
Pagi yang cerah nampak mentari pagi yang semakin meninggi , jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi . Lala sudah siap untuk mengumpulkan lembaran-lembaran cuman yang sudah mendekati akhir bln ini.
Akhirnya Lala pun bisa kembali melakukan aktifitas biasanya setelah insiden bakso dua hari yang lalu . Nampak berbinar mata bulatnya sembari tersenyum menikmati perjalanan yang tidak begitu jauh untuk sampai di gedung DAM GROUP , sembari memandang deretan gedung-gedung menjulang tinggi . Hiruk pikuk khas perkotaan besar dengan kegiatannya masing-masing.
Daniel menoleh dengan kedua tangan memegang kemudi . Senyum kecil nampak menghiasi wajah tampannya.
" Pak , nanti Lala turun di sana saja ya". Ucap Lala tanpa menoleh sembari menunjuk halte bus yang tidak jauh dari gedung tempatnya bekerja.
" Kenapa , bukankan kita bekerja di satu tempat". Kata Daniel sembari menoleh ke arah Lala.
Lala memperbaiki posisi duduknya menoleh sebentar pada Daniel ,lalu membenarkan tas yang ada di pangkuannya.
Berucap sembari matanya melihat ke arah pedagang yang menjajakan roti bakar yang terlihat menggiurkan .
" Tidak pak , apa kata orang nanti , karyawan seperti saya satu mobil dengan orang nomor satu ".
" Yang ada nanti Lala di bilang sugar baby nya bapak lagi" . Ucap Lala sembari memajukan bibirnya.
Daniel tersenyum jahil lalu mendekatkan wajahnya pada Lala.
" Apa kau mau ?". Tanya Daniel.
" Mau pak". Jawab Lala.
" Yakin kau mau?". Tanya Daniel sekali lagi.
" Mau pak , roti bakar kan". Jawab Lala lalu menoleh ke arah Daniel namun tangannya menunjuk ke arah pedagang yang ada di pinggir jalan.
Huffff .
Daniel menghela nafas panjang lalu melajukan kendaraannya sedikit lebih cepat. Tidak memperdulikan pesan Lala untuk berhenti di halte bus . Raut wajah Lala nampak berubah saat menyadari Daniel melewati halte bus tanpa menurunkan nya dulu.
" Lho lho , pak haltenya di sana ". Ucap Lala kalang kabut.
" Oh iya, sorry saya tidak melihatnya tadi ". Ucap Daniel berpura-pura .
" Bapak bagaimana sih , aduhhh ".
"Bagaimana ini". Ucap Lala sembari menepuk tas di pangkuannya.
" Sudah , kita sudah dekat , turun saja bersama, kau kan asisten pribadi saya , jadi tidak masala bukan jika kita turun berdua".
Nampak Lala menimbang ucapan Daniel.
" Turun". Ucap Daniel saat menyadari gadis di sebelahnya masih perang otak.
Lala menoleh lalu tersadar jika sudah berada di lobby DAM GROUP.
__ADS_1
" apa perlu saya membuka pintu untuk mu". Ucap Daniel sekali lagi melihat tak ada respon dari Lala.
" ** tidak perlu pak".
Lala membuka pintu lalu menutupnya cepat , berjalan setengah berlari menghindari tatapan aneh dari karyawan yang mulai berdatangan. Tidak memperdulikan Daniel yang masih di dalam mobil . Nampak sedikit tersenyum menang , ada kesan tersendiri saat melihat wajah panik Lala .
" Apa gue bener suka sama dia ". Daniel tertawa pelan melihat tingkahnya sendiri.
Lala menunggu lift terbuka untuk mengantarnya menuju lantai dimana dia harus menyelesaikan pekerjaan.
Desas desus terdengar tidak mengenakkan di telinga Lala walupun dengan suara kecil telinga Lala mendengar dengan sangat jelas , berbisik antar karyawan yang melihatnya turun dari mobil sport hitam milik CEO sekaligus pewaris tunggal dari keluarga Mahessa. Di tambah pakaian yang Lala kenakan terlihat berbeda dari biasanya , dres cantik dengan merek terkenal pun tidak luput dari perhatian semua yang sedang berdiri di depan pintu lift yang masih tertutup.
" Ekhemm".
Deheman pria dari belakang sontak membuat semua menjadi terdiam , kepala tertunduk tanpa komando . Seketika hening menyelimuti .
Ting .
Lift terbuka buru-buru semua masuk degan sedikit mendorong seolah menghindar dari marabahaya.
" Kau masuk ". Ucap Daniel menunjuk Lala menuju lift khusus CEO .
Lagi , kehebohan terjadi saat pintu lift tertutup yang menyisakan beberapa orang yang harus menunggu giliran.
Lala hanya mampu menuruti permintaan atasannya kebetulan telinganya sudah tidka tahan mendengar pernyataan yang tidak mengenakkan.
Sedikit canggung , mungkin karena tatapan yang menyelidik dari para pekerja yang menyaksikan.
" Jika kalian masih kekurangan pekerjaan bisa segera kalian urus pada pihak HRD". Ucap Daniel dingin sebelum pintu lift tertutup.
Heboh , begitu Daniel dan Lala sudah hilang dalam pandangan.
_________
Lala nampak tertunduk lesu , tidak ada percakapan selama berada dalam kotak yang mengantarnya menuju ruangannya.
" Jangan hiraukan mereka". Ucap Daniel membuka percakapan.
Tidak ada jawaban dari mulut Lala , hanya mampu mengangguk dengan kepala yang tetap menunduk.
Ting.
Pintu terbuka , Lala berlalu meninggal Daniel , lalu sedikit membungkuk saat sudah berada di luar.
" Terima kasih pak". Ucap Lala sopan.
" Hemm".
__ADS_1
Daniel pun menekan tombol angka Dua puluh delapan yang mengantarnya menuju ruangan Presdir.
Daniel berjalan dengan langkah lebar dari dalam ruangan Alex sudah berada lebih dahulu .
" Lex". Ucap Daniel .
" Nil , udah datang , sorry gue tadi jalan duluan".Ucap Alex sembari menata meja baru di sisi yang bersebrangan.
" Udah rapih semua?". Tanya Daniel.
Alex mengangguk .
" Lo yakin Lala pindah ke sini".
" Ya , biar Lala yang bantu gue , Lo bisa fokus sama proyek di kota F ". Ucap Daniel lalu duduk di kursi kebesarannya.
" Ok , makasih pengertiannya". Alex mendekat lalu membuka kertas putih yang ia bawa sebelumnya.
" Ini , coba Lo cek dulu bisa Dateng engga ". Ucap Alex lalu menyodorkan kertas putih dengan sampul berwarna silver.
Surat undangan mewah beratas namakan keluarga Admaja. Ayah dari Maura Cindy Admaja.
" Dia lagi?". Tanya Daniel.
" Ya , kemarin asisten ayah nya datang dan menyerahkan ini , kebetulan kemarin Lo engga ada jadi di titipkan ". Ucap Alex.
Daniel mengangguk mengerti lalu menyimpannya di dalam laci kecil di bawah meja.
" Masih beberapa hari lagi , biar gue pikirin nanti".
" Jadwal kita hari ini cukup padat , ada beberapa klien yang harus kita temui , apa Lala udah bisa kita ajak hari ini ". Ucap Alex pada Daniel.
" Boleh , sekalian biar dia terbiasa". Ucap Daniel lalu tersenyum.
" Lo suka ya?". Ucap Alex tiba-tiba.
Daniel menoleh lalu melempar pena yang ada di tangannya.
" Kenapa".
" Cepet Lo nyatain sebelum di ambil anak bagian gudang". Ucap Alex lalu meninggalkan Daniel.
_____
Lanjut engga nih?
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
__ADS_1