berjalan di atas kepala, mencerna apa yang baru terjadi dan.
" Aaaaa".
" First kiss gue". Ucap Lala memekik pelan sembari mengusap wajahnya .
" Oh my God". Ucapnya lagi masih belum percaya.
Berjalan mondar-mandir memastikan lagi.
Daniel sudah berganti pakaian dan tersenyum menang melihat tingkah Lala yang masih sedikit syok.
__ADS_1
" Cookies mu sudah jadi , apa tidak ingin d lanjutkan sisa adonannya". Ucap Daniel mendekat.
" Hehee, iya pak". Ucap Lala melihat ke dalam oven.
Di tariknya panggangan dari dalam oven dengan sarung tangan tebal berwarna biru.
Kembali Lala menggeledah lemari bagian bawah rak.
" Ada di bawah seingat saya ada satu toples yang masih kosong" . Ucap Daniel seolah tahu apa yang sedang di cari.
Lala pun mengangguk , setelah menemukan yang ia cari , di pindahkan nya cookies tadi ke dalam toples.
" Ini pak ". Ucap Lala menyodorkan toples dengan tutup berwarna abu.
" Manis". Ucap Daniel mengunyah makanannya namun tatapan matanya tertuju ke arah bola mata hitam milik Lala.
Lagi , Lala tertunduk dan meronalah wajahnya.
" Jangan pergi dari sini sebelum aku mengizinkan''.
" Kau milikku sekarang ". Ucap Daniel pada Lala.
Cup
satu kecupan lagi mendarat di bibir Lala sedikit lebih lama Daniel menekan tengkuk leher Lala lalu menyesep sedikit di sana.
Cepat-cepat Lala menundukkan kepalanya lagi lalu berlari ke arah dapur.
" Benar-benar menggemaskan ". Ucap Daniel lalu pergi.
_____
" Jantung gue" .
" Apa seperti ini rasanya berciuman ". Ucap Lala dengan satu tangan memegang erat toplesnya dan satu lagi memegangi bibirnya.
" Apa itu benar-benar pak Daniel, pria kaku itu".
" Tapi kenapa jadi gini". Ucap Lala memegangi dadanya yang masih berdeguk.
" Gak , gak mungkin gue suka sama bos sendiri". Ucap Lala menolak perasaan nya.
__________
Salam manis buat teman Mama kecil ❤️
__ADS_1
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰